Senin, 17 Feb 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Hukrim
  • Warga Pekanbaru Jadi Pengendali Narkoba di Riau

Warga Pekanbaru Jadi Pengendali Narkoba di Riau

admin
Selasa, 28 Jan 2020 12:07
tribunnews.com

BENGKALIS - Buku rekening ini disita karena diduga dijadikan AF sebagai rekening untuk mengirimkan uang kepada Rivo yang merupakan kurir yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba bersama barang bukti 19 Kilogram sabu-sabu.


"Kita sempat bernegosiasi dengan istri AF, dari negosiasi ini akhirnya AF pulang ke rumahnya dan langsung diamankan Satres Narkoba Polres Bengkalis, kemudian langsung kita bawa ke Mapolres Bengkalis," kata Kasatres Narkoba Polres Bengkalis AKP Syahrizal.


Satres Narkoba Polres Bengkalis akhirnya berhasil menangkap AF alias Ade Vincent (31) warga Pekanbaru yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Satres Narkoba sejak berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 19 Kilogram pada Ahad (26/1/2020) sore kemarin.


Ade Vincent diduga sebagai pengendali atau penghubung peredaran narkoba yang memerintahkan tersangka Rivo untuk menjemput barang haram ini dari Bengkalis menuju Pekanbaru pada Rabu (22/1/2020) lalu.


Kasatres Narkoba Polres Bengkalis AKP Syahrizal mengatakan, AF diamankannya saat berada di rumah kontrakannya yang digeledah pihak Kepolisian Minggu sore kemarin.


Dari penangkapan Rabu pekan lalu Satres Narkoba melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah AF yang berada di Jalan Duyung Kota Pekanbaru.


"Kita awalnya melakukan penyelidikan di rumah kontrakan AF di Pekanbaru. Tim Polres Bengkalis di back up oleh Satres Narkoba Polresta Pekanbaru," terang Kasatres Narkoba Polres Bengkalis.


Saat di rumah AF petugas melakukan penggeledahan rumah yang disaksikan langsung istri tersangka. Dalam penggeledahan ini petugas mengamankan buku rekening istri AF.


Buku rekening ini disita karena diduga dijadikan AF sebagai rekening untuk mengirimkan uang kepada Rivo yang merupakan kurir yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba bersama barang bukti 19 Kilogram sabu-sabu.


"Kita sempat bernegosiasi dengan istri AF, dari negosiasi ini akhirnya AF pulang ke rumahnya dan langsung diamankan Satres Narkoba Polres Bengkalis, kemudian langsung kita bawa ke Mapolres Bengkalis.


Menurut Kasat, dari pemeriksaan terangka AF tidak mengakui perbuatannya sebagai pengendali atau penghubung peredaran narkoba yang berhasil diungkap Satres Narkoba Bengkalis.


Meskipun tidak mengakui, pihaknya memiliki bukti kuat terkait keterlibatan AF, seperti bukti pengiriman duit melalui rekening istrinya.


AF mengatakan uang yang dikirim kepada Rivo merupakan milik Rivo."Tersangka AF ini tidak mengakui dirinya sebagai penghubung. Tapi kita memiliki bukti yang kuat, bahkan tersangka Rivo mengakui dirinya disuruh oleh AF," ungkap Kasatres Narkoba.


Kronologi Penangkapan


Satres Narkoba diawal tahun ini kembali mengungkap peredaran Narkoba jenis sabu-sabu dalam jumlah besar pada Rabu (22/1/2020) siang.


Tidak tangung-tangung Satres Narkoba Polres Bengkalis mengamankan sebanyak 19 bungkus narkoba diduga memiliki berat 19 kilogram sabu-sabu.


Penangkapan ini merupakan hasil kerjasama Satres Narkoba Polres Bengkalis dengan Kantor Pelayanan dan Pemeriksaan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Bengkalis.


