Kamis, 28 Mei 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Peristiwa
  • Spanduk 'Copot Camat Umar' Jadi Trending Topik Terbaru di Inhu

Spanduk 'Copot Camat Umar' Jadi Trending Topik Terbaru di Inhu

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Mei 2020 11:17
Julfi Hendra
aliansi pemuda Kecamatan Peranap dan DPD IPSPK3-RI yang bertulisan menolak Umar menjadi Camat Peranap akibat dari uangkapan Camat Umar
Inhu - Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, dihebohkan dengan banyaknya spanduk kain putih bertulisan merah, dengan tulisan "Berikan kami kebebasan, copot camat peranap umar" yang terpasang disejumlah titik jalan, spanduk tersebut juga terpasang di jalan Dwi Marta Peranap yang terkikis abrasi sungai Indragiri.

Informasi yang berhasil di himpun dari berbagai sumber, spanduk bertulisan protes terhadap kebebasan berpendapat tersebut dibuat oleh kelompok aliansi pemuda Kecamatan Peranap dan DPD IPSPK3-RI yang bertulisan menolak Umar menjadi Camat Peranap akibat dari uangkapan Camat Umar dalam rapat dihadapan para Kades se-Kecamatan Peranap dan para Kades se-Kecamatan Batang Peranap.

Seperti yang dikatakan perwakilan pemuda yang Peranap, Dody Respianto dikonfirmasi Selasa (19/5/2020) menjelaskan, spanduk bertulisan copot camat Peranap Umar merupakan bentuk protes yang disampaikan masyarakat terhadap kebebasan berpendapat.

"Beberapa waktu lalu, Camat Umar mengeluarkan pernyataan kalau jalan Dwi Marta Peranap tidak diperbaiki akibat dari, adanya masyarakat yang memvosting foto, vidio dan puisi di lokasin jalan rusak tersebut," kata Dody Respianto.

Atas pernyataan camat Umar tersebut, masyarakat meminta klarifikasi, apakah pernyataan Camat Umar mewakili pemerintah Kabupaten dan apakah betul jalan Dwi Marta Peranap tidak diperbaiki akibat dari adanya masyarakat yang memfosting menyebarluaskan foto dan vidio di jalan rusak tersebut. 

"Kami minta Pemkab Inhu mengklarifikasi pernyataan Camat Umar, dan kami minta Bupati Inhu Yopi Arianto mencopot Camat Umar dari jabatan Camat Peranap," tegasnya.  

Semantara itu, kordinator yang melakukan protes terhadap Camat Umar dan mengkordinatori pemasangan Spanduk penolakan terhadap Camat Umar, Syahoki Kepritedi SH dalam pernyataannya menyampaikan, kalau pihaknya kesal dengan pernyataan yang disampaikan Camat Umar di hadapan para kepala desa, yang menjelaskan tentang jalan Dwi Marta Peranap tidak dibangun oleh pemerintah.

"Camat umar menghalang-halangi aspirasi yang disampaikan masyarakat, kami minta BUpati Inhu segera mengklarifikasi pernyataan Camat Umar dan segera mencopot Camat Umar," ujar Syahoki Kepritedi kordinator aksi pemasangan spanduk.

Hingga berita ini diterbitkan, Camat Peranap Umar belum berhasil dikonfirmasi, dihubungi melalui telpon genggamnya tidak diangkat. *
Sumber: Inhu

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.