Rabu, 25 Nov 2020
SMSI

Dugaan Ribuan Ikan Mati Milik Warga, DLH Rohil Surati PT CPI

Selasa, 27 Okt 2020 19:34
(Foto: Jonathan Surbakti)
Tampak Sisa pembuangan Limbah PT CPI yang terletak di Kepenghuluan Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir Sabtu (19/10/2020)

ROKAN HILIR- Dugaan Ribuan bibit ikan yang dibudidayakan dalam kolam kerambah di Sungai Rokan  milik seorang warga Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir mati karena akibat limbah air PT.Cevron Pasifik Indonesia (CPI) yang dibuang ke aliran Sungai Rokan Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir akan  menyurati Pihak PT CPI, termasuk soal hasil  tes lab tentang sampel limbah yang diambil pihak CPI pada saat kejadian,”Kita menunggu 14 hari kerja semenjak tiom kita bersama Piak PT.CPI Turrun belum  lama ini, dan kita juga juga menyurati pT CPI terkaithasil tes sample pasa saat kejadian  3 bulan yang lalu,:kata Kadis DLH, Drs.Swandi S.Sos kepada spiritriau.com Selasa (27/10/2020)

Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suwandi  SSos, pihaknya menindaklanjuti perihal ini atas tembusan laporan masyarakat atas nama kelompok budidaya ikan Ulak Ajo Jatuh."Atas tembusan tersebut maka kita mengambil sampel. Kami juga sudah  menyurati pihak Chevron untuk meminta uji sampel yang pernah dilakukan oleh pihak Chevron dengan masyarakat," kata Suwandi.

Djelaskan Suwandi, bahwa dugaan limbah CPI ini sejak lama terjadi, bahkan rentang waktu bulan Juli sampai September rutin terjadi ikan mati di dalam keramba milik Pokdakan Ulak Ajo Jatuh. Kendati demikian, ada negosiasi antara pemilik keramba dan pihak Chevron yang saat itu sudah mengambil sampel,  dan informasi akan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sampelnya sudah diambil dan sedang di uji di laboratorium DLH. Namun sangat disayangkan kejadian ini sudah lama. Walaupun terlambat karena masyarakat  baru melapor dalam bulan Oktober ini, sementara kejadian matinya ikan sejak bulan Juli, Agustus dan September," ungkapnya.

Sebelumnya, kata Suwandi, terjadi matinya puluhan ribu ekor ikan dalam kolam keramba milik warga kelompok budidaya ikan Ulak Ajo Jatuh. Matinya ikan 

dalam kerambah yang berada di pinggiran aliran Sungai Rokan di Kepenghuluan Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih itu diduga kuat akibat tercemarnya aliran sungai oleh pembuangan limbah cair PT  CPI. yang beroperasi di Kepenghuluan Sintong Gas Plant.

Untuk mengetahui penyebab dugaan matinya ikan dalam kerambah, maka tim petugas DLH Rohil yang dipimpin oleh Kabid Hukum Carlos Rohan SH bersama pihak Managemen PT CPI disaksikan Pjs Penghulu Teluk Mega Epi Rahman melakukan pengambilan sampel air dari 

aliran Sungai Rokan dari lima titik lokasi, diantaranya dari lokasi kerambah, pipa pembuangan limbah PKS PT SRM, pipa air pembuangan limbah PT CPI Sintong GS, dan air dari hulu sungai Rokan. 

Lucunya ketika Sampel limbah yang diminta Alang Ijeh pada saat kejadian bersama operator PT.CPI dan dirinya  untuk diperiksa, Pihak PT CPI dan Pihak DLH tidak mau , bahkan  sampel air limbah yang diambil pada bulan  OKtober itulah yang akan di periksa, hal itu tentu saja bertolak belakang dan pihak Alang Ijeh Tidak mau untuk menadatangani berita acara,” Maka mungkin kejadiannya 3 bulan yang lalu kemudian diambil sampel limbah pada bulan ini, itu tidak masuk diakal  dan pekrjaan yang sia-sia,  kata Alang Ijeh. Meski demikian Alanag Ijeh tetap menghormati  DLH yangs udah turun kelapangan.  

Terkait hal itu, Manager Corporate Communication PT Chevron Pacific Indonesia, Sonitha Poernomo ketika diminta tanggapannya pada Selasa (27/10/2020) mengakan, bahwa PT. CPI menegaskan komitmen untuk terus memelihara operasi yang selamat, efisien dan andal dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak bagi Negara. Keselamatan seluruh pegawai, masyarakat dan lingkungan merupakan prioritas utama kami.

Untuk memastikan kelestarian lingkungan, PT CPI selalu melakukan pemantauan air limbah setiap hari (temperatur, pH, volume). Pemeriksaan kadar parameter baku mutu air limbah setiap bulan dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang terakreditasi. PT CPI melaporkan secara berkala ke DLHK Rokan Hilir dan pihak pemerintah terkait lainnya.

PT CPI memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti laporan yang diterima dari masyarakat.

PT CPI senantiasa memastikan kadar maksimum air limbah yang sudah diolah memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku (PERMENLH 19/2010).

Lokasi kejadi di dekat Gathering Station Pager. 

PT CPI menegaskan komitmen untuk terus memelihara operasi yang selamat, efisien dan andal dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak bagi Negara. "Keselamatan seluruh pegawai, masyarakat dan lingkungan merupakan prioritas utama kami," kata Sonitha.

Lanjutnya, untuk memastikan kelestarian lingkungan, PT CPI selalu melakukan pemantauan air limbah setiap hari (temperatur, pH, volume). Pemeriksaan kadar parameter baku mutu air limbah setiap bulan dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang terakreditasi. PT CPI melaporkan secara berkala ke DLHK Rokan Hilir dan pihak pemerintah terkait lainnya.

"PT CPI memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti laporan yang diterima dari masyarakat, dan PT CPI senantiasa memastikan kadar maksimum air limbah yang sudah diolah memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku (PERMENLH 19/2010)," pungkas Sonitha (jon)

 

 

Pengambilan Sample air limbah di Pipa Pembuangan Limba di Kepenghuluan Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil oleh Pihak PT CPI Sabtu (19/10/2020)
Pihak PT CPI mengambil sampel air limbah di Kepenghuluan Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir Sabtu (19/10/2020)
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.