Rabu, 25 Nov 2020
SMSI
  • Home
  • Sosial
  • Persoalan Postingan Bansos Penyakit Kusta di FB Desa Tengganau Berakhir Damai, Ini Penjelasan Kadesnya

Persoalan Postingan Bansos Penyakit Kusta di FB Desa Tengganau Berakhir Damai, Ini Penjelasan Kadesnya

Laporan : Erwin F Nababan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 25 Okt 2020 17:42
Tim
Surat Pernyataan Perdamaian Persoalan Postingan Bansos Desa Tengganau
Bengkalis - Akhirnya Mardiana br Manik (46) warga jalan Pinang Manis RT 03 RW 03 Desa Tengganau Kecamatan Pinggir Kabupaten, mengajukan permohonan maaf kepada pihak Pemerintahan Desa Tengganau dan pihak terkait atas kegaduan yang telah ia perbuat pasca menerima bantuan sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.

Yang mana sebelumnya Mardiana br Manik tidak terima atas postingan di Media Sosial pasca dirinya menerima bantuan sosial, tepatnya di Akun Facebook Desa Tengganau yang tertulis bahwa dirinya di sebut sebagai salah satu warga penerima bantuan sosial untuk penderita Penyakit Kusta.

Atas tulisan dipostingan tersebut, ia pun sempat akan mengadukannya kepihak Kepolisian setempat. Dan bahkan keberatan dirinya pun sudah tersebar di beberapa media Online yang menyebutkan bahwa dirinya tidak terima jika harus mendapatkan bantuan sosial kalau disebut sebagai warga penderita penyakit kusta.

Perihal terkait permohonan maaf warga tersebut pun dibenarkan Kepala Desa Tengganau, Rumbin Sitio, ketika dikonfirmasi, (25/10/20).

"Persoalannya sudah selesai, dan ada juga berita acara pernyataan perdamaiannya. Kita berharap, kedepannya tidak ada lagi hal-hal seperti ini. Jika ada sesuatu persoalan yang terjadi yang berkaitan dengan Pemerintahan Desa, kiranya dapat mengutamakan musyawarah mufakat. Jangan langsung main lapor kepolisi atau mempublikasikannya. Mari bersama bergandengan tangan membangun Desa ini. Saya sangat membutuhkan saran dan kritikan dari seluruh elemen masyarakat se-Desa Tengganau khususnya. Ini desa kita bersama, ayo kita bangun dan wujudkan kesejahteraan warganya", ajak Rumbin Sitio.

Adapun isi dari poin ketiga dari berita acara pernyataan perdamaian tersebut yakni, "bahwa setelah dibuat dan ditanda tangani surat pernyataan perdamaian ini, maka semua persoalan yang menyangkut permasalahan ini dinyatakan selesai dan saya tidak akan ada tuntutan baik secara Pidana maupun Perdata".
-win- 

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.