Rabu, 25 Nov 2020
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Jambret Sadis Beraksi di Jalan Naga Sakti Pekanbaru, Korbannya Seorang IRT Meninggal Dunia

Jambret Sadis Beraksi di Jalan Naga Sakti Pekanbaru, Korbannya Seorang IRT Meninggal Dunia

Admin
Sabtu, 21 Nov 2020 16:01
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU-Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) modus jambret terjadi di Pekanbaru.

Pelaku beraksi di Jalan Naga Sakti, tepatnya di depan Stadion Utama Riau, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan.

Pelaku berhasil mengambil tas milik korban yang berisikan 1 unit handphone merk Samsung, uang tunai Rp5 juta, dan sejumlah surat seperti SIM dan STNK sepeda motor.

Adapun korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Masriati (48) meninggal dunia.

Saat ini, pelaku sedang dalam pengejaran aparat yang berwajib.

Kronologis kejadian, pada sekira pukul 05.00 WIB, korban bersama kedua anaknya, Sinta dan Naila, berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J warna putih kuning dengan nomor polisi AG 2967 OT.

Saat korban bersama dengan kedua anaknya melintas di Jalan Naga Sakti, tiba-tiba dari arah belakang, datang seorang pelaku, laki-laki tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

Pelaku langsung menarik handphone yang sedang dipegang oleh salah seorang anak korban bernama Sinta.

Handphone itu tidak berhasil dikuasai pelaku. Namun sepeda motor yang dikendarai korban bersama kedua anaknya tersebut oleng dan jatuh.

Melihat korban dan kedua anaknya terjatuh dari sepeda motor, pelaku menghentikan laju sepeda motornya.


Pelaku mendatangi korban yang sedang dalam keadaan pingsan akibat terjatuh dari sepeda motor .

Pelaku mengambil tas yang masih tersandang di tubuh korban.

Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri.

Sementara kedua anak korban yang melihat perbuatan pelaku tersebut, hanya bisa menangis dan ketakutan.

Kemudian anak korban menghubungi tetangga mereka bernama Hartono.

Anak korban mengabarkan bahwa korban telah dijambret dan pingsan.

Tak lama, datang beberapa orang warga untuk menolong.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit Awal Bros Panam.

Namun sayangnya, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Pihak keluarga korban, lalu menyusul ke rumah sakit.


Mereka menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Jenazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Desa Muara Rumbai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), untuk dikebumikan.

Kapolsek Tampan, Kompol Ambarita saat dikonfirmasi, membenarkan perihal kejadian tersebut.

Pihaknya kini sedang menyelidiki peristiwa tersebut.

Petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Beberapa orang saksi juga sudah dimintai keterangannya.

Ia memaparkan, korban mengalami luka di bagian tangan dan wajah.

"Tapi menurut keterangan dari anak korban, bahwa korban terjatuh dari sepeda motor dan helm korban terlepas dari kepala korban," tuturnya.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.