Benda ini mengungkap salah satu misteri hilangnya suku Maya
Jumat, 11 Nov 2016 11:46
Dos Pilas merupakan salah satu situs penting yang ditinggalkan bangsa Maya. Bekas kota kuno ini memegang peranan penting dalam menguak sejarah kehancuran bangsa Maya. Dos Pilas sempat menyaksikan perang saudara besar-besaran. Namun bukti sejarahnya terkubur tanah selama berabad-abad. Ketika terjadi badai besar di Guatemala pada tahun 2001, Dos Pilas ikut tersapu. Arus yang kuat melucuti lapisan sedimen yang menutupi sebuah tangga kuno peninggalan suku Maya.
Dilansir Britannica, Dos Pilas dulunya adalah ibukota kuno dari kerajaan Maya Petexbatun, Guatemala. Letaknya di dekat Sungai Salinas yang sekarang bernama Peten. Pada puncak kejayaannya, kerajaan ini mencakup area seluas 3.885 kilometer persegi.
Hingga pergantian abad 21, para arkeolog masih bertanya-tanya apa yang terjadi pada Dos Pilas dan seluruh bangsa Maya. Saat itu, para ahli berpendapat kalau peradaban Maya terdiri dari negara-negara kecil dengan koneksi lemah yang dinaungi oleh sebuah kerajaan besar. Namun penemuan beberapa anak tangga berhias hieroglif telah membuka tabir misteri kehancuran bangsa Maya secara tiba-tiba pada tahun 900, meskipun hanya sebagian. Riwayat yang tertulis pada anak-anak tangga itu mengisi jeda 60 tahun yang hilang dalam sejarah kehancuran bangsa Maya.
Rangkaian huruf-huruf kuno itu menceritakan hikayat panjang tentang berdirinya Dos Pilas pada tahun 629 dan berbagai peristiwa penting yang melibatkan negara tersebut dalam salah satu perang dunia terbesar di masa lalu. Awalnya, Dos Pilas tunduk di bawah Tikal. Raja Dos Pilas merupakan saudara dari raja Tikal. Kemudian, raja Dos Pilas ditaklukkan oleh Calakmul, sebuah negara kota dengan kekuasaan besar di Meksiko. Pasca penaklukan, Dos Pilas membelot dan menyatakan perang kepada Tikal. Setelah pertempuran selama bertahun-tahun, akhirnya Tikal jatuh.
Tangga peninggalan suku Maya di Dos Pilas, Guatemala Flickr/Jocelyn SauriniMenurut arkeolog Federico Fahsen kepada National Geographic, teks-teks kuno itu menjelaskan pertumpahan darah yang mewarnai penaklukan Tikal. "Tangga di bagian barat sangat sadis. Bertuliskan 'darah menganak sungai dan tengkorak orang-orang dari pusat kota Tikal menggunung." Setelah menaklukkan Tikal, Dos Pilas melakukan invasi ke negara-negara lain dan menjadi negara dengan kekuasaan besar di bawah Calakmul sebelum musnah pada tahun 760. (merdeka.com)
Lifestyle
Serangan Roket Hizbullah Lukai Sejumlah Tentara Israel di Lebanon Selatan
LEBANON SELATAN â€" Serangan roket yang dilancarkan kelompok Hizbullah dilaporkan melukai lima tentara Israel Defense Forces (IDF), di wilayah Lebanon selatan.Dilansir dari trtworld, Kamis (16/4/
Evakuasi Tahap III, Kemlu RI Pulangkan 45 WNI dari Iran
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Dalam evakuasi tahap III ini, sebanyak 45 orang dipulangkan ke Tanah
Satu Terdakwa Kasus Pemerasan Kemnaker Ajukan Diri Jadi Saksi Mahkota
JAKARTA - Salah satu terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajukan diri menjadi saksi mahk
Helikopter PK-CFX Diduga Jatuh di Perbukitan Terjal Sekadau Kalbar
JAKARTA â€" Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan perkembangan terbaru terkait helikopter PK-CFX yang hilang kontak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Heliko
Dosen Universitas Budi Luhur Dipecat Usai Diduga Lecehkan Mahasiswi
JAKARTA - Universitas Budi Luhur memutus hubungan kerja (PHK) terhadap seorang dosen berinisial Y, yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.Rektor Universitas