Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Keluarga Asih Tak Percaya, Anaknya Jadi Korban Pesugihan Teman Dekat

Peristiwa

Keluarga Asih Tak Percaya, Anaknya Jadi Korban Pesugihan Teman Dekat

liputan6.com
Rabu, 11 Sep 2019 09:23
liputan6.com

Damiri (39) adik Asih (45) mengaku tak percaya kakak pertamanya menjadi korban pembunuhan. Terlebih motif pembunuhan itu diduga sebagai tumbal pesugihan.

Asih dibunuh oleh teman lama kerjanya yakni OV (40) yang dibantu rekannya (40). JAsadnya ditemukan di semak-semak di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, 24 Agustus lalu.

Keluarga enggak percaya aja kalau Asih meninggal karena dijadiin tumbal pesugihan sama temennya," kata Damiri saat berbincang dengan Merdeka.com di kediamannya, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 10 September 2019. 

Damiri menjelaskan, kondisi jasad Asih saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh. Karena hanya beberapa bagian saja yang tersisa saat keluarga melihat jasadnya.

"Kondisi Asih ya enggak utuh mas, tinggal sisa kaya tengkorak kepala aja itu," ungkap Damiri.

Hal senada juga disampaikan oleh sang ibu, Masem (63). Dia dapat mengenali jasad korban dari perhiasan yang dipakai oleh Asih dan dari bagian tangan pada Asih.

"Saya ngenalin itu Asih dari antingnya, sama dari tangannya dia (Asih). Soalnya itu cuma gigi aja yang sisa," ujarnya.

Pengakuan Teman Korban Pesugihan

Masem pun bercerita, beberapa hari Asih meninggal dan telah dikuburkan, teman kerja Asih yang merupakan Cleaning Service (CS) yang bekerja di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami hal aneh.

"Temen kerja Asih ke sini (rumah), bilang katanya temennya itu ada yang kesurupan di lantai. Terus bilangnya 'ngapain saya dibawa ke rumah kosong'," cerita Masem.

"Temennya bilang kalau itu kaya suara Asih yang ngomong. Si Asih kan emang dibawa ke kontrakan," sambungnya.

Sementara itu, rekan kerja Asih mengaku sangat kehilangan. Sosoknya dikenal sangat supel. Karena, hampir setiap toko yang berada di Tanah Abang, kenal dengan Asih.

"Asih banyak yang kenal di tempat kerjanya (Tanah Abang). Soalnya Asih kan lemes, maksudnya cepet nyambung dan akrab sama orang. Makanya banyak dari teman kerjanya itu sampai Pasar Jaya kasih uang belasungkawa," ucapnya.

"Makanya ibu masih males buat ke Pasar (Tanah Abang), soalnya takut banyak yang nanya-nanya dan ibu masih belum kuat buat jawabnya," tutup Masem.


sumber: liputan6.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.