Rabu, 28 Okt 2020
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Pelapor Kecewa, Polisi Polres Inhu Enggan Tangkap Oknum Karyawan BRI Unit Pematangreba

Pelapor Kecewa, Polisi Polres Inhu Enggan Tangkap Oknum Karyawan BRI Unit Pematangreba

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 30 Sep 2020 03:09
Hendra ganteng
Bukti chat penyidik polres inhu (kiri) dan tersangka Riki Saputra oknum karyawan BRI unit Pematangreba(kanan)

Inhu-Mahran (57)seorang petani warga Desa Sialang dua dahan mengaku kecewa dengan sikap penyidik Satreskrim Polres Indragiri hulu (Inhu) Riau, pasalnya pelaku utama penipuan yang dilaporkannya atas nama Riki Saputra oknum karyawan BRI unit Pematangreba tak kunjung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas laporan penipuan yang disampaikannya ke Polres Inhu 9 bulan lalu.

Informasi yang di peroleh spiritriau.com Selasa (29/9/2020) dari korban Mahran, penyidik Polres Inhu sempat menangkap dan menahan anaknya atas nama Sumardi pada Selasa (8/9/2020) dan di tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Inhu atas laporan penipuan oknum karyawan BRI unit Pematangreba bekerjasama dengan anaknya tersebut namun kembali dibebaskan setelah menjalani masa penahanan 20 hari.

"Anak saya sudah ditangkap dan dipenjarakan 20 hari atas laporan saya, sedangkan Riki Saputra oknum karyawan BRI Pematangreba yang bekerja sama dengan anak saya melakukan penipuan kepada saya tidak ditangkap dan tidak ditahan, saya kecewa dengan polisi (penyidik Satreskrim Polres Inhu,red)," kata Mahran yang mengaku tertipu ratusan juta rupiah.

Menurut Mahran, penipuan yang dilakukan oknum karyawan BRI unit Pematangreba melibatkan anaknya dengan cara, anaknya diusulkan oleh oknum karyawan BRI melakukan pinjaman uang senilai Rp70 juta dengan anggunan surat tanah atas nama korban yang sudah ditanami kelapa sawit, oknum karyawan BRI unit Pematangreba yang mengusulkan pinjaman mengambil dokumentasi kebun karet milik orang lain bukan kebun kelapa sawit yang di ajukan oleh anak korban.

Atas perlakuan penyidik Satreskrim Polres Inhu, menjadi pertanyaan didalam hatinya yang tak terjawab, sebab dia tidak tau kenapa polisi membebaskan anaknya yang sudah ditangkap tanpa memberikan informasi kepada dirinya sebagai pelapor korban penipuan, serta tidak menangkap Riki Saputra karyawan BRI unit Pematangreba yang bekerja sama dengan anaknya untuk menipu korban.

"Saya ingin memberikan efek jera kepada anak saya dan karyawan BRI atas nama Riki Saputra yang sudah menipu saya, bukannya polisi menangkap pelaku lainnya oknum karyawan BRI unit Pematangreba itu, malahan polisi membebaskan anak saya yang sudah dipenjara 20 hari di Polres Inhu," ujar Mahran bercerita kepada wartawan.

Melalui pesan WhatsApp, anak Mahran atas nama Yetno selalu disuruh oleh Mahran menanyakan perkembangan perkara penipuan yang dilaporkan kepada penyidik. Laporan tersebut sudah 9 bulan lamanya "Alasanya macam-macam, ada kurang berkas dan penyidik sempat menyampaikan kasian dengan Riki Saputra oknum karyawan BRI yang ikut menipu dirinya," kata Mahran bercerita.

Seringnya ditanya, akhirnya penyidik Satreskrim di Polres Inhu memproses laporan penipuan tersebut, bahkan pinyidik Polres Inhu atas nama Indra menyarankan kepada korban untuk membuat surat pernyataan yang berisi tentang korban mintak kepada pihak Polres agar perkara penipuan yang dilaporkannya di lanjutkan ke Pengadilan Negeri Rengat.

"Penyidik polres Inhu ketika ditanya tentang perkembangan laporan penipuan ini, selalu alasan-alasan klasik dan ditanya juga kenapa oknum karyawan BRI unit Pematangreba kenapa tidak tangkap penyidiknya selalu beralasan," ujar Mahran.

Lanjut Mahran tidak hanya oknum karyawan BRI saja yang coba membujuk saya, penyidik Polres Inhu pun ikut menjembatani agar oknum karyawan BRI unit Pematangreba tidak di tangkap, sesuai dengan pesan WhatsApp penyidik atas nama Danil "Kalo saran saya coba di rundingkan lagi, terkait permintaan kmren yg di ajukan kmren, kasian sama riki nya, kalo kita di posisi riki kan susa juga tu," kata penyidik atas nama Danil mengirimkan pesan WhatsApp kepada korban.

Ketika disarankan untuk dilaporkan kembali, laporan khusus atas nama Riki Saputra oknum karyawan BRI unit Pematangreba, kepada Mahran lewat pesan WhatsApp ke Yetno anak korban, penyidik polisi yang dihubungi mengatakan, perkara penipuan melibatkan Riki Saputra oknum karyawan BRI unit Pematangreba yang dialami korban satu jalan sama laporan Sumardi anaknya yang sudah ditahan di Polres Inhu.

"Saya maunya anak saya di penjara bersama oknum karyawan BRI itu, biar ada efek jerah dan kedepan tidak ada lagi oknum karyawan BRI yang menipu nasabah lain," kata Mahran. ** (Julfihendra)

Sumber: Inhu

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.