Selasa, 24 Nov 2020
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Nomor Ijazah Sama dengan Abdullah, Calon Bupati Digugat Saingan di Pilkada, Besok Putusan PT TUN

Nomor Ijazah Sama dengan Abdullah, Calon Bupati Digugat Saingan di Pilkada, Besok Putusan PT TUN

Admin
Senin, 19 Okt 2020 14:22
pekanbaru.tribunnews.com

TELUK KUANTAN - Pengadilan Tingggi (PT) Tata Usahan Negara (TUN) Medan, Sumatera Utara direncanakan akan menggelar sidang putusan gugutan pasangan calon (Paslon) Andi Putra - Suhardiman Amby (ASA) terhadap KPU Kuansing, Selasa besok (20/10/2020).


"Selasa besok sidang putusannya," kata ketua KPU Kuansing, Irwan Yuhendi, Senin (19/10/2020).

Irwan mengatakan pekan lalu sidang mengagendakan pembacaan kesimpulan dari penggugat dan tergugat.

Gugutan Paslon ASA ini terhadap putusan KPU Kuansing bernomor SK nomor 266/PL/02.3-kpt/1409/KPU-Kab/IX 2020.

SK tersebut berisi pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Kuansing 2020.

Gugutan Paslon ASA dimasukkan ke Pengadilan Tingggi (PT) Tata Usahan Negara (TUN) Medan, Sumatera Utara.

Rabu (7/10/2020), menjadi sidang perdana.

Irwan mengatakan gugatan tersebut masih terkait dengan dugaan ijazah palsu terhadap Halim.

Halim memang kerap diserang dengan kasus ini.

"Banyak poin-poin (mengapa menggugat).

Pastinya terkait dugaan ijazah palsu (Halim)," kata Irwan.

Ijazah Halim yang dipermasalahkan yakni ijazah SMA paket C.

Nah ijazah SMA ini dikeluarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga.

Dugaan palsu karena nomor ijazah Halim juga dimiliki orang lain.


Beberapa waktu lalu, Irwan mengatakan KPU Kuansing sudah melakukan klarifikasi langsung mengunjungi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lingga, Kepri.

Mendatangi instansi tersebut untuk klarifikasi ijazah Halim.

Hasilnya, KPU Kuansing memutuskan Halim yang berpasangan dengan Komperensi sebagai Pasangan Calon (Paslon).

Oleh kubu ASA, KPU Kuansing sudah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang ada, yaitu dengan melakukan klarifikasi atau verifikasi tentang legalisasi ijazah paket C ke instansi yang berwenang yaitu Ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga.

Namun menurut pihak ASA, berdasarkan surat Nomor 240/DISDIK/III/2020/0616 yang dilampirkan dalam dokumen persyaratan calon atas nama H Halim, tertuang bahwa Instansi yang mengeluarkan Ijazah tersebut adalah Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, kubu ASA juga melampirkan bukti surat dari Kementerian Pendidikan Nasional RI


Diterangkan dalam surat tersebut bahwa Ijazah sebagaimana dimaksud terdaftar atas nama Abdullah.

Dengan demikian, kubu Paslon ASA menilai menjadi salah apabila KPU Kuansing hanya melakukan Klarifikasi/Verifikasi soal Ijazah tersebut ke Dinas Pendidikan Kepulauan Riau.

Bawaslu Kuansing juga mendapatkan pengaduan soal ini.

Pelapor dan terlapor pun sudah diperiksa.


Hasilnya, Bawaslu Kuansing memutuskan penanganan perkara dihentikan.

Kala Pilkada 2015 lalu, permasalahan ijazah Halim ini juga mencuat.

Namun, pasangan Mursini - Halim kala itu memenangkam Pilkada.

Soal kasus ijazah ini pun pihak penegak hukum mengeluarkan keputusan yakni SP3.

Pada Pilkada Kuansing 2020, Halim pecah kongsi dengan Mursini.

Halim menggandeng Komperensi -rival di Pilkada 2015 lalu dan Mursini menggandeng Indra Putra - rival Pilkada 2015 lalu juga.

Pasangan Halim - Komperensi nokorburut 3 di Pilkada Kuansing.

Sedangkan Paslon ASA nomor urut 1.

Paslon lainnya, Mursini - Indra Putra nomor urut 2.



Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.