Jumat, 14 Agu 2020
  • Home
  • Politik
  • Komisi I DPRD Pelalawan Gelar RDP dengan PT Arara Abadi

Libatkan Masyarakat,

Komisi I DPRD Pelalawan Gelar RDP dengan PT Arara Abadi

Laporan: Febri. S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 23 Jun 2020 17:49
PELALAWAN- Komisi I DPRD Pelalawan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (23/6/2020). Rapat dengan agenda memediasi, sengketa persoalan lahan antara masyarakat desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan dan desa Lubuk Keranji Kecamatan Bandar Petalangan dengan PT Arara Abadi.

RDP dipimpin langsung Ketua Komisi I, Imustiar, S.Ip didampingi, anggota lainnya, seperti Sozifao Hia dan Nazzarudin. Sementara dari pihak PT Arara Abadi dihadiri General Manager (GM) Affair, Edi Harris, Humas Herwansyah dan sejumlah staff. Dari pihak lain dihadiri belasan masyarakat dari desa Pangkalan Tampoi, serta perwakilan pemerintah daerah.

Imustiar mengatakan, bahwa rapat dengar pendapat ini membahas persolan lahan antara masyarakat dengan PT Arara Abadi. Ada dua desa katanya, bersengketa lahan dengan perusahaan Hutan Tanaman Industri tersebut.

Pertama, adalah desa Pangkalan Tampoi Kecamatan Kerumutan. Dimana di desa Pangkalan Tampoi, tepatnya di dusun Pangkalan Buluh, PT Arara Abadi menggarap lahan milik masyarakat seluas 60 hektar.

Seterus ada lagi, tuntutan masyarakat desa Lubuk Keranji, dimana kata Imustiar PT Arara Abadi, menggarap lahan masyarakat seluas kurang lebih 30 hektar. "Jadi tadi, setelah kita rapat, kita Sabtu mendatang turun langsung ke lokasi, melakukan kroscek, seterusnya kita bentuk tim penyelesaian, melibat isntansi terkait," tandasnya.

Sementara usai rapat dengar pendapat Humas PT Arara Abadi, Herwansyah menjelaskan, pada dasarnya, pihak perusahaan berniat baik menyelesaikan, jika terjadi permasalahan dengan masyarakat. Didalam penyelesaiannya, kata Herwansyah ada mekanisme yang dilalui, sehingga membuahkan hasil yang baik pula.

Sesungguhnya, PT Arara Abadi kata Herwansyah, mengantongi SK pengelohan lahan dari pemerintah tahun 1996 dan SK adendum, pada tahun 2013. "Jadi, kita sepakat jika ada persoalan dengan masyarakat diselesaikan melalui musyawarah," tandasnya.***
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.