Jumat, 22 Okt 2021
SMSI
  • Home
  • Nusantara
  • Dua Teroris Papua Pimpinan Fernando Worabai Menyerahkan Diri

Dua Teroris Papua Pimpinan Fernando Worabai Menyerahkan Diri

Admin
Kamis, 14 Okt 2021 16:44
merdeka.com

Dua orang simpatisan Kelompok Separatis Teroris (KST) kelompok Fernando Worabai menyerahkan diri. Keduanya berinisial EW dan EJR, yang menyerahkan diri ke Kantor Unit Intel Kodim 1709/YW.

"Penyerahan diri EW dan EJR ini merupakan hasil pendekatan Kodim 1709/Yawa, Polres Serui dan Komuniti Intel selama ini kepada para simpatisan," kata Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setyawan dalam keterangannya, Kamis (14/10).

Saat menyerahkan diri, keduanya juga membawa sejumlah barang bukti yang selama disimpannya seperti empat pucuk senjata laras penjang non organik, dua pucuk senjata laras pendek non organik, empat buah rangkaian laras non organik, satu HT Kenwood beserta charger.

"Amunisi tajam Kaliber 7,62 mm 11 butir, amunisi tajam Kaliber 5,56 mm 19 butir, amunisi hampa Kaliber 5,56 mm 19 butir, amunisi hampa Kaliber 3,8 mm 48 butir, bendera Bintang Kejora 7 lembar, surat dokumen deklarasi Partai Persatuan Papua dan Partai Demokrat Papua satu rangkap," sebutnya.

"Kalung menandakan persatuan Papua Merdeka satu buah dan tas noken yang digunakan untuk menyimpan bendera Bintang Kejora dan dokumen satu buah," sambungnya.

Selain itu, dalam penerimaan dua simpatisan itu Iwan didampingi Kasiter Kasrem 173/PVB Letkol Inf Usep Setyawan, Dandim 1709/YW Letkol Inf Leon, Kapolres Kep Yapen AKBP Naharudin da Kajari Negeri Serui Marcello Bellah, pada Rabu (13/10) sekira pukul 14.00 Wit.

"Dalam pertemuan tersebut kedua simpatisan menyampaikan bahwa penyerahan diri mereka dikarenakan timbulnya kesadaran tentang perjuangan Papua Merdeka adalah omong kosong belaka," jelasnya.

"Mereka menyakini Papua merupakan bagian dari NKRI, terbukti dengan begitu banyaknya pembangunan yang sudah dilaksanakan. Apalagi dengan melihat kemeriahan PON XX di Papua, semakin menyakinkan bahwa Papua merupakan bagian NKRI," tambahnya.

Sehingga, hal itulah yang memutuskan mereka untuk menyerahkan diri dan beberapa barang bukti yang selama ini telah mereka simpan.

"Mereka menyadari barang-barang tersebut justru akan menyebabkan banyak masalah," ujarnya.


Dengan adanya penyerahan diri dari dua orang tersebut, Fernando Worabai diimbau untuk kembali ke NKRI dan melupakan rasa sakit hatinya karena pernah gagal saat masuk kepolisian.

"Saatnya untuk memikirkan masa depan anak-anaknya yang akan menjadi generasi penerus Papua, yang mungkin dapat meneruskan cita-cita Fernando Worabai untuk menjadi polisi atau tentara," ungkapnya.

Lalu, terkait dengan penyerahan diri terhadap keduanya itu. Mereka tak ingin identitasnya itu disebarluaskan.

"Kedua mantan simpatisan tidak menginginkan identitas diri mereka dipublikasikan untuk menjaga keamanan diri mereka dan keluarga," tutupnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.