Jumat, 22 Okt 2021
SMSI
  • Home
  • Nusantara
  • Belasan Hektare Lahan di Sumsel Terbakar dalam 2 Bulan Terakhir

Belasan Hektare Lahan di Sumsel Terbakar dalam 2 Bulan Terakhir

Admin
Selasa, 22 Jun 2021 13:53
merdeka.com

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan memasuki musim kemarau tahun ini mulai terjadi. Dalam waktu dua bulan terakhir, sudah ada 17 hektare lahan yang terbakar.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengungkapkan, dua daerah yang mendominasi terjadi karhutla berada di Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 8 hektare dan Musi Banyuasin (Muba) seluas 9 hektare. Karhutla terjadi di lahan kosong atau tidur dengan vegetasi semak belukar, gambut, dan rawa.

"Data yang masuk baru di Ogan Ilir lebih kurang 8 ha dan Muba ada 9 ha. Sementara data karhutla di daerah-daerah lain belum diterima," ungkap Ansori, Selasa (22/6).

Dikatakan, setiap karhutla berhasil dipadamkan tim satgas udara dan darat dalam kurun waktu tiga sampai lima jam kemudian. Ketersediaan air di sungai dan kanal memudahkan petugas dalam menjalankan misinya.

"Sejauh ini air masih tersedia, hanya medan yang sulit ditembus tim darat menjadi kendala saat pemadaman," kata dia.

Menurut dia, potensi karhutla masih sangat besar seiring datangnya musim kemarau dan puncaknya pada Agustus-September 2021. Intensitas hujan yang sudah jarang terjadi membuat lahan menjadi kering dan rentan terbakar, baik tanpa sengaja terlebih disengaja.

Potensi karhutla tersebut dibuktikan dengan meluasnya hotspot di provinsi itu. Berdasarkan catatan dari Lapan Modis, hotspot hingga 22 Juni 2021 sebanyak 154 titik. Jumlah ini naik drastis dibanding sepanjang bulan lalu di angka 139 titik.

Hotspot terbanyak tahun ini berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir berjumlah 98 titik, Banyuasin (63 titik), Penukal Abab Lematang Ilir (60 titik), Lahat (58 titik), Musi Banyuasin (52 titik), Musi Rawas (47 titik), Muara Enim (27 titik), dan Ogan Ilir (25 titik).

"Tim di lapangan terus memonitor kondisi di lapangan dan segera menangani jika terjadi kebakaran. Masyarakat juga diimbau tak lagi membuka lahan dengan membakar," pungkasnya. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.