Rabu, 25 Nov 2020
SMSI
  • Home
  • Hukrim
  • Mengukur Keadilan Bersoal Lahan Antar Warga dan Penguasa HTI, "Satu Nyawa Hilang, Dua Pemuda Terbuikan"

Mengukur Keadilan Bersoal Lahan Antar Warga dan Penguasa HTI, "Satu Nyawa Hilang, Dua Pemuda Terbuikan"

Laporan : Erwin F Nababan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 22 Okt 2020 08:30
Tim
Foto
Bengkalis - "Sebagai orangtua, siapa yang tidak sedih melihat kedua anaknya yang masih muda dan memiliki masa depan panjang harus mendekap di balik jeruji besi", ucap Pureden Nainggolan mengawali pembicaraan dengan awak Media Spiritriau.com di Kantor Kuasa Hukumnya, Bangkit Sipayung SH dan Rekan, di Desa Pinggir Kecamatan Pinggir, (21/10/20).

Pureden Nainggolan (41) yang merupakan warga jalan Simpang Proyek RT03 RW03 Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis itu kemudian menerangkan, bahwa kedua anak kandungnya, FN(21) dan VN (17), saat ini berada di jeruji Polsek Pinggir lantaran membela dirinya dan haknya atas sebidang tanah yang berada di wilayah RT 01 RW 02 Dusun Suluk Bongkal Desa Koto Pait Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis.

Yang mana, anak pertama Pureden Nainggolan, FN(21) disangkakan atas tuduhan pengancaman, dan anak nomor tiganya, VN(17) disangkakan atas tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Pureden lalu menyampaikan bahwa ia dan keluarganya sudah rela dan ikhlas kedua anaknya dipenjara untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan yang sudah dilakukan. Namun ia meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.

"Kedua anak saya itu berbuat demikian karena membela saya, dan mempertahankan diri atas perlakuan brutal dari oknum-oknum Sekurity PT. Manggala Cipta Persada, yang merupakan sub-Kontraktor PT. Arara Abadi di wilayah Kecamatan Talang Muandau. Atau sebagaimana yang sudah dituangkan dalam berita acara keterangan kronologis kejadian yang kami paparkan melalui kuasa hukum. Perbuatan brutal para oknum Sekurity itu pun sudah kami laporkan kepada pihak berwajib. Sebagai warga Negara Republik Indonesia yang taat Hukum, kami sekeluarga bermohon agar hukum itu ditegakkan seadil-adilnya", pinta Pureden kemudian.

Sebelumnya Pureden juga menjelaskan bahwa bidang tanah yang bersoal itu sudah lama ia manfaati, kurang lebih 10(sepuluh tahunan) untuk bertani, menyambung hidup sehari-hari keluarganya. Namun pihak perusahaan penguasa HTI, PT. Arara Abadi, selalu mengklaim, bahwa bidang tanah itu masuk dalam kawasan HTI PT. Arara Abadi.

Sementara Kuasa Hukum Pureden Nainggolan, Bangkit Sipayung, SH dan Rekan, kepada awak Media menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkawal keseluruhan proses hukumnya agar berjalan sebagaimana mestinya. Dan ia juga menyatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian penganiayaan yang dialami kliennya.

"Kejadian tersebut berawal dari adanya security yang mengaku diancam oleh klien kami. Yang mana hal itu dilakukan karna pihak Security itu ada melakukan pencabutan ubi milik orang tua klien kami. Pastinya tindakan security tersebut merupakan tindakan yang arogan dan tak memiliki aturan kerja SOP, mendatangi beramai-ramai rumah klien kami pada malam hari, Rabu tanggal 7 Oktober 2020 sekira jam 21.00 Wib", jelas Bangkit.

Masih Bangkit, "security tersebut datang berjumlah lebih kurang 20 orang, dan bertanya denga nada keras juga membawa alat benda kayu, besi serta parang. Dan kami kecam itu, menunjukkan arogansi mereka. Jika pun ada laporan teman mereka terkait kejadian yang mereka tuduhkan, mereka seharusnya mencari dulu informasi yang akurat dan juga laporkan lah ke pihak berwajib. Bukan berarti langsung main kroyok atau mengerahkan anggota dengan jumlah besar dengan membawa alat", cetus Bangkit kemudian.

Ia juga kemudian menerangkan bahwa akibat penganiayaan tersebut Klien kami atas nama FN(21) mengalami luka berat pada bagian kepala, muka sebelah mata, badan dan lengan.

"Dan menurut keterangan Klien kami, FN, sebelum ia dibawa ke Pos penjagaan security, dia dipukuli oleh beberapa orang security tersebut hingga kondisinya sangat memperihatinkan. Bukan sampai disitu saja, setelah di Pos security si FN juga masih di pukuli. Dan setelah itu pihak Security itu melapor ke pihak berwajib. Dan beberapa saat kemudian, klien kami pun di bawa ke Kantor Polisi".

"Atas peristiwa yang dialami oleh klien kami FN, maka pada tanggal 14 Okteber 2020 lalu, kami team kuasa hukum membuat laporan atas penganiayaan yang dialami FN ke Polsek Pinggir, atau sebagaimana dimaksud Pasal 170 atau 351 KHUP. Dan, Klien kami FN juga sudah di intrograsi terkait laporan yang bernomor : STTPL/63/x/2020/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR. Kami dari team kuasa hukum meminta kepada pihak kepolisian Sektor Pinggir agar segera melakukan tindakan dan memproses Kasus penganiayaan dan pengeroyokan serta pengerusakan terhadap barang yang dialami oleh Klien kami yang dilakukan oleh oknum security PT. MCP(Manggala Cipta Persada)", harap Bangkit Sipayung, SH.

Bangkit juga menambahkan bahwa berdasarkan keterangan kliennya, VN(17) serta saksi lainnya yang ada dilapangan (sesuai dengan dokumen berita acara laporan), pihaknya menilai bahwa tindakan VN(17) yang tersangka pelaku pembunuhan atau penganiayaan berat yang menghilangkan nyawa seseorang, adalah tindakan pembelaan terpaksa sebagaimana dimaksud Pasal 49 KUHP poin 1. "Yang mana pembelaan darurat atau pembelaan terpaksa (Noodweer) untuk diri sendiri maupun orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena adanya serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat, maka tindakan tersebut tidak dapat di hukum.

Pada kesempatan itu, Pureden Nainggolan juga menyampaikan duka yang mendalam serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga yang menjadi korban penusukan yang tidak sengaja yang dilakukan oleh anaknya.

"Atas nama keluarga besar kami, saya sampaikan duka yang mendalam serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Pastinya anak saya, tidak ada niat untuk melakukan hal tersebut, saat itu saya dan anak-anak saya hanya melakukan pembelaan diri saja. Sekali lagi, kami mohon dimaafkan", ucap Pureden Nainggolan dengan nada terseduh.
-win-
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.