Minggu, 18 Apr 2021
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Berkas Oknum Polisi Pelaku Penembakan Wanita di Pekanbaru Dilimpahkan Ke Jaksa

Berkas Oknum Polisi Pelaku Penembakan Wanita di Pekanbaru Dilimpahkan Ke Jaksa

Admin
Kamis, 08 Apr 2021 16:50
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru telah melimpahkan ke jaksa berkas oknum polisi pelaku penembakan wanita di Pekanbaru.

Oknum polisi ini berasal dari Satuan Polres Padang Panjang, pria berinisial AP (24) ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

AP yang berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) itu, merupakan pelaku penembakan terhadap wanita panggilan di Kota Bertuah, beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto saat dikonfirmasi, membenarkan perihal pelimpahan berkas tersangka dari penyidik ke pihaknya.

"Sudah, sudah masuk berkasnya, kalau tak salah pada 6 April kemarin. Tersangka berinisial AP. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 351 ayat (1) atau (Pasal) 351 ayat (2)," ucapnya, Kamis (8/4/2021).

Adapun proses selanjutnya diterangkan Robi, jaksa akan melakukan penelahaan terlebih dahulu terhadap berkas perkara tersebut.

Ini guna mengecek kelengkapannya, baik syarat formil maupun materil. Untuk proses ini, jaksa memiliki waktu 14 hari.

Jika memang nantinya berkas dinyatakan lengkap atau P-21, maka tahap selanjutnya adalah penyidik akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum (JPU).

Namun sebaliknya, jika berkas perkara belum lengkap, maka berkas akan dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk yang harus dilengkapi, atau P-19.

Sebelum pelimpahan berkas ini, jaksa juga sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), pada Selasa (16/3/2021).


Untuk diketahui, oknum polisi Polres Padang Panjang, Polda Sumbar, Bripda AP (24), melakukan aksi 'koboi' dengan menembak wanita berinisial RO (31), pada Sabtu (13/3/2021) lalu.

Atas perbuatannya itu, AP ditetapkan tersangka. Ia juga sudah menjalani penahanan, terhitung sejak Minggu, 14 Maret 2021.

"Sudah kita proses lebih lanjut ke aturan KUHP, pasal pidananya pasal 351 ayat 2 KUHP," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Senin (15/3/2021).

Disinggung bagaimana soal koordinasi dengan Polda Sumbar, dijelaskan Nandang, karena oknum polisi itu melakukan perbuatannya di Kota Pekanbaru, maka penanganan terkait pidananya ditangani Polresta Pekanbaru.

"Untuk sanksi lain yang diberikan, masalah kode etik, ditangani oleh Satuan asal si oknum," papar Nandang.

Dia menerangkan, sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Lalu untuk mobil yang terkena tembak, ikut disita sebagai barang bukti. Kendaraan kini berada di Mapolresta Pekanbaru.

"Kita sudah olah TKP, memeriksa saksi-saksi untuk melengkapi alat bukti. Kita juga mengamankan selongsong," urainya.

Disampaikan Kombes Nandang sebelumnya, pada saat pemeriksaan awal di Polsek Limapuluh, Bripda AP tidak bisa menunjukkan surat perintah tugas.

Namun pada siang hari setelah penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru meminta menunjukkan surat tugas, barulah dikirim lewat WhatsApp (dokumen terlampir).

"Pada saat pemeriksaan di Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru, anggota tersebut menunjukkan surat pinjam pakai senjata api (senpi) dinas," kata Nandang.

Lanjut dia, dalam surat tersebut tercantum sebagai penerima adalah Bripka AS, akan tetapi senpi dipakai oleh tersangka Bripda AP.

Ternyata masa pinjam pakai juga sudah lewat, yakni terhitung 25 Januari 2021 sampai 31 Januari 2021.

"Dan tujuan bukan ke Pekanbaru, tetapi ke Rupit Palembang (dokumen terlampir) dan pinjam pakai senpi untuk pengawalan barang bukti," jelas Kapolresta Pekanbaru lagi.

Ia mengungkapkan, oknum polisi Bripda AP kini sedang menjalani penahanan. Terhadapnya, penyidik menerapkan pasal 351 ayat 2 KUHP.

