Kamis, 28 Mei 2020
Iklan Prodek

Edukasi Cegah Covid19 Walau Masih Zona Hijau DPPKB Inhu Ikut Berpartisipasi

Senin, 04 Mei 2020 20:25
INHU-Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto SE melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-l9 Kabupaten Inhu, kembali merekapitulasi data Pantauan Corona di Kabupaten Inhu.

"Berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kab Inhu tanggal 26 April 2020. terdapat ODP kumulatif dan' tanggal 22 Maret s/d 26 April 2020 sebanyak 384 orang, ODP dalam pemantauan 44 orang (1 1,45%), ODP selesai pemantauan 340 orang (88,55°o). ODP yang diperiksa Rapid 220 orang, dengan Hasil Rapid Negatif 220 orang, Positif" 0, OTG 0. Sedangkan Kumulatif pelaku perjalanan (PP) dari tanggal 28 Maret s/d 26 April 2020 3.526 orang. dengan rincian, PP dalam pemantauan .: 1.128 orang (32%), PP selesai pemantauan 2.398 orang (68%), PDP 0, Konfirmasi 0," ujar Jawalter Situmorang MPd.

Lanjut Jawalter, Dinas Kesehatan Kab lnhu menghimbau kepada orang dengan Faktor Risiko dan Penyandang Penyakit Tidak Menular (PTM) di Era Pandemi COV1D-19, agar tetap di rumah, karena penyandang PTM terutama usia diatas 50 tahun dengan penyakit penyerta seperti Diabetes Melitus (DM), Hipertensi, Gagal Ginjal, Penyakit Jantung, Paru Kronik & Gangguan lmunologis lainnya merupakan kelompok yang rentan jika terpapar COVlD-l9 2.

"Bagi pasien DM dan Hipertensi diharapkan tetap rutin mengontrol kadar gula darah dan tekanan darahnya di rumah serta minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Bagi peserta BPJS penyandang PTM yang mengkonsumsi obat-obat setiap hari, dapat meneruskan obat-obatan sampai dengan 2 bulan tanpa bertemu dokter yg merawat, namun diharapkan melakukan konsultasi melalui telepon dengan Dokter," himbau Jawalter.

Selanjutnya kata Jawalter, tingkatkan daya tahan tubuh sebaik mungkin dengan konsumsi makanan bergizi, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Stop Merokok karena merokok akan meningkatkan risiko infeksi dan memperparah komplikasi akibat COVID-l9 6. Upayakan aktivitas fisik 30 menit setiap hari.

Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Inhu, M. Bayu Setia Yudiono Sh Mh melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Penyuluhan, Henny Erfianti isfia SIP menyampaikan ikut berpartisipasi dalam rangka mendukung memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-l9 di Kabupaten Inhu.

Dikatakanya, membuat surat himbauan untuk Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) agar menggandeng kader Keluarga Berencana seperti Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PLKB) dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) dan membuat sistem seperti MLM, serta agar membuatkan grup dengan kader dan masyarakat sebagai media untuk mengedukasi cara pencegahan COVID-19.

"Memasang himbauan dan informasi seperti spanduk di lingkungan Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Indragiri Hulu, dan memberikan himbauan melalui pesan di media sosial untuk mencegah penyebarluasan virus COVID-19 di Kabupaten Inhu. Juga menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun di pintu masuk perkantoran yang dipergunakan tidak hanya untuk pegawai Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tetapi juga diperuntukkan bagi tamu yang berkunjung," katanya.

Lebih jauh lagi dijelaskannya, mengoptimalkan peran PKB, PLKB, PPKBD dan Sub PPKBD dalam menghadapi dan mengantisipasi serta mencegah penyebaran virus COVID -19, melalui himbauan kepada masyarakat agar menjalankan dan mengoptimalkan delapan fungsi Keluarga yaitu: fungsi agama, fungsi sosial dan budaya, fungsi cinta kasih, Fungsi Pelindung, Fungsi Reproduksi, Fungsi Pendidikan dan Sosialisasi, fungsi ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.

Seterusnya, memberikan arahan kepada PKB dan PLKB untuk menjaga Pasangan Usia Subur (PUS) dari kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan, disebabkan karena, adanya keterbatasan pelayanan dan penggerakan (KIE) untuk ikut KB, yang berakibat angka keseriaan ber-KB akan mengalami penurunan, dan Angka Putus Pakai Kontrasepsi Non MKJP (Pil, suntik, kondom) juga akan cenderung meningkat karena keterbatasan pembinaan kesertaan dan pelayanan KB.

"Angka Unmeet need (Pasangan Usia Subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi) juga akan cenderung meningkat karena keterbatasan penggerakan (KIE) dan pelayanan," katanya. (Adv/Diskominfo Inhu/Hendra)

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.