Kamis, 02 Des 2021
SMSI
  • Home
  • Peristiwa
  • Teror Rumah Petinggi Kejati dan Petinggi NU ,Bikin Gubernur Riau Syamsuar Geram

Teror Rumah Petinggi Kejati dan Petinggi NU ,Bikin Gubernur Riau Syamsuar Geram

Admin
Sabtu, 13 Mar 2021 17:03
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Aksi Teror di Riau pada awal bulan Maret 2021 terjadi tiga kali berturut-turut dan aksi teror tersebut menyasar orang penting.

Aksi Teror di Riau pertama menyasar rumah petinggi Kejati Riau berupa teror kepala anjing dan aksi teror selanjutnya berupa penyiraman bensin di rumah tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru

Aksi Teror di Riau ketiga berupa tulisan tidak senonoh di rumah petinggi ormas Islam Nahdatul Ulama.


Aksi Teror di Riau tersebut membuat Gubernur Riau Syamsuar geram, sehingga ia mengecam aksi teror yang merupakan perbuatan yang tidak mencerminkan budaya Melayu.

Gubernur Riau Syamsuar mengecam aksi tersebut sebab sangat meresahkan masyarakat.

Namun Gubernur Riau Syamsuar merasa bersyukur dan mengapresiasi langkah cepat aparat polisi yang berhasil pelaku teror yang meresahkan masyarakat Pekanbaru ini.

Gubernur Riau Syamsuar meminta agar semua pihak bisa menciptakan suasana tentram, damai, dan kondusif di Kota Pekanbaru dan seluruh wilayah di Riau.

Sebab selama ini Riau dikenal sebagai daerah yang aman dan kondusif, sehingga dirinya menyayangkan munculnya aksi teror ini. 

"Alhamdulillah pelakunya kan sudah ditangkap polisi.

Harapan saya, mari kita sama-sama ciptakan suasana aman dan kondusif di Riau," kata Gubernur Riau. 


Syamsuar mengajak menjaga kondusifitas yang selama ini sudah berjalan dengan baik, sehingga orang percaya dan mau berinvestasi di Provinsi Riau.

Sebab investor akan tertarik menanamkan modalnya di suatu daerah jika daerah tersebut aman dan kondusif serta jauh dari aksi teror. 

"Suasana aman dan kondusif ini dapat meningkatkan perekonomian Riau agar bisa lebih baik.



Tadi kan kami dengan pimpinan BI dan Forkopimda, Alhamdulillah hari ini Riau kondusif.

Sekarang kita berharap tumbuhnya investasi di Riau," ujarnya. 

Seperti diketahui, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru, berhasil menangkap 3 dari 4 pelaku teror pelemparan potongan kepala anjing.

Korbannya adalah seorang jaksa bernama Muspidauan, yang juga menjabat Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau.

Peristiwa terjadi pada Kamis (4/3/2021) malam lalu.

Dua pelaku pertama yang ditangkap masing-masing IP alias Iwan (39) dan DW alias Didi (39).

Mereka ditangkap pada Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.


Sedangkan satu pelaku lagi, baru ditangkap pada Kamis (11/3/2021) malam kemarin.

Lalu apa motif pelaku melakukan aksi teror tersebut?

Hal ini akan diungkap dalam kegiatan konferensi pers Polda Riau pada Jumat (12/3/2021) pagi ini, sekitar pukul 10.00 WIB.


Konferensi pers dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Penangkapan 2 pelaku teror pertama, sudah disampaikan Agung kepada Tribun pada Kamis kemarin.

"Kedua pelaku berhasil ditangkap tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru," kata Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Lanjut Kapolda Riau, kedua pelaku ini selain melakukan pelemparan kepala anjing ke kediaman Muspidauan, pada Kamis (4/3/2021), mereka juga yang menyiram bensin ke rumah warga bernama M Nasir Penyalai, pada Jumat (5/3/2021).

Awalnya disebutkan Irjen Agung, berdasarkan penyelidikan mendalam, tim berhasil mendapatkan informasi keberadaan pelaku IP alias Iwan.

Dimana yang bersangkutan sedang berada di rumah yang berada di dalam Kantor LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Pekanbaru. 

Selanjutnya tim langsung melakukan penggerebekan di rumah diduga pelaku IP alias Iwan, dan akhirnya berhasil mengamankannya.



Ketika diintrogasi, pelaku IP mengakui perbuatan yang dilakukannya, berupa melempar kepala anjing ke kediaman Muspidauan dan menyiram bensin ke kediaman M Nasir Penyalai.

"Adapun menurut keterangan pelaku IP alias Iwan, yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut bersama dengan 3 orang rekan lainnya, yaitu DW alias Didi, Bobi, dan Boy," jelas Kapolda Riau.

Tak ingin membuang waktu, tim langsung bergerak menuju ke rumah pelaku DW alias Didi.



Ia berhasil diamankan berikut 1 unit sepeda motor yang digunakannya saat melakukan perbuatan menyiram bensin ke rumah M Nasir Penyalai.

"Selanjutnya terhadap 2 orang pelaku tersebut langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut," ungkap Jenderal polisi yang menyandang pangkat bintang dua tersebut.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya berupa potongan kepala anjing dan sebilah pisau di kediaman Muspidauan.

Lalu 1 botol bekas air kemasan berisi bensin, serta 1 unit sepeda motor pelaku DW alias Didi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muspidauan menemukan potongan kepala anjing di teras rumahnya, pada Jumat (5/3/2021) usai pulang Sholat Subuh.

Selain itu, ada pula sebilah pisau dengan bercak darah.

Saat ia dan anaknya mengecek rekaman CCTV yang ada di rumahnya, kejadian pelemparan tersebut terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 22.35 WIB.

Sementara itu, aksi teror juga menimpa kediaman M Nasir Penyalai.

Pada Jumat (5/3/2021) sekira pukul 23.00 WIB, ia mendengar suara barang yang terjatuh di samping rumahnya. 

Lalu dia keluar dari rumahnya dan melihat tembok di sebelah rumahnya ada bercak siraman bensin serta 1 botol bekas air kemasan berisi bensin. 

Namun, diduga pelaku telah kabur terlebih dahulu ketika korban keluar rumah.

Artikel berjudul " Aksi Teror di Riau pada awal bulan Maret 2021 terjadi tiga kali berturut-turut dan aksi teror tersebut menyasar orang penting " ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono .





Editor: 1

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.