Kamis, 28 Mei 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Hukrim
  • Tetangga Batal Bersaksi, Sidang Penyerangan Novel Baswedan Ditunda

Tetangga Batal Bersaksi, Sidang Penyerangan Novel Baswedan Ditunda

admin
Kamis, 02 Apr 2020 14:11
Sidang Perdana Kasus Penyerangan Novel Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
Pengadilan Negeri Jakarta Utara menunda persidangan perkara penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Keputusan ini diambil karena saksi yang dihadirkan batal hadir.

"Tidak ada sidang perkara penyiraman air keras hari ini karena saksinya tidak hadir," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Djumyanto saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).

Djumyanto mengatakan, majelis hakim menjadwalkan kembali persidangan pada Kamis, 30 April 2020 mendatang.

"Kami agendakan pukul 10.00 WIB," ujar dia.

Sedianya, agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum memanggil Novel Baswedan dan tetangganya Yasri Yuda Yahya untuk diperiksa sebagai di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Ya mereka tidak datang," ujar dia.

Cairan kimia merusak sebelah mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Pelakunya adalah Rahmat Kadir Mahulette. Sedangkan, rekannya yaitu Ronny Bugis hanya mengantarkan ke kediaman Novel Baswedan pada Selasa tanggal 11 April 2017 lalu.

Hal itu terungkap dalam berkas dakwaan yang dibacakan Fredik Adhar Syaripuddin di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020).

Dalam dakwaan, Fredik menjelaskan Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette mendatangi asrama rekannya Ronny Bugis pada pukul 03.00 WIB untuk meminta bantuan. Saat itu, Rahmat Kadir Mahulette membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas (Mug) yang dibungkus plastik warna hitam.

"Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette meminta mengantarkannya ke daerah Kelapa Gading Jakarta Utara," kata Fredik.

Yang dituju adalah Perumahan di Jl. Deposito Blok T No.8 RT.003 RW.010 Kelurahan Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Sesuai dengan rute yang ditentukan Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette," ucap Fredik.

Fredik mengatakan, kedua terdakwa berhenti di sekitar Masjid Al-Ikhsan yakni diujung jembatan di belakang mobil yang terparkir.

Terdakwa duduk sambil membuka ikatan plastik warna hitam yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam Mug, sedangkan Terdakwa Ronny Bugis duduk di atas sepeda motor sambil mengamati setiap orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan.

"Sekitar pukul 05.10 WIB Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis melihat Novel Baswedan berjalan keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya," ujar Fredik.

Fredik menuturkan, Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette memberikan instruksi untuk mendekat ke arah Novel Baswedan.

"Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette menyampaikan akan memberikan pelajaran kepada seseorang dan meminta Ronny Bugis mengendarai motornya secara pelan-pelan ke arah Novel Baswedan," ujar Fredik

Fredik mengatakan, cairan asam sulfat (H2SO4) disiramkan ke bagian kepala dan badan Novel Baswedan. Keduanya pun langsung tancap gas meninggalkan Novel Baswedan.

"Atas arahan Rahmat Kadir Mahulette langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya yang dikendarai dengan cepat," kata Fredik.

Akibatnya insiden ini, Novel Baswean mengalami luka berat dibagian mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

"Sebagaimana VISUM ET REPERTUM Nomor : 03/VER/RSMKKG/IV/2017 tertanggal 24 April 2017 yang dikeluarkan oleh Rumah sakit Mitra Keluarga yang telah memeriksa Novel Baswedan," ujar Fredik
Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.