Jumat, 22 Okt 2021
SMSI

Amien Rais: Freeport Menjadi Kanker Indonesia

Jumat, 18 Des 2015 08:27
YOGYAKARTA - Tokoh nasional Amien Rais memiliki pandangan terkait operasional perusahaan asing PT Freeport Indonesia di Papua. Bahkan, pandangan itu sudah lama dipikirkan bapak reformasi ini.

"Saya punya pendapat, sudah saya pikir lama ini tentang freeport," katanya usai menghadiri peluncuran buku berjudul 'Malam Malam Terang' karya Tasniem Rais & Ridho Rahmadi (Anak dan menantunya) di Toko Buku Togamas, Jalan Affandi Gejayan Yogyakarta.

Amien melihat PT Freeport seperti penyakit kanker ganas untuk perekonomian Indonesia. "Freeport itu adalah parasit, benalu, dan bahkan sudah menjadi kanker ekonomi buat bangsa," katanya.

Jadi, lanjut Amien, Freeport ini berusaha untuk mencapai tujuan dengan segala cara ditempuh. Amien membeberkan beberapa hal seperti, pengrusakan lingkungan hidup di muka bumi. "Freeport ngemplang pajak mungkin ribuan triliun sejak tahun 1967," katanya.

Kemudian, kata Amien, juga terjadi banyak kasus pelanggaran HAM. Ratusan orang Papua ditembaki oleh satpam Freeport karena mengais rejeki satu dua gram emas dilimbah perusahan. "Freeport selalu berusaha menyogok petinggi TNI atau Polri atau Pejabat Tinggi seolah-olah menjebak," katanya.

Jadi, menurut Amien, saat ini waktu yang tepat untuk mengatakan cukup sudah pada perusahaan itu. Tidak perlu lagi kata perpanjangan kontrak karena sudah selesai. "Tapi kalau nanti Pak Jokowi masih memperpanjang lagi kontrak, berarti bangsa ini masih akan menjadi budak," tegasnya.

Amien berharap Presiden Jokowi memiliki terobosan baru dengan menyudahi kontrak dengan PT Freeport. Belum ada Presiden, mulai Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono berani menyudahi kontrak dengan PT Freeport. "Siapa tahu Pak Jokowi ini berani. Kalau berani, 90 persen rakyat di belakangnya (membela presiden jokowi)," ujarnya.

"Jadi caranya, tanpa melanggar hukum internasional dengan mengatakan; hai Freeport, kami tidak akan memperpanjang kontrak, selesai sudah," katanya.

Sebelum berpisah dengan Freeport, lanjut Amien, harus dikalkulasi kerugian. Freeport juga harus membayar untuk pemulihan lingkungan yang sudah hancur.

"Jadi tidak boleh misal maling ketangkap dilepas begitu saja, tapi kembalikan dulu," katanya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Okt 2021 15:39

    Peringati Hari Santri Nasional Ke-4 Di Ponpes Hidayatul Salafiyah, Polda Riau Gelar Vaksinasi Serentak

    BANGKINANG - Memperingati Hari Santri Nasional ke-4 tahun 2021, Polda Riau menggelar vaksinasi massal di Pondok Pesantren Hidayatul Salafiyah Desa Utama Karya Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Ka

  • Jumat, 22 Okt 2021 08:21

    Bupati Siak : "RDTR Beri Kepastian Bagi Calon Investor Di Kawasan Industri Tanjung Buton"

    SIAK- Bupati Siak Alfedri didampingi Wakil Bupati Siak Husni Merza, mengikuti rapat Forum Group Discussion (FGD) 4 dan Konsultasi Publik (KP) 2 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Arahan Prioritas Nasion

  • Jumat, 22 Okt 2021 08:18

    Gelar Deklarasi Dukungan Pencalonan Ketua PWI dalam Konferkab Ke 5 , Kubu AP Usung PWI HEBAT

    BENGKALIS- Menjelang perhelatan Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis ke-5, pada tanggal 23 oktober mendatang, salah satu calon kandidat yang akan maju merebut

  • Jumat, 22 Okt 2021 07:18

    Sesuai UU Pers, Pergub 19/2021 Tidak Ada Menzalimi Siapapun

    PEKANBARU- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto menyebutkan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di

  • Rabu, 20 Okt 2021 11:32

    Usut Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 7 Saksi

    Kejaksaan Agung kembali memeriksa saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero). Penyidik meminta keterangan dari tujuh oran

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.