Selasa, 12 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Membela Diri, Raju Tusuk Begal hingga Tewas

Membela Diri, Raju Tusuk Begal hingga Tewas

Jumat, 25 Sep 2015 15:53
Ilustrasi
PEKANBARU-Kasus penganiayaan yang berujung pada tewasnya Roby Dzaki Setiyawan (19) akhirnya terungkap, setelah pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya melakukan penyelidikan selama dua pekan dan diketahui pelaku penganiayaan tersebut adalah Raju Andrian alias Raju (20) yang berhasil diamankan Minggu (20/9/2015).

Terungkapnya pelaku penganiayaan tersebut, setelah beberapa hari berselang dilakukannya autopsi terhadap jenazah Roby. Dari hasil autopsi dan keterangan sejumlah saksi, pihak kepolisian mengetahui identitas pelaku yang bekerja ditoko pakaian.

"Setelah kita selidiki dan mengetahui keberadaannya, petugas mendatangi tempat kerja pelaku dan berpura-pura sebagai pembeli. Setelah memastikan ciri-ciri pelaku sesuai dengan hasil lidik, pelaku langsung diamankan dan saat dinterogasi petugas, Raju mengakui perbuatannya. Selanjutnya pelau langsung diamankan ke Polsek Bukit Raya guna penyidikan lanjutan," ujar Kepala Kepolisian (Kapolsek) Bukit Raya, Kompol Khaidir Bochi didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, Jumat (25/9/2015).

Menurut Bochi, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku jika aksi penikaman yang dilakukannya tersebut bukan atas kemauannya. Namun, karena kondisi
saat itu yang memaksa pelaku melakukan penikaman dengan maksud membela diri dimana terungkap bahwa Roby, Aciak bersama rekannya yang lain berniat akan membegal pelaku.

"Berawal Kamis (10/9/2015) lalu, Raju bersama teman wanita sedang berdua-duaan di gapura Bandara Sultan Syarif Kasim II sekitar pukul 00.15 WIB. Lantas, saat sedang asyik berpacaran, Roby, Aciak dan bersama dua rekannya memergoki pelaku. Berlagak layaknya petugas, Roby
memergoki pelaku dan menuduh pelaku berbuat mesum kemudian meminta pelaku mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berikut dengan KTP teman wanita pelaku," kata Bochi.

Setelah pelaku menyerahkan KTP miliknya kepada Roby, lantas Roby langsung menarik paksa pacar pelaku dan salah seorang rekan Roby meminta sejumlah uang dari pacar pelaku. Pacar pelaku kemudian menyerahkan uang Rp200 ribu kepada rekan Roby yang langsung pergi dan meninggalkan Roby, Aciak, pelaku dan pacar pelaku.

"Sembari menodongkan pisau kearah Raju, Roby menyuruh Aciak merampas sepeda motor pelaku. Melihat pacarnya dalam keadaan terancam dan membela diri dari aksi begal yang dialaminya. Melihat ada kesempatan, pelaku kemudian merampas pisau milik Roby dan saat itulah pelaku terlibat perkelahian dengan Roby dan Aciak," ujarnya.

Ketika terlibat perkelahian, Bochi menjelaskan, pelaku kemudian menikam Roby. Aciak yang melihat rekannya terancam berusaha menolong yang juga
turut menerima terjangan pisau yang diayunkan oleh pelaku. Mengetahui Roby dalam keadaan sekarat, Aciak langsung pergi membawa Roby kerumah sakit yang akhirnya meregang nyawa dirumah sakit.

"Pelaku yang saat itu dalam keadaan panik, tidak melaporkan peristiwa pembegalan tersebut ke pihak kepolisian yang akhirnya menyeret dirinya sebagai
pelaku atas aksi penganiayaan yang mengakibatkan Roby meregang nyawa," tukas Bochi.

Terkait dengan kasus yang dialami Raju tersebut, Bochi melanjutkan, pihaknya masih akan melakukan penyidikan dan akan terus melanjutkan kasus begal yang berujung pada kematian pembegal. Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Raju dan kasus pembegalan yang dilakukan oleh Roby Cs keduanya akan tetap kita usut sampai tuntas. Mengenai status Raju yang saat ini masih debagai pelaku, nantinya akan diputuskan oleh pihak pengadilan.

"Sedangkan kita polisi hanya bertugas sebagai penyidik dan mengungkap kasusnya, untuk keputusan akan diserahkan ke pengadilan. Saat ini, Raju telah diamankan di Polsek Bukit Raya berikut barang bukti, sebilah pisau milik Roby yang digunakan Raju untuk membela diri, baju, celana dan satu unithandphone sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lanjutan," tutup Bochi.(hrc)

PEKANBARU - Kasus penganiayaan yang berujung pada tewasnya Roby Dzaki Setiyawan (19) akhirnya terungkap, setelah pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya melakukan penyelidikan selama dua pekan dan diketahui pelaku penganiayaan tersebut adalah Raju Andrian alias Raju (20) yang berhasil diamankan Minggu (20/9/2015).

Terungkapnya pelaku penganiayaan tersebut, setelah beberapa hari berselang dilakukannya autopsi terhadap jenazah Roby. Dari hasil autopsi dan keterangan sejumlah saksi, pihak kepolisian mengetahui identitas pelaku yang bekerja ditoko pakaian.

