Rabu, 25 Nov 2020
SMSI
  • Home
  • Kesehatan
  • Terapkan Protokol Kesehatan Covid 19, RT Muara Basung Ini Di Tuding Bubarkan Direct Selling AMAN

Terapkan Protokol Kesehatan Covid 19, RT Muara Basung Ini Di Tuding Bubarkan Direct Selling AMAN

Laporan : Erwin F Nababan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 21 Nov 2020 20:17
Tim
Foto
Pinggir - Hermanto, salah seorang Ketua RT di Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir yang dituding arogan dan membubarkan kegiatan Direct Selling yang dilakukan Tim  Paslon nomor 2 Abi Herman (Aman) angkat bicara.

Herman mengaku tak habis pikir dengan cara-cara yang dilakukan oleh tim paslon nomor 2 yang seakan  memposisikan diri selaku paslon yang dirugikan. Sementara kejadian sebenarnya tak seperti yang di beritakan oleh tim nomor 2 itu.

"Saya tak menyangka kejadiannya dimanfaatkan oleh tim paslon nomor 2 untuk kepentingan mereka. Makanya saya harus beri penjelasan. Terlalu naif jika saya dikatakan membubarkan kampanye Aman. Saya hanya RT yang mengakomodir keluhan warga. Warga saya takut orang asing datang ke kampungnya karena wabah Corona. Mereka tak ingin orang mendatangi rumahnya karena takut Corona," jelas Hermanto, Sabtu (21/11/2020).

Dikatakannya, ditengah Pandemi Corona ini, wajar ada ketakutan warganya terhadap orang asing yang datang lantaran status kesehatan orang itu tak jelas. Apa bebas Corona atau jangan-jangan positif Corona.

"Wajar warga saya menolak kedatangan orang asing karena wabah Corona ini. Apa ada jaminan mereka yang datang bebas Corona," jelasnya lagi.

Di sebut Hermanto, memang ada calon bupati Bengkalis nomor urut 3 Kasmarni  yang tinggal tak jauh dari pemukimannya. Namun tim Kasmarni-Bagus (KBS) nomor urut 3 itu tak pernah datang dari rumah ke rumah hanya untuk mengharap suara warganya.

"Tim paslon nomor 3 saja tak pernah mendatangi rumah-rumah kami. Ini orang luar pula yang datang, yang tak jelas kondisi kesehatannya. Wajar kalau warga saya takut dan minta saya menghadapinya. Apalagi mereka kadang datang ke rumah tanpa permisi ke tuan rumah ," jelas Hermanto lagi.

Disampaikan Hermanto, pasca kejadian itu, malamnya dia didatangi 5 orang laki-laki tak dikenal (OTK) ke kediamannya. Dia heran dengan kedatangan OTK malam-malam ke rumahnya hingga terjadi adu mulut.

"Saya sempat di dorong oleh orang yang datang ke rumah saya. Mereka mau intimidasi saya dengan cara-cara premanisme. Saya tak akan takut. Ini kampung saya" jelasnya.

Hermanto pun mengaku tak mengerti pola-pola yang dijalankan tim paslon nomor 2 itu. Dia dituding arogan padahal dia hanya ingin menjaga warga dikampungnya yang rata-rata orang desa itu.

"Saya juga dibilang arogan karena menepuk dada. Padahal saya hanya tak suka mereka mempoto-poto saya. Sekalian saja saya bilang poto sekalian. Jelas-jelas mereka orang luar merasa lebih hebat pula dari kami orang disini," jelasnya.
-win-
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.