Jumat, 22 Okt 2021
SMSI
  • Home
  • Opini
  • Mulai dari Penyusup, ISIS hingga Bau Kentut

Mulai dari Penyusup, ISIS hingga Bau Kentut

Penulis : Dedi
Selasa, 29 Nov 2016 15:23
Ist.
Hendra Dedi Syahbudi
Suatu ketika, waktu itu harinya saya lupa, namun yang jelas belum lama, saya ngopi di sebuah warung tempat biasa kami penulis jalanan ini berkumpul, orang – orang itu bilang kami ini, wartawan.

Pagi  itu teman wartawan saya sudah pada pergi kelapangan memburu berita, biasalah makanan sehari – hari. Di warung itu ada saya dengan Wak Kumal, Wak Kumal ini punya nama lengkap Kamal Sirait, dia seorang penarik becak motor.

Tiba – tiba dia nanya ke saya. Ded, tadi malam aku nonton tivi, katanya,  tanggal dua Desember nanti mau demo lagi ya?. Sambil buka buka hape, singkat aja aku jawab," iya wak, tapi entah jadi entah tidak," jawabku singkat.

Lalu, nyeletuk lagi nih wak Kumal. " Katanya ada penyusup, ada orang – orang ISIS juga, itu apa maksudnya ya Ded?," tanyanya serius.

Wah, harus serius nih jawabnya, pikirku.

Lalu aku mulai menjawab perlahan semampuku. Penyusup itu seseorang yang masuk secara diam diam dengan maksud tertentu," jawabku sok pintar. Lalu dia nanya lagi," kata polisi yang di tivi itu, ada ISIS juga, kok tau polisi itu ya ded, gimanalah caranya itu, sampek sekarang nggak ngerti aku apa maksud semua itu, kau kan wartawan, coba kau jelaskan dulu," tanyanya  dengan nada seolah aku harus memberi jawaban yang tepat atas pertanyaannya.

Wah, Nambah puyeng lagi nih jawabnya. Sebab aku juga bingung jawabnya. Lalu aku mulai menjawab pertanyaan tentang cara polisi mengatahui penyusup itu dengan perumpamaan sebuah cerita.

Jadi gini Wak, ada cerita ini wak, itu sama susahnya dengan mencari tau siapa yang kentut di dalam bus.  Ceritanya, saat itu tiba – tiba saja seluruh penumpang bus itu panik karena terhirup aroma kentut yang sangat bau, tapi tak ada yang merasa telah mengeluarkan kentut. Semuanya menutup hidung, merasa sebagai korban dari keganasan bau kentut itu.

Kemudian dengan kecerdasannya si sopir dan kernet berkolaborasi untuk mengetahui siapa yang kentut tadi. Si kernet kemudian menarik ongkos ke semua penumpang mulai dari bangku depan sampai bangku belakang.Si kernet kemudian berteriak, " masih ada yang belum bayar..!!!?" tanya si kernet sampai 3x. 
"yang kentut tadi belum bayar..!!!" jawab si sopir dari depan. Kemudian salah satu penumpang berdiri, "Sudah mas, saya sudah bayar..!!" katanya protes. Lalu spontan semua orang tersenyum dan melirik kearah penumpang yang berdiri itu.

"Jadi si penyusup itu kira – kira begitulah mungkin polisi mencari taunya, " jawabku dengan senyum tipis.

Lalu, dengan kerut dikeningnya, ia bertanya lagi. Apa betul itu demo tanggal dua ini bela islam lagi, kan si Ahok sudah jadi tersangka, kayaknya ada maksud lain ini dari demo ini," ujarnya dengan nada tinggi, dan seolah – olah jawabanku tadi buat dia marah karena aku umpamakan dengan kentut.

Lalu aku mencoba  dinginkan suasana sejenak dengan mengatakan bahwa sebenarnya semua itu juga sudah dinyatakan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. " Ah, wak pun berarti tak sampek habis nonton tivi nya," kataku sambil menjelaskan bahwa Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2016) mengatakan bahwa, Polri meningkatkan sistem pengamanan dalam demonstrasi 2 Desember pekan depan. Pengamanan ekstra dilakukan untuk menjamin keamanan masyarakat juga mengantisipasi upaya teror seperti penyusup pada aksi 4 November.

"Kami waspadai, (demo 2 Desember) ini didomplengi lagi atau tidak. Kami selalu melakukan upaya kewaspadaan yang ditunjukkan dengan cara penyelidikan di aspek lain, termasuk jaringan teror," kataku menjelaskan pernyataan Kadiv Humas Polri itu.

Kemudian dengan lantang, dia kembali melontarkan entah pertanyaan entah penjelasan kepada saya. " Berarti sudah tak murni membela islam lagi lah itu, apa tak takut orang itu sama dosa," katanya sama aku.

Waduh, ini giliran aku yang pusing nih, diam – diam, wak ini pintar juga. Selanjutnya aku diam sajalah, diam entah karena takut cerita tambah panjang, entah karena habis akal.

Dan ternyata, dia cerita lagi nih, dia malah megatakan bahwa jika demo itu hanya mengatasnamakan Islam maka akan menjadi kendala diakhirat nanti. " Kacau nih, " pikirku.

Wak, biar tau kau ya wak, ( waduh, sekarang jadi aku yang dipanggilnya wak). Diakhirat nanti, ada umat Islam yang akan diusir oleh junjungan semestas alam ini. Karena kesalahannya selama di dunia, Rasulullah pun tak mau didekati mereka.

Sahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu mengisahkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim. Saat itu Rasulullah SAW sedang berjalan melewati kuburan dan mengucapkan salam:

"Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian".

Rasulullah SAW kemudian bersabda: "aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku".

