Kamis, 02 Des 2021
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Sang Eksekutor Masih Buron, Ada Motif Dendam Dalam Kasus Pembunuhan Sugiono

Sang Eksekutor Masih Buron, Ada Motif Dendam Dalam Kasus Pembunuhan Sugiono

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Admin
Jumat, 15 Okt 2021 15:06
ROKANHILIR - AD, adalah sang eksekutor pembunuhan terhadap Sugiono warga Dusun Suka Damai Kepenghuluan Sei Meranti Darussalam Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rohil,yang mayatnya ditemukan mengambang dalam keadaan terikat di Sungai Bagan Nenas Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokanhilir pada tanggal 06 Oktober 2021 sekira pukul 10.00 wib lalu.

Dalam pers rilis yang disampaikan oleh Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK pada Jumat (14/10/2021) di Mapolres kemarin, terungkap bahwa pelaku berjumlah 6 orang.

"Kita sudah berhasil menangkap 3 orang pelaku, sementara untuk eksekutor pembunuh masih kita buru," terang Kapolres.

Kapolres mengurangikan, ke-enam pelaku masing masing berinisial, AW (19), AN (24), SP (54), AD, IO dan BG.

" Yang sudah kita amankan adalah AW, AN dan SP. Sementara AD, IO dan BG masih kita buru," terangnya.

Diterangkan Nurhadi, setelah penemuan mayat tersebut, Tim Khusus yang dibentuk Kapolres langsung melakukan identifikasi terhadap korban.

Setelah mengetahui identitas korban, tim melakukan serangkaian penyelidikan, dan diketahui bahwa pada Selasa, (28/09/2021) sekira Pukul 15.00 WIB korban  meninggalkan rumah, korban memberitahu kepada keluarganya bahwa dia akan ke Sindur menjumpai,  AD, dan setelah korban pergi dari rumah ia tidak ada kembali lagi.

"Nah, dari sini kita melakukan pengembangan lagi. Selanjutnya dari hasil penyelidikan diperoleh petunjuk bahwa pelaku pembunuhan 5 orang, yang mana sebelumnya mereka merencanakan terlebih dahulu di Kabupaten Padang lawas Utara Provinsi Sumatera Utara," urai Nurhadi.

Dari pengembangan tersebut, tim berhasil mengamankan dua orang diduga pelaku.

"Pertama kita berhasil menangkap 2 orang tersangka AW (19) dan AN (24)  yang berprofesi sebagai pemanen buah sawit," papar Kapolres.

Tidak puas sampai di situ, tim kembali melakukan pengembangan hingga kemudian berhasil menangkap SP (54) yang merupakan otak dari pembunuhan ini.

"SP ini kita tangkap di Jalan Lintas Riau-Sumut," terangnya.

Dari pengakuan SP ini, motif pelaku masalah dendam kepada korban.

"Pengakuan SP, dia tidak terima anaknya dihamili oleh korban, maka terjadilah rencana pembunuhan terhadap korban," ungkap Nurhadi lagi.

Dari perencanaan tersebut, AD selaku eksekutor mengundang korban untuk mengkonsumsi Narkoba jenis Shabu bersama-sama.

"Setelah itu korban dianiaya hingga akhirnya dimasukan mobil lalu diikat dan dibuang di Danau Napangga, Tanjung Medan hingga akhirnya ditemukan oleh warga," ungkap Nurhadi.

"Perbuatan pelaku kita kenakan Pasal 340 junto 348 dengan hukuman mati atau penjara maksimal seumur hidup," beber Nurhadi.

Sebelumnya, warga Sungai Bagan Nenas Dusun 3 Kepenghuluan Tanjung Medan Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rohil menemukan sesosok mayat mengapung di sungai tersebut dalam kondisi membusuk.

Saat ditemukan korban dalam keadaan terapung, kedua tangan terikat di belakang dengan tali tambang dan leher korban diikat dengan menggunakan tali tambang serta ditenggelamkan dengan pemberat batu batako di dalam karung plastik. (ded)
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.