Senin, 17 Feb 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Hukrim
  • Jumpai Marsiaman Saragih, Warga Langgam Ngadu Lahannya Dieksekusi

Hukrim

Jumpai Marsiaman Saragih, Warga Langgam Ngadu Lahannya Dieksekusi

Laporan: Bambang Subagio
admin
Rabu, 29 Jan 2020 18:48
JAKARTA-Belasan warga yang tergabung dalam Pengurus Koperasi Sri Gumala Sakti (KSGS) dan Koperasi Gondai Bersatu (KGB) mengadu ke Anggota DPR Marsiaman Saragih. Ditemani tokoh masyarakat dan menajemen dari PT Peputra Supra Jaya (PSJ) selaku perusahan kemitraan, mereka ditemui di ruang Lounge PDIP,  di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Dalam pertemaun tersebut, warga meminta agar Pengadilan Negeri Pelalawan dan Tim Kejaksaan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau agar menghentikan sementara eksekusi kebun kelapa sawit milik masyarakat Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan dengan pola KKPA dengan PT PSJ seluas 3.323 hektar itu sampai proses peninjauan kembali (PK) selesai.

Merespon hal tersebut, politisi PDIP itu langsung mengagendakan pertemuan Kejaksaan Agung RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kapolri untuk meminta menghentikan proses eksekusi sesuai permintaan masyarakat.

"Besok (Rabu 29/1) mau jumpai Kejagung, Kapolri dan KLHK. Tiga institusi itulah yang bisa menghentikan itu. Paling tidak di stop dulu sampai yang sekarang. Kalau pun intinya jadi habis itu tanggung jawab mereka kalau ada persoalan. Kalau PK-nya menang jadi persoalan baru lagi kan," ujar wakil rakyat dapil Riau tersebut

Marsiaman mengaku sudah mendapat pengaduan dari masyarakat terkait proses eksekusi ini pada Kamis (16/1/2020) pekan lalu. Bahkan dia sudah turun langsung ke lahan tersebut dan telah meminta pihak yang mengeksekusi agar proses eksekusi segera dihentikan sementara namun permintaan itu diabaikan.

"Waktu saya datang Jumat (17/1/2020)  itu 600 hektar (sudah ditumbangkan-red). Sekarang sudah 800 hektar tapi masuk lambat itu. Tapi gak apa-apa, besok menghadap Kejaksaan Agung," kata Marsiaman.

Sekretaris KSGS, Radesman Naingggolan menyatakan sampai saat ini lahan sawit yang sudah dibabat mencapai 800 hektare dari lebih sekitar 1.200 hektare termasuk milik masyarakat yang tergabung dalam KGB. Sementara total lahan sawit bersama perusahaan inti totalnya mencapai 3.324 hektare.

"Sementara kami petani tidak tahu mengenai masalah yang terjadi antara PT NWR dan PT Peputra Supra Jaya (PSJ). Kami telah bekerja sama dengan PT PSJ selama 23 tahun tidak ada masalah," ujarnya (bam)
Lahan EksekusiWarga Mengadu
Berita Terkait
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.