Rabu, 03 Mar 2021
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Udah Pasang Spanduk,Ternyata Jual Beli Chip Higgs Domino Ilegal,3 Orang Berurusan dengan Polisi

Udah Pasang Spanduk,Ternyata Jual Beli Chip Higgs Domino Ilegal,3 Orang Berurusan dengan Polisi

Admin
Selasa, 19 Jan 2021 16:13
pekanbaru.tribunnews.com

KEPULAUAN MERANTI - Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Kepulauan Meranti menangkap tiga orang yang terlibat jual beli chip aplikasi higgs domino di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Penangkapan terjadi pada Senin tanggal 18 Januari 2021 sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Prihadi Tri Saputra SH mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi tentang adanya transaksi jual beli chip game online tersebut.

Bahkan di kedai kopi tempat jual beli chip itu juga dipasang spanduk pemberitahuan.

Diceritakannya kronologi penangkapan berawal pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021 sekira pukul 09.00 pelapor yang merupakan anggota kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat.

Bahwa telah terjadi permainan judi dengan menggunakan sarana aplikasi permainan higgs domino yang terdapat di dalam handphone.

Hasil dari permainan tersebut dikenal dengan sebutan chip.

Adapun chip tersebut dapat diperoleh dengan membayar sejumlah uang atau bisa dibeli dari penampung seharga Rp70.000 untuk 1 bilion.

Dapat ditukarkan kembali kepada para penampung seharga Rp62.000 untuk chip sebesar 1 billion.

Lebih lanjut dijelaskannya, lokasi penangkapan berada di salah satu kedai kopi yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Selatpanjang Selatan.

Adapun diduga pelaku dilakukan oleh seseorang berinisial BH alias Budi (32) bersama satu orang temannya berinisial YD alias Iyan (35) yang diketahui sebagai penampung.


Selanjutnya Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti melakukan penyelidikan.

Saat itu pelaku sedang melakukan transaksi pembelian chip dari seseorang berinisial BR (30).

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Kepulauan Meranti guna dilakukan penyelidikan.

Dikatakan Tri, pelaku dapat dikenai pasal perjudian.

Dijelaskannya, sesuai rumusan pasal 303 Ayat 1 atau 303 ayat 1 ke 2 KUHPidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, yang isinya:

‘Barang siapa dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi dan menjadikannya sebagai mata pencaharian atau dengan sengaja turut serta dalam perbuatan tersebut dan atau ikut serta main judi di jalan umum atau pinggir jalan umum atau di tempat yang dikunjungi umum.’

Adapun dugaan tindak pidana yang dilakukan adalah perjudian. Sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 303 Ayat 1 atau 303 ayat 1 ke 2 KUHPidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana .

“Dapat diancam dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah," kata AKP Tri Prihadi Saputra, Selasa (19/1/2021).

Dijelaskannya, adapun modus operandi yang dilakukan, BH alias Budi
selaku pemilik kedai kopi, selain menjual minuman juga memperjual belikan chip yang dapat dipergunakan sebagai bahan permainan higgs domino.

Dalam keseharian menjalankan usahanya, BH dan YD menunggu para pemain game untuk menjual chip yang dapat dipergunakan untuk permainan higgs domino.


Dalam kasus ini polisi melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp5.568,000 yang diduga hasil penjualan dan pembelian chip aplikasi higgs domino yang diperoleh dari BH dan YD.

Selanjutnya yang disita adalah uang tunai sebesar Rp434.000 dari BR selaku orang yang menjual chip kepada BH dan YD.

Tiga unit smartphone, satu buah buku jurnal untuk hasil perekapan jual beli chip dan spanduk pemberitahuan menerima jual beli chip higgs domino.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.