Rabu, 29 Jan 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Hukrim
  • Tolak Bayar Hutang, Asmara Polisikan Mantan Menantunya

Hukrim

Tolak Bayar Hutang, Asmara Polisikan Mantan Menantunya

admin
Rabu, 08 Jan 2020 14:06
Kuasa Hukum Korban
PEKANBARU-Merasa lelah dipermainkan dan terus-terusan dibohongi atas sejumlah uang yang yang diipinjamkannya, Asmara D (60), warga Jalan Sekuntum, Tampan Pekanbaru, akhirnya melaporkan Ikhsan (50) warga Bagan Siapi-api, ke Mapolresta Pekanbaru.

Laporan polisi ini sebenarnya sudah dilayangkan Tim Kuasa Hukum Asmara sejak awal tahun silam.

Pihak Polresta Pekanbaru juga telah menujukkan keseriusan atas laporan ini sesuai Surat Pemberitahuan Perkembangan Laporan tanggal 28 Juni 2019.

Tindakan melaporkan Ikhsan ( mantan menatunya) tampaknya wujud batas kesabaran Asmara. Sebab masalah ini sudah sekian lama.

Yaitu sejak Juli 2015 saudara Ikhsan tidak pernah beri’tikad baik terhadap klien kami yang telah membantunya," ujar Tim Kuasa Hukum Asmara D:
1Muhammad Arrauf, S.H.,M.H.
2.Muhammad Iqbal, S.H. &
3.Putra Demytri, S.H.

"Sebagai seorang manusia saudara Ikhsan selalu berbohong tentang masalah-masalah
pengembalian hutang. Klien kami tidak mempercayainya lagi," tambah mereka.

"Bayangkan, sejak Juli 2015, Ikhsan telah melakukan suatu perbuatan Wanprestasi. Klien kami hilang kesabaran," tegas Tim Kuasa Hukum.

Menurut Kuasa Hukum Asmara, kasus ini bermula saat 29 Juli 2015 silam Ikhsan meminjam uang tunai dari Asmara D sejumlah Rp.250 juta.

Namun, hingga Maret 2017, Ikhsan hanya membayar Rp 54 juta dari Rp 250.juta yang dia pinjam. "Jadi, hutangnya masih tersisa Rp 196 juta," kata Tim Kuasa Hukum.

Ikhsan terus berjanji dan memainkan kelicikannya membohongi Asmara yang sesungguhnya juga mantan mertuanya.

Hingga 6 Juni 2018, mereka (Asmara D dan Ikhsan) bertemu dan membuat perjanjian.

Dalam kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian ini, Ikhsan meminta tanah dan rumah di Jalan Mesjid Bagan Siapi-api, adalah atas nama Nika Permata (mantan istrinya, putri dari Asmara D) kuasa penuh diberikan kepada Ikhsan.

"Klien kami kemudian memenuhi permintaan Ikhsan atas tanah dan rumah dengan sertifikat No. 674 itu. Sebab, Ikhsan berjanji 3 bulan kemudian dia akan melunasi semua hutangnya," ujar Kuasa Hukum.

Tetapi, apa yang terjadi? Ikhsan tetap saja tidak punya ittikad baik membayar hutangnya.

"Kami kemudian melayangkan somasi. Hingga 3 kali somasi tetap saja Iksan bohong ke bohong. Makanya, kami akhirnya melaporkannya ke polisi," kata Kuasa Hukumnya.

Asmara sendiri, melalui Tim Kuasa Hukumnya telah bertekad menyelesaikan masalah ini di jalur hukum.

"Kami akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan sampai tuntas. Sebab, klien kami merasa cukup dirugikan. Kami tidak main-main dengan masalah ini,” tegas Kuasa Hukum. (tim).
HukrimPekanbaru
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jan 2020 12:36

    Kadishut dan Karo Hukum Tak Hadir, RDP Terpaksa Ditunda

    PEKANBARU-  Komisi I DPRD Riau terpaksa menunda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Biro Hukum Setdaprov Riau terkait eksekusi lahan PT Peputra Supra Jay

  • Selasa, 28 Jan 2020 11:31

    JPU Kejari Dumai Tuntut Bandar Narkoba Hukuman Mati

    DUMAI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai menuntut terdakwa bandar narkoba jenis Sabu seberat 50 Kg dengan hukuman mati. Tuntutan ini diberikan kepada terdakwa bernama Ade K

  • Sabtu, 25 Jan 2020 17:12

    Polsek Simpang Kanan Bekuk Oknum PNS Lapas dan 3 Rekannya, 58,95 gram Shabu Ditemukan

    ROKANHILIR - Seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bagan Siapiapi dibekuk Jajaran Polsek Simpang Kanan bersama 3 tersangka lainnya. Mereka dibekuk atas dugaan tindak

  • Kamis, 23 Jan 2020 12:57

    Akademisi Sebut Eksekusi Lahan Sawit di Pelalawan Legal Tidak Bisa Diintervensi Siapapun, Termasuk Presiden

    PEKANBARU" Eksekusi lahan sawit seluas 3.323 hektare milik petani dan perusahaan PT PSJ di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Akademisi

  • Rabu, 22 Jan 2020 19:16

    Polisi Uji DNA Darah Dalam Mobil Pelaku Pembunuhan Mayat Tanpa Kepala Di Dumai

    DUMAI - Fakta-fakta kasus pembunuhan sadis Suci Fitria yang ditemukan tewas tanpa kepala, satu persatu-satu mulai terungkap. Fakta-fakta tersebut terungkap setelah pelaku ditangkap polisi bebera

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.