Dalam penangkapan ini tim gabungan berhasil mengamankan tiga tersangka.Tiga tersangka diamankan secara terpisah oleh tim gabungan yang dipimpin langsung KBO Satres Narkoba Polres Bengkalis Iptu Tony Armando bersama personilnya dan di backup personil Bea Cukai Bengkalis.


Tiga tersangka diduga kurir narkoba yang berhasil diamankan yakni Rivo Lisando (24) warga Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat.


Sedangkan dua tersangka lagi yakni M Zawawi (31) warga Lampung Selatan Provinsi Lampung dan Ian Faradeso (27) juga warga Lampung Selatan.


Penangkapan yang dilakukan Satres Narkoba Polres Bengkalis berawal dari informasi yang diterima mereka akan adanya transaksi narkoba Rabu siang hari disekitaran perairan Selat Bengkalis.


Informasi ini langsung ditindak lanjuti Kasatres Narkoba Bengkalis melakukan penyelidikan.Tim Satres Narkoba bekerjasama dengan Bea Cukai Bengkalis dengan menggunakan kapal patroli BC 15048 dan BC 60.


Kapal ini melakukan patroli mengamankan selat Bengkalis terkait akan adanya transaksi diperairan.


Selain di laut, petugas gabungan juga melakukan pengawasan disekitaran daratan sumatera wilayah Kecamatan Bukit Batu.

Namun kepastian adanya transaksi baru di dapat tim gabungan sekitar pukul 11.00 WIB.


Transaksi terjadi di Desa Bukit Batu dari informasi yang di dapat petugas.Kemudian barang haram tersebut dibawa dengan mengendarai mobil mengarah ke Pekanbaru.'


Sekitar pukul 11.20 petugas melihat kendaraan jenis avanza berwarna silver melintas di Desa Bukit Batu.


Tim yang mencurigai kendaraan ini langsung membuntutinya. Sekitar lima belas kilometer berjalan petugas akhirnya mencoba memberhentikan mobil ini di sekitaran desa Buruk Bakul jalan lintas menuju Pekanbaru.


Ketika diberhentikan di dalam mobil berada seorang pengemudi yang diketahui identitasnya bernama Rivo.

Saat dilakukan pemeriksaan kendaraan, petugas menemukan bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 19 bungkus dalam kemasan plastik berwarna hijau kuning bertulisan cina.


Selain barang bukti tersebut petugas juga mengamankan tas bermerk Supreme dari dalam mobil.


Selanjutnya petugas langsung melakukan introgasi terhadap Rivo.Pengakuan tersangka barang bukti ini akan di bawa ke Pekanbaru.


Nantinya di Pekanbaru sudah ada yang menjemputnya, namun tersangka Rivo ini tidak mengenal orang yang menjemput barang haram ini.


Berdasarkan penangkapan ini Satres Narkoba melakukan pengembangan dan menuju Pekanbaru untuk mengetahui penerima barang haram ini.


Sampainya di Pekanbaru sekitar pukul 15.00 WIB menemukan orang yang akan menerima barang haram ini. Tepatnya SPBU Jalan Lintas Timur kilometer lima belas kulim.


Saat diamankan penerima ini sedang berada di dalam mobil dua orang atas nama M Zawawi dan Ian Paradeso. Kedua tersangka saat di introgasi mengaku suruhan dari seorang pria bernama Kak Vi warga Palembang. Mereka diperintahkan menjemput narkoba jenis sabu-sabu ini untuk di bawa ke Palembang.


Antara kurir narkoba yang menjemput barang haram ini ternyata tidak saling mengenal. Tiga orang ini suruhan orang yang berbeda.


Rivo mengaku suruhan orang yang mengaku bernama AF alias Batak alias Ade Vincent warga Pekanbaru. Dia disuruh hanya untuk mengambil barang haram ini dari Bengkalis dan di bawa ke Pekanbaru.


Kemudian saat membawa barang diberikan nomor telpon penjemputnya yakni Zawawi dan Ian. Zawawi dan Ian merupakan suruhan orang Palembang bernama Kak Vi untuk membawa barang haram ini dari Pekanbaru ke Palembang.


Editor: 1

Sumber: tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.