Sabtu, 19 Sep 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Hukrim
  • Babak Baru Dibalik Ambruknya Turap Danau Tajwid Langgam

Ada 'Pengki-pengki',

Babak Baru Dibalik Ambruknya Turap Danau Tajwid Langgam

Laporan: Febri. S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 16 Sep 2020 13:10
Direktur PT Raja Oloun Harimantua Dibata Siregar
PELALAWAN - Dugaan pengrusakan pembangunan turap penunjang jalan danau Tajwid hingga ambruk, di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam memasuki babak baru. Hal tersebut menyusul melapornya, direktur PT Raja Olouan selaku rekanan ke Polres Pelalawan, Selasa (15/9/2020) kemarin.

Demikian diungkapkan, Harimantua Dibata Siregar selaku Direktur PT Raja Oloun, kepada SPIRITRIAU.com, Rabu (16/9/2020). Menurutnya, laporan ini terkait dugaan pengrusakan, aset milik negara yakni pembangunan turap sungai Kampar ke danau Kajuit, dimana PT Raja Oloun selaku pemenang tender.

Dugaan pengrusakan turap ini yang menyebabkan ambruk kata Harimantua terjadi pada Sabtu 12 September 2020 lalu. "Kejadiannya, hari Sabtu lalu, ambruknya tidak wajar dan ada unsur kesengajaan, makanya kita laporkan," bebernya, seraya menunjukkan surat tanda terima laporan polisi.

Setelah laporan polisi ini masuk dia berjanji akan membuktikan diproses persidangan, bahwasanya, turap tersebut ada unsur kesengajaan dirusak. "Kita buktikan nantik diproses hukumnya. Peristiwa ini sangat kejam dan zalim sekali," ungkapnya.

Bahkan ia berjanji, pada persidangan nanti bakal buka-bukaan Ikhwal proyek, ada 'pengki-pengki' yang diminta oleh oknum pejabat Pelalawan untuk memuluskan proyek turap sungai Kampar danau Tajwid.

Ketika ditanya 'pengki-pengki' yang ia maksud. Hariman Siregar menegaskan 'pengki-pengki' adalah uang diminta oleh oknum pejabat dilingkup Pemda Pelalawan. "Kita punya bukti, 'pengki-pengki' itu diminta dan diberikan kepada oknum pejabat pada tahun 2019 lalu, nanti kita buka," tegasnya, seraya menolak membocorkan siapa oknum pejabat yang dimaksud.

Dugaan pengrusakan, turap jalan danau tajwid ini kata Hariman juga ada kaitan dengan 'pengki-pengki'. Dimana 'pengki-pengki', terlalu tinggi nominal diminta. "Dugaan kita juga ada mengarah kesana, selain itu kita melaporkan ke Kejati Riau, paska menang gugatan di PN Pelalawan," ucapnya.

Ditempat terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Pelalawan, MD Rizal Abas ketika dikonfirmasi tidak mempersoalkan pihak PT Raja Oloun menempuh jalur hukum terkait dugaan pengrusakan turap jalan danau Tajwid.

"Jika soal laporan, silahkan saja, akan tetapi soal lainnnya, no komen. Abang ke Penyalai dengan bupati," tulis MD Rizal melalui pesan WhatsAppnya, singkat.

Diberitakan, sebelumnya, Fakta-fakta mengejutkan terkuak terkait ambruknya, pembangunan proyek turap penahan jalan kawasan wisata alam danau Tajwid di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam yang terjadi, Sabtu (12/9/2020) lalu.

Ambruknya, turap tersebut diduga ada unsur kesengajaan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, ditengah kemenangan gugatan, PT Raja Oloun selaku rekanan proyek ini di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan terhadap Pemda Pelalawan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR).

Tidak itu saja, PT Raja Oloun, sedang berupaya melakukan upaya hukum, agar membayarkan sisa proyek turap yang sudah tuntas sebesar Rp 4 miliar, sesuai dengan gugatan yang mereka menangkan di PN Pelalawan, dari total nilai kontrak Rp 6 miliar lebih, dimana perusahaan tersebut baru menerima 30 persen, atau senilai Rp 2 miliar.

"Kami menduga ambruknya turap ini ada unsur kesengajaan, setelah gugatan kami menang di PN Pelalawan dan saat ini kami melakukan upaya hukum, agar Pemda melunasi sisa dari nilai kontrak proyek senilai Rp 4 miliar. Kami menduga turap sengaja dirusak agar bisa menjadi alasan untuk tidak dibayar," terang, Hariman Siregar selaku Direktur PT Raja Oloun, Senin (13/9/2020) malam.

Kata Hariman Siregar, dugaan unsur kesengajaan pengrusakan terhadap proyek paket 1 Evertmen Sungai Kampar-Danau Kajuit kegiatan pusat-pusat pengendalian banjir nomor kontrak: 614/PUPR-SDA/BANJIR/KTR/2018/12, cukup beralasan.

Dimana ketika mendapatkan kabar, ambruk turap ambruk dirinya, langsung turun kelapangan. Dilapangan ditemukan fakta-fakta yang sangat mengejutkan. Diantaranya, ditemukan jejak-jejak alat berat diduga jenis eksavator mengeruk pada bagian dinding turap.

"Kentara kali, dirusak dengan menggunakan eksevator, dikorek, dihantam, bekasnya, jelas sekali ada unsur kesengajaan," tegasnya.

Apalagi kata dia tidak mungkin turap ini bakal ambruk, soalnya K kekuatan dia adalah 700. "Kekuatan dia itu K 700, masak ambruk dia ke sungai, dia inikan sifafnya menahan air. Sementara sudah beberapa kali banjir, tidak apa-apa, apalagi sekarang ini kan tak ada banjir," tandasnya.***

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.