Minggu, 24 Jan 2021
SMSI
  • Home
  • Lingkungan
  • Ketua BPD Desa Buluh Manis Kecam Pihak PMKS PT. SIPP Yang Tidak Peduli Lingkungan

Ketua BPD Desa Buluh Manis Kecam Pihak PMKS PT. SIPP Yang Tidak Peduli Lingkungan

Laporan : Erwin F Nababan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 24 Nov 2020 13:17
Tim
Ketua BPD Desa Buluh Manis
Duri - Jebolnya kolam limbah cair milik perusahaan minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Sawit Inti Prima Perkasa (SIIP) Jalan Rangau Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis pada ( 3/10/20) lalu hingga saat ini masih menyisakan derita bagi warga sekitar aliran Sungai Pudu.

Dan bahkan hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar pabrik, terutama warga yang di Desa Buluh Manis dan Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan yang merupakan pengguna sungai Pudu yang terindikasi berdampak aliran limbah tersebut.

Ketua BPD Desa Buluh Manis Masriyanto mengatakan kejadian jebolnya kolam limbah pada (3/10/20) lalu merupakan kejadian kedua.

"Dan pada kejadian pertama dan kedua ini pihak perusahaan terkesan acuh terhadap lingkungan. Seakan tidak peduli dengan dampak pencemaran limbah di sungai Pudu sampai ke jembatan 1", kesal Masrianto kepada wartawan.

Padahal waktu jebolnya kolam pada (3/10/20) lalu menimbulkan dampak yang begitu nyata terhadap kondisi air Sungai Pudu. Hingga menimbulkan ribuan ekor ikan berbagai jenis mati.

"Hari itu ada ribuan ekor ikan baung besar dan kecil dan jenis ikan lainnya yang mati terdampar. Dan ini tentunya menimbulkan kerugian besar bagi warga yang penghidupannya mencari ikan di sungai tersebut. Namun yang anehnya perusahaan tersebut terlihat santai saja dan aktivitas pabrik berjalan terus tanpa kendala. Hal ini membuktikan tidak ada pihak yang memberi sanksi atas keteledoran itu", terang Ketua BPD Desa Buluh Manis itu.

Ditambahkannya, bahwa saat kejadian jebolnya 4 kolam limbah tersebut dia bersama warga lainnya langsung turun ke TKP.

"Waktu itu ada pihak perusahaan berjanji akan bertemu dengan warga sekitar. Namun hingga saat ini janji tersebut belum terwujud. Ini bukti jika pihak PMKS SIPP acuh dengan lingkungan dan juga masyarakat lingkungan", imbuhnya kemudian.

Pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut karena merupakan kelalaian dalam menangani limbah yang berdampak terhadap lingkungan. Konon belum memiliki ijin resmi pengelolaan limbah.

Kehadiran perusahaan tersebut ternyata tidak memberikan nilai tambah bagi warga sekitar.

"Awalnya kita sangat menyambut baik kehadiran perusahaan di daerah kita. Namun yang terjadi apa, jangankan program CSR nya kepedulian terhadap lingkungan dan temu ramah bersama masyarakat lingkungan juga tidak ada, yang dapat adalah dampak limbahnya", kesalnya lagi.

Masih menurut Ketua BPD Desa Buluh Manis, ia berharap agar pihak pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup berperan dalam hal ini.

"Jangan hanya ijin yang dikeluarkan. Akan tetapi tolong diarahkan perusahaan melaksanakan CSR  dan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat lingkungan serta berupaya melakukan pembersihan sungai dari pencemaran limbah. Jangan ditunggu amarah masyarakat untuk melakukan tindakan", pungkasnya.
-win- 
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.