Sabtu, 19 Sep 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Hukrim
  • Warga Langgam Pelalawan Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Gegara Simpan Dua Batang Gading Gajah,

Warga Langgam Pelalawan Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Laporan: Febri. S
admin
Rabu, 05 Agu 2020 20:00
PELALAWAN- Segala macam yang ada di semesta ini, termasuk di bumi adalah ciptaan tuhan. Tentunya, perlu disyukuri keberadaannya. Di bumi indah ini, ada berbagai flora, fauna, yang bagus-bagus bentuknya plus punya nilai ekonomi tinggi.

Maksudnya, bisa dijual. Tapi tunggu dulu. Enggak sembarangan kalau mau tangkap apalagi jual. Karena ada aturannya. Apalagi Indonesia negara hukum, jadi ada aturan-aturan hukum positif alias ada undang-undang yang harus dipatuhi bersama. Jika melanggar, kena akibatnya.

Seperti tentang satwa itu ada aturannya di Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Di sana salah satunya diatur tentang perlindungan satwa-satwa tertentu.

Nah kalau melanggar ya bisa ditangkap polisi, diproses hukum.

Seperti yang dilakukan Solehudin (34) warga desa Segati Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Ia ditangkap pada tanggal 7 Juni 2020 lalu Dirkrimsus Polda Riau atas kepemilikan dua batang gading gajah seberat 3 kilo gram.

Hal ini terungkap saat tahap II penyerahan Solehudin sebagai terdakwa, oleh Dirkrimsus Polda Riau, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Rabu (6/8/2020).

Kajari Pelalawan Nophy Tennophero South, SH, MH melalui Kasi Pidum, Agus Kurniawan, SH, MH mengungkapkan, penangkapan kasus ini bermula ketika terdakwa, mendapatkan dua batang gading gajah, saat itu ia masih bekerja sebagai mandor di salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pelalawan.

Gading gajah itu terdakwa ambil, ketika melihat hewan bertubuh bongsor itu sudah mati. Alhasil, gading tersebut ia simpan dirumahnya didesa Segati. Berselang 6 bulan kemudian, lantaran berhenti bekerja ia pun berniat menjual gading gajah ini.

Singkat cerita kata, Kasi Pidum, terdakwa berhasil mendapatkan pembeli dua batang gading dengan harga Rp 21 juta dan dilakukan kesepakatan transaksi di sebuah rumah makan di Langgam. Hanya saja, sebelum terjadi transaksi ia pun ditangkap penyidik Dirkrimsus Polda Riau.

"Kini kita siapkan berkasnya, untuk proses persidangan. Kasus yang menjerat terdakwa terancam hukuman 5 tahun penjara," tandas Kasi Pidum.***
Polres Pelalawan
Berita Terkait
  • Jumat, 18 Sep 2020 20:21

    Pasangan Afrizal dan Sulaiman Perpaduan Rohil Daratan dan Rohil Pesisir

    ROKAN HILIR-Pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Afrizal dan Sulaiman  (AMAN), sosialisasi Jumat siang (18/09/2020) di Kelurahan Rimba Melintang dan  Kep

  • Jumat, 18 Sep 2020 16:12

    Pemilik Spiritriau.com Ditunjuk Sebagai Ketua SMSI Rohil

    Pekanbaru -Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau menunjuk Jonathan Surbakti S.Sos, sebagai Ketua Pengurus SMSI Kabupaten Rokan Hilir Masa Bakti 2020-2025.Penunjukan tersebut berd

  • Kamis, 17 Sep 2020 20:07

    Riau Catat 225 Kasus Baru Corona Hari Ini, Meninggal 9

    PEKANBARU " Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia hari ini, Kamis (17/9/2020), bertambah 3.635 orang. Dengan penambahan tersebut, total kasus positif virus Corona di Indonesia hari ini

  • Rabu, 16 Sep 2020 15:44

    Kajari Kuansing Pimpin Penggeledanan Hotel Tiga Pilar Gandeng Akuntan Negara

    TELUKKUANTAN - Kejari Kuantan singing (Kuansing) Hadiman SH MH, memimpin langsungn penggeledahan Hotel Kuansing di ruas Jalan Teluk Kuantan-Pekanbaru, Selasa (16/09/2020). Penggeledaaan dan cek f

  • Rabu, 16 Sep 2020 13:29

    Peringati HUT ke-65 Lalu Lintas, Polres Rokan Hilir Gelar Donor Darah

    TANAHPUTIH)-Dalam Rangka memperingati Hari Lalu Lintas Ke-65,Rabu (16/09/2020) Satuan Lantas (Satlantas) Polres Rokan Hlir (Rohil) menggelar Donor Darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Rohil,Seki

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.