Rabu, 28 Jul 2021
SMSI
Iklan Prodek

Oseltamivir Disebut Obat Setan, Ini Kata Dokter

Admin
Senin, 19 Jul 2021 16:43
okezone.com

SEJAK dikeluarkannya revisi Panduan Tatalaksana Pengobatan Covid-19 dari Lima Organisasi Profesi terkait dengan penggunaan Oseltamivir dan Azitromicin kepada pasien Covid-19, kini beredar kabar miring terkait dengan obat-obatan tersebut di masyarakat. Kabar tersebut menyebut bahwa Oseltamivir adalah obat setan, berbahaya, dan bisa merenggut nyawa.

Sebagaimana diketahui, revisi Panduan Tatalaksana Pengobatan Covid-19 dari Lima Organisasi Profesi menyebut bahwa pemberian obat antivirus dan antibiotik harus dengan resep dokter. Artinya kedua obat ini baru akan diberikan jika ada indikasi tertentu. Sebab penggunaan antibiotik yang berlebih pada era pandemi Covid-19, menjadi ancaman global terhadap meningkatnya kejadian bakteri multiresisten.

“Salah apabila ada anggapan bahwa Oseltamivir adalah obat berbahaya, menyebabkan kematian, bahkan tidak memberikan manfaat bagi pasien Covid-19,” tegas dr. Fajri.

Sebelumnya dr. Fajri pernah menjelaskan bahwa Oseltamivir merupakan obat antiviral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B. Obat ini bekerja dengan menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.

Oseltamivir diberikan secara empiris pada masa awal pandemi Covid-19. Karena sulitnya membedakan gejala pasien Covid-19 dan pasien yang terinfeksi virus Influenza. Saat ini Oseltamivir dapat ditambahkan pada kondisi di mana pasien Covid-19 diduga terinfeksi virus influenza.

"Harus sangat hati-hati dalam memberikan antibiotik dan antivirus karena dapat membuat resistensi antibiotik dan antivirus dan sangat berbahaya. Kecuali dengan indikasi tertentu berdasarkan penilaian dokter," kata dr. Fajri.

Dokter Fajri menjelaskan, berdasarkan publikasi Lancet terbaru pada 9 Juli 2021 menyimpulkan pada pasien Covid-19 dengan derajat ringan-sedang yang tidak dirawat di rumah sakit, pemberian Azitromisin tidak menurunkan risiko masuk rumah sakit dan kematian. (Tidak terbukti bermanfaat).

"Pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, pemberian Azitromisin tidak terbukti menurunkan risiko kematian, lama rawat inap, dan risiko pemakaian ventilasi mekanik. Sehingga pemakaian harus dibatasi kecuali ada indikasi kuat," tuturnya.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.