Sahril Ramadhana
Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si saat rapat pembahasan daerah objek wisata dengan sejumlah pemangku kepentingan di Zamrud Room, komplek rumah dinas Bupati Siak di kawasan jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura, Rabu (10/02).
SIAK - Tidak lama lagi, masyarakat tak perlu jauh-jauh datang ke Sungai Seine di Paris, Prancis, demi menikmati keindahan Jardin Tino Rossi Garden yang sejatinya adalah Taman mungil yang membentang sekitar 600 meter di tepian Sungai Seine itu.
Pasalnya, tahun ini Pemkab Siak akan membangun turap indah sepanjang 471 meter lebih kabupaten Siak. Turap ini akan melengkapi turap yang sudah dibangun sebelumnya sepanjang 400 meter di kawasan kampung dalam hingga pasar lama Kota Siak Sri Indra Pura.
Hal ini diungkapkan Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si saat rapat pembahasan daerah objek wisata dengan sejumlah pemangku kepentingan di Zamrud Room, komplek rumah dinas Bupati Siak di kawasan jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura, Rabu (10/02).
Dalam rapat tersebut, juga dihadiri Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si beserta sejumlah kepala SKPD dan tokoh masyarakat Siak, Mulai dari OK Nijami Jamil, Wan Abu Bakar, Zulkifli dan yang lainnya.
Ia mengungkapkan, Jika pembangunan tempat wisata tersebut sudah rampung, masyarakat bakal bisa jalan santai menikmati alam dari kawasan Kampung Dalam di bagian Timur, hingga ke Masjid Syahabuddin di bagian Barat, dipastikan kawasan indah bakal lebih indah dari Jardin Tino Rossi Garden Perancis.
Alasannya, turap yang 471 meter tersebut, dibagi dalam lima bagian. Bagian pertama adalah Plaza utama berbentuk lingkaran dengan diameter 82,64 meter. Plaza ini dibangun lebih tinggi 60 sentimeter dari permukaan jalur pedestrian, hal ini dilakukan agar pengunjung lebih leluasa menikmati pemandangan.
Bagian dua, jalur pendestrian yang terhubung langsung ke turap hingga 400 meter tersebut, memiliki Luas hingga 12 meter. Ini juga dibangun agar pengunjung lebih leluasa pula melakukan aktifitas.
Dari sambungan ujung turap yang 400 meter tadi, jalur pedestrian ini memanjang hingga ke Suak Masjid Syahabuddin sejauh 235,55 meter.
Di bagian tiga bakal ada tugu peringatan peristiwa bersejarah, sebagai tanda bersatunya Kerajaan Siak dengan NKRI.
Bagian empat bakal ada mini plaza untuk tempat transit orang dari pedestrian dari arah timur maupun barat. Mini plaza ini dilengkapi jembatan klasik sepanjang 10,5 meter dan lebar 5 meter.
Disitu juga dibangun, gardu pandang berdiamater 20 meter dan tinggi 7 meter. Terus dekat gardu pandang ini juga dibangun floating dock sepanjang 40 meter dan lebar 4 meter. Terakhir dibagian lima, ada information center, pos jaga dan toilet
Dalam rapat tersebut, Syamsuar sengaja membahas rencana itu dengan para tokoh, agar nantinya tidak ada himbauan atau larangan nantinya.
" Maklum, semua ornamen yang mau dibangun di turap menelan total anggaran Rp 40 miliar, hal ini kita lakukan dikarenakan sangat berkaitan dengan Kerajaan Siak dan Budaya Melayu, " bebernya.
Dalam rapat tersebut, Syamsuar juga mengungkapkan, Pemkab Siak tidak hanya memfokuskan pembangunan akses antar kampung, mendongkrak ekonomi masyarakat maupun memberikan pelayanan prima di pemerintahan lewat birokrasi yang sudah ditata sangat baik.
Lanjutnya, Tapi ia juga sangat serius dalam pemberdayaan kebudayaan maupun potensi wisata yang ada di Siak.
" Makanya tahun 2013 lalu kita sudah membangun grand disain soal pengembangan kebudayaan tersebut, " ungkapnya.
Lanjutnya, Pemkab Siak sudah mendisain pembangunan wisata ini sejak lama. Nantinya wisatawan yang datang ke Kabupaten Siak dari Pekanbaru, tidak langsung ke kota Siak, pemda Siak berencana para wisatawan daerah maupun manca Negara, singgah dulu di makam Putri Kacamayang di kawasan kecamatan Gasib. Pasalnya tempat bersejarah tersebut, hanya berjarak 10 kilometer dari jalan lintas Perawang-Siak.
Lanjutnya lagi, wisatawan tentu bakal ke makam Tengku Buang Asmara dan Tangsi Belanda di kawasan Mempura nantinya, sebelum menikmati indahnya jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah saat akan melintas ke kota Siak.
" Sampai di kota, wisatawan tinggal pilih, mau ke makam Sultan Syarif Kasim II, Balai Kerapatan dan Masjid Syahabuddin dulu, atau langsung ke Istana Matahari Timur, komplek makam Koto Tinggi dan gudang mesiu," ungkapnya.
Lanjutnya, Kolam Hijau dan makam Raja Kecik di Buantan juga tentu tidak akan ketinggalan.
Untuk hal inilah, Pemkab Siak membangun semuanya,
" Pada malam hari, para pengunjung juga akan menikmati keindahan Jembatan di mempura dan jembatan Tengku Agung Sultana Latifah, " ujarnya
Lanjutnya, Belum lagi kawasan tepian Mempura yang memang berseberangan langsung dengan tempat favorit bagi pengunjung ke Kota Siak.
" Pengunjung akan menikmati indahnya air mancur di taman Mahratu sembari mencicipi kuliner khas Siak di turap Kota Siak," tutupnya. ( ril/adv/Humas)
Advertorial