Minggu, 05 Jul 2020
  • Home
  • Hukrim
  • Bertahun Lamanya Cabuli Ponakan, Kelakuan Pria Ini Berakhir di Polsek Panipahan

Bertahun Lamanya Cabuli Ponakan, Kelakuan Pria Ini Berakhir di Polsek Panipahan

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
admin
Senin, 29 Jun 2020 13:29
Pelaku saat diamankan dan dilakukan tes urin di Mapolsek Panipahan.
ROKANHILIR - Kelakuan bejat MY alias S (48) warga Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) ini akhirnya terungkap dan berakhir di Sel Tahanan Polsek Panipahan.

MY dibekuk Polisi atas laporan perbuatan cabul yang dilakukannya. Parahnya, korban adalah keponakan pelaku sendiri.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Panipahan Iptu Boy Setiawan S.AP., M.Si membenarkan.

"Pelaku sudah kita amankan, dan dari keterangan saksi dan korban, pelaku adalah uwak dari korban," terang Boy, Senin 29/6/2020 kepada spiritriau.com.

Dijelaskan Boy, dari keterangan korban dan para saksi, perbuatan itu sudah sering dilakukan.

"Hasil pemeriksaan korban dan saksi, perbuatan itu dilakukan sejak korban kelas 2 SD hingga saat ini (usia korban saat ini 13 tahun)," terang Boy.

Diuraikannya, dari hasil pemeriksaan, kejadian itu mulai terungkap pada bulan Mei 2020 lalu.

Saat itu korban sering becerita kepada Y (Pelapor) yang merupakan kakak sepupunya, bahwa korban sudah sering mengalami perbuatan cabul yang dilakukan oleh uwaknya sendiri yang tinggal bersama dengan korban.

"Y ini tinggal bersebelahan dengan rumah pelaku," terang Boy.

Korban juga bercerita bahwa ia sering diancam apabila korban memberitahukan perbuatannya kepada orang lain.

Selanjutnya pada malam hari Senin tanggal 22 bulan Juni tahun 2020 sekira pukul 23:30 wib saat Y sedang berada di rumah bersama temannya dan suami temannya itu merasa curiga dengan  gelagat pelaku.

Ketika itu, W yang merupakan suami teman pelapor memanggil Y. Setelah Y menghampiri W, W mengatakan," Tengok itu ah (lihat itu), sambil menunjuk pelaku yang sedang berada di dalam kamar mandi.

Kemudian W melihat kearah kamar mandi pelaku, ketika itu saksi melihat pelaku menarik tangan korban ke dalam kamar mandi.

Melihat pelaku menarik tangan korban, kemudian W dan satu orang temannya memperhatikan perbuatan pelaku melalui lubang pada dinding rumah W  yang mana kamar mandi pelaku tepat di depan rumah W.

Setelah pelaku menarik korban ke dalam kamar mandi, ketika itu pelapor dan para saksi melihat pelaku dalam posisi duduk kadang berdiri sambil menaikan sarung yang dipakai oleh pelaku dan memegang-megang kemaluan pelaku.

Tdak beberapa lama pelaku selesai melakukan perbuatanya, kemudian pelaku langsung keluar dari kamar mandi di susul korban, dan pelaku menuju ke arah belakang rumah.

Saat itu, korban keluar dari kamar mandi sambil menangis dengan memeperbaiki baju.

Setelah kejadian pada malam hari itu, dan keesokan harinya pada hari Selasa sekira jam 19:00 wib korban datang ke rumah Y dengan tujuan untuk menonton televisi.

Kmudian Y bertanya kepada korban,"Tadi malam kamu dengan uwak ada melakukan perbuatan itu lagi,". "Nggak ada kak," jawab korban. "Berani sumpah kau," kata Y. "Ada kak, dipaksanya aku kak, dikasihnya aku uang 30 ribu, sorenya jam 4 (16.00 wib) ada juga kak dia melecehkan aku," terang korban.

"Kenapa kau tidak teriak," timpal Y.
"Aku takut kak, aku diancamnya," ungkap korban.

"Besok, kalau uwak melakukan perbuatan itu lagi, kamu bilang sama kakak biar kita laporkan, biar dia masuk penjara," kata Y. " Iya kak," jawab  korban.

" Berdasarkan keterangan korban kepada saksi Y, bahwa Pelaku melakukan perbuatan cabul kepada korban sudah berulang kali, dimulai korban duduk dikelas II SD sampai dengan sekarang," terang Boy.

Atas kejadian tersebut Y melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panipahan guna proses lebih lanjut.

Setelah menerima laporan dan memeriksa sejumlah saksi, Kapolsek bersama tim melakukan serangkaian penyeledikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku.

"Kita sudah amankan, pelaku kita sangkakan dengan undang-undang perlindungan anak," tandasnya. (ded)

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.