Jumat, 22 Okt 2021
SMSI
  • Home
  • Opini
  • Penganiaya Tenaga Kesehatan Harus Dihukum Berat

Opini

Penganiaya Tenaga Kesehatan Harus Dihukum Berat

Oleh : dr Wendra Saputra
admin
Sabtu, 17 Apr 2021 20:28
(foto: Istimewa)
dr Wendra Saputra

Penganiayaan terhadap tenaga medis kembali menjadi trending topik dunia pemberitaan kita. Perawat Rumah Sakit Siloam Palembang, dianiaya oleh orang tua pasien akibat ketidak fahaman yang bersangkutan dalam hal tindakan medis.  Menyikapi hal ini, pemerintah dan aparat terkait tak boleh abai. Pelaku penganiayaan mesti di beri hukuman setimpal, agar tindakan tak berperimanusian serupa tak lagi terjadi di ruang publik pada masa mendatang.

Seperti yang ramai di wartakan oleh insan penulis perkabaran.  Kronologis kejadiaan berawal dari perawat yang melepas Infus pasien yang merupakan anak dari pelaku penganiayaan.

Perawat sudah melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelepasan Infus namun masih menyebabkan perdarahan terjadi ditangan pasien, secara medis ini adalah hal yang biasa dan sudah ditangani dengan baik oleh Perawat yang berjaga dengan baik hingga mengganti kapas dan plester ditangan untuk menutup perdarahan pun telah dilakukan.

Namun tindakan yang merupakan Standar Operasional Prosedural (SOP) yang hanya bisa dilakukan oleh orang terlatih itu tak membuat orang tua pasien berpuas diri.

Si Ayah pasien tetap naik pitam  dan menganiaya perawat tersebut, tentu hal ini tidak dapat ditolerir karena perawat tersebut sudah melaksanakan SOP dengan benar dan efek dari perdarahan pun sudah teratasi.

Kejadian ini haruslah menjadi sorotan khusus dari aparat Kepolisian, jika ini dibiarkan, maka akan memungkinkan hal serupa terjadi pada perawat atau tenaga medis lainnya di masa datang, oleh mereka yang tak faham prosedur tindakan, namun berlaku bar-bar pada mereka yang sejatinya dipercaya oleh negara, hukum dan undan-undang untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

Profesi pelayanan kesehatan haruslah diberikan perhatian khusus dalam perlindungan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi dimasa pandemi ini, tugas perawat dan tenaga kesehatan lebih berat dari sebelumnya.

Mereka selain harus berjuang dalam merawat dan menyembuhkan pasien juga harus berjuang untuk menyelamatkan diri agar terhindar dari virus Covid-19.

Penjarakan Pelaku

Menanggapi hal ini tentu aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya harus bekerja profesional sehingga pelaku penganiayaan dapat dihukum dengan hukum yang setimpal.

Kita berharap, hukuman yang akan diterima pelaku bisa menjadi efek jera kedepannya, dan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya, untuk tidak semena-mena dalam berperilaku di ruang publik akibat kelabilan emosi dan kejiwaan keluarga pasien itu sendiri.

Jika ini dibiarkan atau dilalaikan, tak tertutup peristiwa yang sama akan dialami tenaga medis lainnya, sehingga membuat pekerjaan pelayanan terhadap masyarakat ini tidak aman lagi, dan tenaga medis pun bisa terpancing untuk over proteksi terhadap diri mereka dan pastinya akan mengurangi nilai-nilai pelayanan terhadap hajad hidup insani yang sejatinya berlandaskan kemanusiaan

Sebaliknya, jika pelaku diberikan hukuman yang setimpal, Inshaa Allah akan bisa menjadi pelajaran bagi yang lain kedepannya.

Sekali lagi, siapa pun kita,   sejatinya tak akan ikhlas dan diam untuk melihat tindakan barbarisme terjadi di ruang-ruang kemanusiaan, karena Indonesia kita adalah negeri yang sangat menjunjung tinggi etika, sopan santun dan welas asih (***)

Penulis adalah Kepala Puskesmas Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Mantan Aktivis Mahasiswa yang aktif menyuarakan kebenaran dan tenggang rasa di ruang-ruang kemanusiaan.

 

Opini
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Okt 2021 19:36

    Pemkab Rohil Teken MoU Dengan UIN Suska Riau

    ROHIL- Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dalam rangka peningkatan produktiv

  • Jumat, 22 Okt 2021 15:39

    Peringati Hari Santri Nasional Ke-4 Di Ponpes Hidayatul Salafiyah, Polda Riau Gelar Vaksinasi Serentak

    BANGKINANG - Memperingati Hari Santri Nasional ke-4 tahun 2021, Polda Riau menggelar vaksinasi massal di Pondok Pesantren Hidayatul Salafiyah Desa Utama Karya Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Ka

  • Jumat, 22 Okt 2021 08:21

    Bupati Siak : "RDTR Beri Kepastian Bagi Calon Investor Di Kawasan Industri Tanjung Buton"

    SIAK- Bupati Siak Alfedri didampingi Wakil Bupati Siak Husni Merza, mengikuti rapat Forum Group Discussion (FGD) 4 dan Konsultasi Publik (KP) 2 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Arahan Prioritas Nasion

  • Jumat, 22 Okt 2021 08:18

    Gelar Deklarasi Dukungan Pencalonan Ketua PWI dalam Konferkab Ke 5 , Kubu AP Usung PWI HEBAT

    BENGKALIS- Menjelang perhelatan Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis ke-5, pada tanggal 23 oktober mendatang, salah satu calon kandidat yang akan maju merebut

  • Jumat, 22 Okt 2021 07:18

    Sesuai UU Pers, Pergub 19/2021 Tidak Ada Menzalimi Siapapun

    PEKANBARU- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto menyebutkan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.