"Setelah kita selidiki dan mengetahui keberadaannya, petugas mendatangi tempat kerja pelaku dan berpura-pura sebagai pembeli. Setelah memastikan ciri-ciri pelaku sesuai dengan hasil lidik, pelaku langsung diamankan dan saat dinterogasi petugas, Raju mengakui perbuatannya. Selanjutnya pelau langsung diamankan ke Polsek Bukit Raya guna penyidikan lanjutan," ujar Kepala Kepolisian (Kapolsek) Bukit Raya, Kompol Khaidir Bochi didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, Jumat (25/9/2015).

Menurut Bochi, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku jika aksi penikaman yang dilakukannya tersebut bukan atas kemauannya. Namun, karena kondisi 
saat itu yang memaksa pelaku melakukan penikaman dengan maksud membela diri dimana terungkap bahwa Roby, Aciak bersama rekannya yang lain berniat akan membegal pelaku.

"Berawal Kamis (10/9/2015) lalu, Raju bersama teman wanita sedang berdua-duaan di gapura Bandara Sultan Syarif Kasim II sekitar pukul 00.15 WIB. Lantas, saat sedang asyik berpacaran, Roby, Aciak dan bersama dua rekannya memergoki pelaku. Berlagak layaknya petugas, Roby 
memergoki pelaku dan menuduh pelaku berbuat mesum kemudian meminta pelaku mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berikut dengan KTP teman wanita pelaku," kata Bochi.

Setelah pelaku menyerahkan KTP miliknya kepada Roby, lantas Roby langsung menarik paksa pacar pelaku dan salah seorang rekan Roby meminta sejumlah uang dari pacar pelaku. Pacar pelaku kemudian menyerahkan uang Rp200 ribu kepada rekan Roby yang langsung pergi dan meninggalkan Roby, Aciak, pelaku dan pacar pelaku.

"Sembari menodongkan pisau kearah Raju, Roby menyuruh Aciak merampas sepeda motor pelaku. Melihat pacarnya dalam keadaan terancam dan membela diri dari aksi begal yang dialaminya. Melihat ada kesempatan, pelaku kemudian merampas pisau milik Roby dan saat itulah pelaku terlibat perkelahian dengan Roby dan Aciak," ujarnya.

Ketika terlibat perkelahian, Bochi menjelaskan, pelaku kemudian menikam Roby. Aciak yang melihat rekannya terancam berusaha menolong yang juga 
turut menerima terjangan pisau yang diayunkan oleh pelaku. Mengetahui Roby dalam keadaan sekarat, Aciak langsung pergi membawa Roby kerumah sakit yang akhirnya meregang nyawa dirumah sakit.

"Pelaku yang saat itu dalam keadaan panik, tidak melaporkan peristiwa pembegalan tersebut ke pihak kepolisian yang akhirnya menyeret dirinya sebagai 
pelaku atas aksi penganiayaan yang mengakibatkan Roby meregang nyawa," tukas Bochi.

Terkait dengan kasus yang dialami Raju tersebut, Bochi melanjutkan, pihaknya masih akan melakukan penyidikan dan akan terus melanjutkan kasus begal yang berujung pada kematian pembegal. Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Raju dan kasus pembegalan yang dilakukan oleh Roby Cs keduanya akan tetap kita usut sampai tuntas. Mengenai status Raju yang saat ini masih debagai pelaku, nantinya akan diputuskan oleh pihak pengadilan.

"Sedangkan kita polisi hanya bertugas sebagai penyidik dan mengungkap kasusnya, untuk keputusan akan diserahkan ke pengadilan. Saat ini, Raju telah diamankan di Polsek Bukit Raya berikut barang bukti, sebilah pisau milik Roby yang digunakan Raju untuk membela diri, baju, celana dan satu unithandphone sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lanjutan," tutup Bochi.
- See more at: http://halloriau.com/read-hukrim-71057-2015-09-25-membela-diri-raju-tusuk-begal-hingga-tewas.html#sthash.3jjmvBhq.dpuf
Hukrim
Berita Terkait
  • Selasa, 12 Mei 2026 16:50

    Kisah Mantan Personil TNI di Riau, Dulu Gagah Berani Kini Hancur Akibat Kecanduan Narkoba.

    PEKANBARU - Keberadaan narkoba di Riau semakin mengakhawatirkan.Narkoba menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga aparat penegak hukum hingga pejabat yang seharusnya menjadi perconto

  • Selasa, 12 Mei 2026 16:39

    PSG Dijagokan Juara Liga Champions Lagi, Luis Enrique Bisa Jadi Manajer 'Setara Dewa'

    Jakarta-Legenda Manchester United, Gary Neville, meyakini PSG berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini. Menurutnya, keberhasilan itu akan membawa sang pelatih, Lu

  • Selasa, 12 Mei 2026 16:29

    Cak Imin Lapor Prabowo: Pelaku Judi Online Langsung Dicoret dari Bansos

    Jakarta-Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026). Dia akan melaporkan

  • Selasa, 12 Mei 2026 16:21

    Produsen Keripik Kentang Jepang Ubah Kemasan Jadi Hitam Putih Gara-gara Krisis Plastik

    Jakarta-Produsen keripik kentang asal Jepang, Calbee Inc., akan mulai menjual produknya dalam kemasan hitam putih karena krisis pasokan bahan baku plastik, nafta, yang dipicu konflik di Timur Tengah,

  • Selasa, 12 Mei 2026 16:06

    Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar di Bandara Jeddah Arab Saudi, Ini Penyebabnya

    Jakarta -Petugas X-Ray di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi menghentikan satu koper jemaah haji embarkasi Palembang setelah alat pemindai mendeteksi isi yang tidak lazim dalam ju

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.