Jumat, 14 Agu 2020
  • Home
  • Hukrim
  • Ngaku Tertipu ke Wartawan, Sekda Hendrizal Cs Akan Dilaporkan ke Polres Inhu

Ngaku Tertipu ke Wartawan, Sekda Hendrizal Cs Akan Dilaporkan ke Polres Inhu

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 08 Jul 2020 01:02
Julfi hendra
Keterangan poto: Bukti chating dan invoice keterlibatan sekda hendrizal dalam dugaan tindak pidana penipuan
Inhu - Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) - Riau, Hendrizal, bersama rekan bisnisnya direktur PT Narafi Karya, Syaifullah sebagai kontraktor pembangunan perumahan Tajir Asri Resident yang berlokasi di jalan lintas timur desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengatbarat Kabupaten Inhu, akan dilaporkan ke Polres Inhu dalam dugaan tindak pidana penipuan.

Anggi Paretra warga Pematang Reba, yang mengaku sebagai korban dugaan penipuan akibat ulah Sekda Hendrizal, dimana dirinya sudah mengerjakan seluruh perintah Sekda Hendrizal dan Syaifullah sebagai rekan bisnis Sekda Hendrizal untuk membersihkan lahan lokasi membangun perumahan Tajir Asri Resident di Desa Talang Jerinjing seluas 2,8 haktare.

"Saya mau melakukan pekerjaan steking itu hanya membantu lowongan pekerjaan pemuda setempat, Saya kasihan kepada para pekerja, sebab uangnya tidak dibayarkan, dan sewa alat berat juga tidak dibayarkan, total kerugian saya Rp100 juta lebih, saya besok akan melaporkan Sekda Hendrizal dan rekan bisnisnya ke Polres Inhu," kata Anggi kepada wartawan Selasa (7/7/2020).

Langkah melaporkan Sekda Hendrizal Cs ke Polres Inhu, adalah upaya yang dilakui untuk mendapatkan keadilan dan upaya memperoleh haknya dari Sekda Hendrizal Cs. "Pekerjaan awal adalah steking areal perumahan, Sekda Hendrizal menghubungi almarhum ibu saya, kemudian saya disuruh lagi masukan batu bata sebanyak 20 ribu batang, pekerjaan steking dan batu bata saya tidak dibayar oleh Sekda Hendrizal bersama Syaifullah dari PT Narafi Karya," ujar Anggi.

Anggi bercerita riwayat dirinya terlibat dalam pekerjaan bisnis Sekda Hendrizal tersebut, bermula dari perjanjian awal hanya steking,  yang memperintahkan kerja pertama Sekda Hendrizal mengubungi almarhum ibunya, separoh berjalan pekerjaan steking areal lahan, Sekda Hendrizal mengubungi Anggi dan menyuruh menghitung total ke seluruhan biaya pekerjaan dan invoice pekerjaan itu disuruh Sekda Hendrizal diserahkan kepada Syaiful selaku direktur PT Narafi Karya. 

"Saya ingat betul saat itu Sekda Hendrizal menelpon saya,   dan suruh buat invoice atas pekerjaan yang sudah saya lakukan, namun sampai saat ini tak kunjung dibayar Sekda Hendrizal," ujar Anggi.

Kemudian anggi di perintahkan oleh sekda untuk memasukan bulDoser agar bisa membersihkan sebanyak 2,8 hektar lahan perumahan tersebut,  setelah selesai semua kemudian Sekda Hendrizal meminta dirinya untuk memasukan batu bata sebanyak 20 ribu batang dengan janji bulan Agustus 2019, pembayaran Bayu bata sudah bisa cair namun menurut Anggi sudah 1 tahun menunggu pembayaran steking lahan dan bayar batu bata tidak kunjung di cairkan oleh Sekda Hendrizal dan rekan bisnisnya Syaifullah.

"Padahal Sekda Hendrizal itu bukan orang lain di mata saya, melainkan keluarga. Saya prihatin dengan 6 orang karyawan yang saya pekerjakan dilokasi perumahan itu belum menerima upah, tidak mungkin keringat orang ini saya bayar pakai daun, dan dua alat berat saya ini tak mungkin saya bayar pakai daun juga," ujar Anggi mengaku tertipu dengan janji dan perintah kerja dari Sekda Hendrizal itu.

Sementara itu Direktur perumahan Tajir Asri Resident PT Narafi Karya Syaifullah di konfirmasi Selasa (07/07/2020) menjelaskan kalau diri sudah bertemu dengan Sekda Hendrizal terkait pekerjaan steking dan beli batu bata yang belum dibayarkan. "Tadi di warung kopi AA, saya dipaksa oleh Sekda Hendrizal untuk mengakui bahwa saya yang memasukan alat berat bekerja sama dengan Anggi, akui saja alat berat itu, kalau ditanya polisi bilang saja belum ada duit," kata Syaifullah sambil mencontohkan ucapan Sekda Hendrizal.

Kemudian Syaifullah menyarankan kepada Sekda Hendrizal untuk membayar upah kerja pembersihan lokasi perumahan dan batu bata yang sudah masuk sebanyak 20 ribu batang. "Bayar sajalah pak sekda," ujar Syaifullah kepada Sekda Hendrizal, namun Sekda Hendrizal tetap bersikukuh tak mau dia membayar.

"Dalam hal ini tak mungkin saya yang bayar pekerjaan alat berat itu, yang nyuruh masukan alat Sekda kok, saya ada bukti dia nelpon Almarhum Sias di samping saya," katanya.

Syaifullah mengakui kalau dirinya memang dari awal kerja sama dengan Sekda Hendrizal. Syaifullah juga mengaku kalau Sekda Hendrizal akan dilindungi oleh Bupati Inhu terkait permasalahan pembelian tanah tersebut. "Kata Bupati, bilang saja saya yang punya tanah tu," ujar Syaifullah mencontohkan ucapan Sekda Hendrizal.

Semantara itu, sebelnya Sekda Hendrizal dikonfirmasi wartawan mengaku tidak pernah menyuruh masukkan alat berat untuk membersihkan lahan perumahan Tajir Asri Resident tersebut. "Saya tidak pernah meringankan Anggi memasukan alat berat, tidak ada urusan dengan saya disini, itu urusan Syaiful," kata Sekda Hendrizal berdalih. **Julfi
Sumber: Inhu

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.