Senin, 25 Mei 2020
Iklan Prodek
  • Home
  • Ekbis
  • Ada Corona dan Jelang Puasa, Pengusaha Ritel Pastikan Stok Pangan Aman

Ada Corona dan Jelang Puasa, Pengusaha Ritel Pastikan Stok Pangan Aman

admin
Kamis, 02 Apr 2020 10:50
ilustrasi supermarket
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan stok sejumlah bahan pangan utama dalam keadaan tercukupi menjelang Ramadan. Sejumlah bahan pangan dipastikan telah terdistribusi dengan baik di pasaran.

"Mulai akhir Maret. Stok beras, gula, daging-dagingan, dan bawang. Mulai terisi," kata Ketua Bidang UMKM Aprindo, Handito Joewono, saat dikonfirmasi Merdeka.com pada Kamis (2/4).

Hal ini, menurutnya, sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat selaku konsumen terhadap ketersediaan sejumlah bahan pangan yang kerap langka menjelang Ramadan. Apalagi saat ini tengah ada wabah virus corona di Indonesia.

Dirinya mengakui sempat terjadi kelangkaan sejumlah bahan pangan yang mengerek harga jual. Beruntung kelangkaan sejumlah bahan pangan tidak berlangsung lama, sehingga tidak mempengaruhi kelangkaan stok bahan pangan untuk musim Ramadan 2020.

Maka dari itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang justru dapat memicu terjadinya inflasi akibat kelangkaan stok bahan pangan. "Jangan lagi ada masyarakat yang melakukan panic buying," tandasnya.

Selama Pandemi Corona, Kementan Pastikan Distribusi Pangan Lancar

Kekhawatiran akan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan secara nasional selama masa Pandemi Corona dirasakan bukan hanya oleh konsumen, tapi juga pemasok dari daerah. Namun pemerintah menjamin distribusi pangan tetap lancar.

Wilayah Jabodetabek kini memang menjadi zona merah dalam penyebaran virus Corona. Meski begitu, kebutuhan pangan bagi masyarakat harus tetap terpenuhi.

"Meskipun redzone kan masyarakat tetap butuh pangan. Petani kita tetap berproduksi dan distribusikan secara lancar," ungkap Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Prof Risfaheri.

Risfaheri menegaskan, Kementerian Pertanian selalu memastikan stok dan produksi selalu ada di sektor hulu. Sedangkan kelancaran distribusi berada pada tupoksi Kementerian Perdagangan.

"Namun karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat, Kementan tentunya berupaya agar pangan tersebut sampai ke masyarakat sehingga bisa tercukupi," katanya.

Salah satunya, Kementan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya di DKI Jakarta, Gapoktan dan pelaku usaha lainnya untuk memastikan kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan lancar.

"Kami selalu berusaha agar pasokan tetap tersedia. Toko Tani Indonesia Center di Jakarta maupun Bogor tetap buka dan selalu menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau," katanya.

Menurutnya, TTI memiliki efek psikologis yang kuat dan kehadiran TTI yang menyebar menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok yang berkualitas dan terjangkau.

Ketersediaan dan distribusi yang lancar ke TTIC juga diakui Manajer Toko Tani Indonesia Center, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi Nashwari.

"Tidak ada yang stop pasok pangan dari petani untuk ke Jakarta, khususnya ke Toko Tani Indonesia Center (TTIC). Sehingga tidak perlu khawatir TTIC dan TTI tetap buka untuk penuhi kebutuhan pangan masyarakat," ungkapnya.
Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 spiritriau.com. All Rights Reserved.