"Dengan hukuman penjara 5 tahun," tegas Kombes Nandang.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memberikan penjelasan terkait penembakan yang dilakukan oleh oknum Polres Padang Panjang, Polda Sumbar terhadap seorang wanita di Pekanbaru.

Irjen Agung menyebut, pelaku berinisial AP (24), berpangkat Bripda, oknum disertir dari Polres Padang Panjang, Polda Sumbar.

"(Pelaku) meninggalkan tugas tanpa ijin pimpinan," ungkap dia kepada Tribun, Sabtu (13/3/2021) sore.

Lanjut Kapolda Riau, penembakan dengan menggunakan senjata api (senpi) yang dilakukan oleh Bripda AP terjadi di depan salah satu hotel di Jalan Kuantan Raya, Sekip, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, pada Sabtu (13/3/2021) sekitar pukul 03.20 WIB.

Penembakan mengakibatkan pecahnya kaca belakangan mobil Suzuki X-Over dan tembus mengenai salah satu penumpang mobil berinisial RO (31).


"Polda Riau telah melakukan penahanan terhadap pelaku dan saat ini dilakukan pemeriksaan secara intensif dan diketahui pelaku meninggalkan tugas tanpa ijin dari wilayah Sumatera Barat," ungkap Irjen Agung.

Lanjut Jenderal polisi berpangkat bintang dua itu, Polda Riau telah melakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Barat untuk penanganan kasusnya.

Ia menegaskan, saat ini proses penyidikan dan hukum sedang berjalan bagi yang bersangkutan.

Polda Riau berharap nantinya Jaksa dan Hakim dapat menghukum pelaku ini dengan hukuman yang seadil-adilnya bagi korban.

"Korban yang dalam keadaan sadar saat ini dalam perawatan dokter Polda Riau dan dokter rumah sakit," pungkas Kapolda Riau.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, membenarkan perihal kejadian penembakan yang dilakukan oknum polisi Polres Padang Panjang, Polda Sumbar, di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Iya betul," ucap Irjen Argo saat dikonfirmasi langsung Tribun, Sabtu (13/3/2021) sore.

Menurut Irjen Argo, oknum berinisial AP (24) dengan pangkat Bripda itu, akan ditindak tegas atas perbuatan yang telah dilakukannya.

"Nanti dilakukan sidang kode etik. Kalau hasil sidang anggota tersebut tidak layak jadi polisi, bisa di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat, red)," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa penembakan yang dilakukan oknum polisi Polres Padang Panjang, Polda Riau berinisial AP (24) berpangkat Bripda, terhadap wanita berinisial RO (31), disebut-sebut berawal dari aplikasi MiChat.

Peristiwa terjadi di depan hotel Jalan Kuantan Raya, Kota Pekanbaru.

Informasi yang didapat Tribun, awlanya pada Sabtu (13/3/2021) sekira pukul 03.00 WIB, oknum polisi itu melakukan memesan wanita melalui aplikasi MiChat.

Lalu datang 2 orang perempuan yang berinisial DO dan RO ke tempat AP.

Namun ketika itu, DO dan RO hendak pergi lagi, dengan alasan untuk membeli kondom.

Akan tetapi Bripda AP yang merasa ditipu, selanjutnya mengejar ke bawah.

Pada pukul 03.15 WIB, Bripda AP melihat DO di pintu keluar basement.

Kemudian Bripda AP mengajak DO pergi bersama membeli kondom dengannya.

Akan tetapi DO lari menuju 1 unit mobil Suzuki SX4 X-Over.

Melihat hal tersebu, Bripda AP mengejar DO sambil mengeluarkan senjata api (senpi) miliknya.

Bripda AP lalu menembak ke arah atas, sembari berlari mengejar mobil yang ditumpangi oleh RO dan melakukan tembakan kedua ke arah ban mobil.

Tembakan ketiga, Bripda AP menembak ke arah kaca belakang mobil, sehingga peluru menembus kaca belakang mobil dan mengenai pelipis sebelah kanan korban. Mobil yang ditumpangi RO lantas berhenti.

Atas kejadian itu, RO dibawa ke rumah sakit. Saat itu ia masih dalam keadaan sadar

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2021 spiritriau.com. All Rights Reserved.