Rabu, 28 Jul 2021
SMSI
Iklan Prodek
  • Home
  • Lifestyle
  • 9 Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging saat Idul Adha

9 Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging saat Idul Adha

Admin
Senin, 19 Jul 2021 16:47
Fimela.com

 Hari Raya Idul Adha identik dengan berbagai sajian olahan daging. Pasalnya pada momen ini, umat muslim melakukan ibadah sunnah muakad, yakni berkurban.

Banyak orang yang mengolah daging menjadi sate, rendang, atau semur agar awet dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Mengonsumsi daging memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal pembentukan otot, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mencegah anemia.

Namun, memakan daging secara berlebihan juga berdampak buruk untuk kesehatan tubuh. Lantas apa saja dampak buruk dari makan daging secara berlebihan? Dikutip dari laman bustle, berikut ini selengkapnya.

 

1. Dehidrasi

Berdasarkan studi dari University of Connecticut menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi protein dapat menyebabkan ginjal memproduksi urin lebih pekat, yang pada gilirannya menyebabkan dehidrasi.

Jika kamu mengalami dehidrasi, maka hal ini akan mempengaruhi segalanya, mulai dari tingkat energi, kram otot, hingga kulit.

2. Bau badan

Sebuah studi dari Journal Chemical Senses menemukan bahwa orang yang makan makanan non-daging memiliki bau badan yang dinilai secara signifikan lebih baik, dan kurang intens daripada bau badan pemakan daging.

3. Sembelit

Makan banyak daging sebagai pengganti karbohidrat dapat menyebabkan sembelit, karena daging tidak mengandung serat.

Oleh karena itu, untuk meringankan sembelit, kurangi asupan daging dan tingkatkan asupan karbohidrat kompleks serta buah dan sayuran.

4. Sakit kepala

Tidak mengherankan jika daging dapat menyebabkan sakit kepala mengingat terlalu banyak daging dapat menyebabkan dehidrasi. 

Selain itu, karbohidrat adalah bahan bakar untuk otak, jadi ketika kita makan banyak daging dan tidak cukup karbohidrat, ini bisa menyebabkan sakit kepala dan fungsi mental yang buruk.

5. Peningkatan risiko kehilangan penglihatan

Konsumsi daging merah yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab nomor satu kebutaan di antara orang Amerika yang lebih tua. 

"Alasan di balik hubungan itu adalah bahwa lemak jenuh dalam daging dianggap berbahaya bagi pembuluh darah kecil mata," kata ahli diet, Julie Upton, MS, RD.

"Beberapa bahan kimia (nitrosamin) di beberapa daging olahan juga dianggap sebagai penyebab kerusakan mata." lanjut dia.

6. Tulang lemah

Protein dalam jumlah super tinggi dapat meningkatkan kehilangan kalsium melalui urin, yang penting untuk membangun tulang yang kuat

. Hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi kalsium yang cukup untuk sementara waktu, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak dipikirkan banyak orang saat mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

7. Kelelahan

Konsumsi daging yang berlebihan bisa membuat kamu merasa lelah jika kamu tidak mencernanya dengan baik. Sebab, daging secara inheren lebih sulit dicerna oleh sistem kita karena membutuhkan lebih banyak pekerjaan.

8. Bau mulut

“Diet terlalu tinggi protein dan lemak dengan karbohidrat yang tidak cukup dapat menyebabkan tubuh memproduksi keton," kata Jaime Gnau, seorang ahli diet di Missouri State University. "Keton dilepaskan melalui napas dan menyebabkannya berbau seperti aseton."

9. Masalah usus

Bakteri usus kita memiliki efek mendalam pada kesehatan kita dan apa yang kita makan penting untuk memastikan jumlah bakteri baik kita lebih banyak daripada bakteri jahat.  

Untuk itu, kamu tidak boleh hanya mengonsumsi daging saja. Kamu juga harus mengimbanginya dengan konsumsi serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari bakteri usus yang buruk.

Sumber: Fimela.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.