Sabtu, 13 Jun 2026
Harga Minyak Goreng Naik, Penjual Gorengan: Untungnya Tipis
Admin
Rabu, 10 Nov 2021 10:50
okezone.com
Menurutnya, kenaikan minyak goreng sangat berdampak pada tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan setiap hari. Sementara, harga jual gorengan yang diproduksi tidak mungkin dinaikkan karena berpengaruh pada minat beli konsumen. "Hal ini tentunya berpengaruh terhadap pemasukan dari hasil penjualan yang semakin minimal. Sementara harga gorengan tidak bisa dinaikkan juga," tuturnya. Eko mengatakan dalam sehari membutuhkan sekitar 5 liter minyak goreng dan sekitar 5 kilogram tepung terigu sebagai bahan untuk membuat gorengan. Selain itu juga dibutuhkan bahan baku seperti tempe, tahu, pisang dan lobak.
Terkait harga tepung, kata Eko tidak mengalami kenaikan dan berkisar diharga Rp8 ribu/kg. "Kami hanya pedagang kecil yang menggantungkan perekonomian dari jualan gorengan ini tiap harinya dan harus menghidupi dua orang anak yang masih kecil-kecil. Tentunya berharap harga minyak bisa kembali turun sediakala," ujarnya.
Ia mengaku hanya menjual satu buah gorengan seharga Rp1 ribu, baik itu goreng pisang, goreng bakwan, tempe dan tahu. "Semoga saja harga minyak cepat stabil kembali," harapnya. Senada, seorang penjual kacang tanah goreng (tojin), Yurliati (48) di Muara Labuh juga mengaku kesulitan akibat kenaikan harga minyak goreng karena tidak bisa menekan biaya produksi sedangakan harga jual kacang tojin tidak mungkin dinaikkan. "Harga jual kacang tojin tidak mungkin naik karena berdampak pada konsumen atau pembeli sementara bahan baku naik," sebutnya. Terpisah, seorang Ibu rumah tangga, Hasna (58) juga mengeluh terkait kenaikan harga minyak goreng dipasaran. "Saat ini perekonomian juga susah dan minyak merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda karena urusan perut. Harapannya harga minyak goreng bisa turun," sebutnya.
Ia mengaku hanya menjual satu buah gorengan seharga Rp1 ribu, baik itu goreng pisang, goreng bakwan, tempe dan tahu. "Semoga saja harga minyak cepat stabil kembali," harapnya. Senada, seorang penjual kacang tanah goreng (tojin), Yurliati (48) di Muara Labuh juga mengaku kesulitan akibat kenaikan harga minyak goreng karena tidak bisa menekan biaya produksi sedangakan harga jual kacang tojin tidak mungkin dinaikkan. "Harga jual kacang tojin tidak mungkin naik karena berdampak pada konsumen atau pembeli sementara bahan baku naik," sebutnya. Terpisah, seorang Ibu rumah tangga, Hasna (58) juga mengeluh terkait kenaikan harga minyak goreng dipasaran. "Saat ini perekonomian juga susah dan minyak merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda karena urusan perut. Harapannya harga minyak goreng bisa turun," sebutnya.
Sumber: okezone.com
komentar Pembaca