Hal ini cukup membuat para sahabat heran. Mereka kemudian bertanya kepada Nabi   "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?". Rasulullah menjawab :

"Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak".

Sahabat kemudian bertanya lagi :  "wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?". Beliau menjawab:

"Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?"

Para sahabat menjawab : "tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya". Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda:

"Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia".

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nantinya Ia akan menunggu umatnya di pinggir telaganya di alam Mahsyar.  Namun Rasulullah menjelaskan bahwa diantara umatnya nanti akan ada yang diusir malaikat. Mereka seperti onta yang kehilangan sang pemilik sehingga mendatangi tempat-tempat minum orang lain namun akan diusir.

Namun Rasulullah SAW mengetahui bahwa mereka adalah umatnya karena memiliki tanda pernah berwudhu. Nabi pun kemudian akan memanggil mereka. Namun para Malaikat yang mengusir mereka dan berkata:

"Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan barangsiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan lewat beberapa orang yang melewati diriku, aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi menemui diriku." Beliau melanjutkan, "Sesungguhnya mereka termasuk umatku." Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui perkara yang telah mereka rubah sepeninggalmu." Kemudian aku (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam) bersabda: "jauhlah, jauhlah! bagi orang yang merubah (ajaran agama) sesudahku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi kau harus ingat ded, meninggalkan ajaran Nabi serta mengubahnya merupakan tindakan mengikuti musuh-musuh Allah SWT. Mereka bahkan memiliki slogan atas nama kemajuan jaman, modernisasi, kebudayaan dan peradaban. Agama Islam hanya bepegang pada dua hal, yakni Alquran dan hadist. Jika menyimpang selain itu, maka jangan pernah berharap untuk bisa minum di telaga Nabi Muhammad di Padang Mahsyar kelak. Wallahu a'lam bissawab," ungkapnya dengan nada sedikit tenang.

Aku pun terdiam seribu bahasa, dengan rendah aku berucap, " semoga saja, aksi damai nanti benar – benar di jalan yang sebenarnya," gumamku.

Namun dengan sedikit cerita, aku kembali menggugah hatinya. " Wak kita pun disini bercerita untuk membela kebenaran juga nya wak," kataku rendah.

" Iya, tapi sampai dimanalah pengaruhnya," timpalnya lagi. Ops, dapat celah lagi nih buat jawab panjang lebar," gumamku.

Lalu aku mulai bercerita, Dahulu saat Nabi Ibrahim AS dibakar oleh Raja Namrud, datanglah burung pipit yang bolak balik mengambil air dan meneteskan air itu diatas api yang membakar Nabi Ibrahim AS…


Cicak yang melihatnya tertawa…

Hai pipit…
Bodohnya yang kau lakukan itu..
Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja…
Manalah mungkin bisa memadamkan api itu…

Wahai cicak…
Memang tak mungkinlah aku bisa memadamkan api yang besar itu…
Tapi aku tak mau jika Allah melihatku diam saja saat sesuatu yang Allah cintai di zhalimi…
Allah tak akan melihat hasilnya apakah aku berhasil memadamkan api itu atau tidak…
Tapi Allah akan melihat dimana aku berpihak…

Cicak terus tertawa…
Dan sambil menjulurkan lidahnya, ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim AS…
Memang tiupan cicak tak ada artinya tak menambah besar api yang membakar Nabi Ibrahim AS…
Tapi Allah melihat dimana ia berpihak…

Mendengar cerita ku itu, dia pun senyum dan berkata," Iya wak, betul itu wak," jawabnya, lalu kami pun sama – sama terdim sambil menikmati secangkir kopi yang sudah hampir habis.

Jadi, mari kita sama – sama menahan diri, dengan mempercayakan segala sesuatu itu kepada ahlinya juga adalah salah satu ajaran islam, 'Si Dia' sudah tersangka, biarlah penegak hukum mengerjakan pekerjaannya, jika mereka menyalahgunakan kepercayaan itu, maka biarlah mereka yang berurusan kepada Tuhannya. Setidaknya mari kita berdoa agar Tuhan, Allah SWT menunjukkan kebenaran firmannya dihadapan penista.***

Penulis adalah Redaktur Pelaksana di www.spiritriau.com
Opini
Berita Terkait
  • Sabtu, 17 Apr 2021 20:28

    Penganiaya Tenaga Kesehatan Harus Dihukum Berat

    Penganiayaan terhadap tenaga medis kembali menjadi trending topik dunia pemberitaan kita. Perawat Rumah Sakit Siloam Palembang, dianiaya oleh orang tua pasien akibat ketidak fahaman yang bersangkut

  • Minggu, 08 Mar 2020 10:31

    Media dan Kemaslahatan Sosial

    SEBEBAS apa pun ruang yang dibuka oleh atmosfer kemerdekaan pers dewasa ini, kepentingan kemaslahatan dan kemanusiaan tetap merupakan mahkota yang harus dijaga dan ditegakkan dalam berjurnalistik.“P

  • Rabu, 26 Feb 2020 14:22

    Mendambakan Keadilan Sosial

    SYUKUR Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya.

  • Minggu, 22 Des 2019 17:51

    Entah Apa yang Merasukimu, MA?

    Ada fenomena “aneh” yang  terjadi beberapa hari ini yang melanda dunia per­adilan kita, fenomena tidak biasa yang belum pernah terjadi se­belumnya. Publik, khususnya ma­sya­rakat pecinta

  • Kamis, 05 Des 2019 01:04

    Modal Tarigan Diduga Sebar "Hoax" Soal Perceraian EP Dengan Suaminya

    MEDAN | Lagi Lagi , Modal (MT) menjadi Sorotan Sejumlah Media , Kemarean soal tudingan dugaan perselingkuhan nya dengan seorang wanita inisial EP . Namun kali ini , MT kembali di Flow Up ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.