Kamis, 11 Juli 2019 | 15:36:23
Travel

Pulau Galang, Saksi Kebaikan RI ke Pengungsi Luar Negeri Saat Orde Baru

Sebarkan:
Detik.com
JAKARTA - Nasib pencari suaka asal Timur Tengah yang terlunta di trotoar ibu kota menjadi sorotan hingga pemerintah akhirnya turun tangan. Indonesia memang belum menjadi tujuan para pencari suaka, namun secara historis pernah punya pengalaman brilian dalam menangani para pengungsi dari luar negeri.

Dalam sepekan terakhir, para pencari suaka asal Sudan hingga Afghanistan bermukim di depan kantor UNHCR di Menara Ravindo, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Mereka mendirikan tenda, memasang jemuran, hingga tidur di trotoar siang malam. Para pencari suaka itu sebelumnya mendiami trotoar di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Kalideres. Mereka akhirnya pindah ke Kebon Sirih demi menanti kepastian dari UNHCR.

Hari ini, Pemprov DKI akhirnya memfasilitasi pemindahan para pencari suaka itu ke lahan di Kalideres, Jakarta Barat. Namun, tentu saja pemindahan ini belum memberikan kepastian bagi mereka.

Hingga saat ini, Indonesia bukan termasuk negara tujuan para pengungsi untuk hidup menetap dan bekerja. Para pengungsi tidak boleh bekerja di Indonesia. Indonesia belum meratifikasi Konvensi PBB mengenai Status Pengungsi Tahun 1951 dan Protokol mengenai Status Pengungsi 31 Januari 1967.

Namun secara historis Indonesia pernah memiliki pengalaman dalam penanganan pengungsi dari Vietnam atau yang kerap dijuluki sebagai manusia perahu (Vietnamese Boat People) antara tahun 1979 sampai 1996. Ketika itu, Indonesia masih dipimpin oleh Presiden Soeharto. Atas dasar yuridis nasional pelaksanaan bantuan bukan hanya pada Keputusan Presiden semata, namun tetap merujuk pada ketentuan internasional

Dalam buku Troubled Transit: Politik Indonesia Bagi Para Pencari Suaka karya Antje Missbach, dijelaskan bahwa manusia perahu Vietnam datang ke Indonesia akibat situasi politik di Vietnam kala itu.

Usai kemenenangan Komunis dan kejatuhan Saigon April 1975, puluhan ribu orang Vietnam keluar dari negeranya untuk mencari suaka. Pasalnya, mereka takut jika diperlakukan buruk oleh kepemimpinan yang baru. Mereka kabur dengan menggunakan perahu untuk pergi ke berbagai negara. Oleh karena itu, mereka kerap dijuluki manusia perahu.

Berdasarkan laporan pertama, 19 Mei 1975, sekitar 97 orang manusia perahu Vietnam tiba di Indonesia. Sedangkan menurut laporan PBB tahun 1979, ada 43.000 manusia perahu sudah masuk Indonesia. Mekanisme penyaringan pencari suaka kala itu belum ada. Tetapi secara otomatis, status para manusia perahu masuk sebagai pengungsi prima facie (pertama kali) dan beberapa bentuk perlindungan.

Lantas, pemerintah Indonesia memilih Pulau Galang di Riau sebagai tempat untuk 10.000 pengungsi manusia perahu. Pulau Galang dipilih lantaran lokasinya relatif strategis. Jaraknya hanya 7 km dari Pulau Batam. Luasnya sekitar 80 km persegi. Penempatan para manusia perahu di Pulau Galang ini juga dimaksudkan untuk memisahkan mereka dari penduduk lokal dan meminimalisir pembaruan aktif.

Padahal awalnya Pulau Galang tak diniatkan sebagai permukiman permanen para manusia perahu. Namun pemerintah Indonesia terpaksa melakukannya karena alasan kemanusiaan. Kendati demikian, pemerintah Indonesia tetap berusaha memanusiakan para manusia perahu. Mereka diberi pendidikan dan kursus bahasa Indonesia. Lalu, pada Mei 1979, diselenggarakan Pertemuan para Menlu seluruh ASEAN. Dari kesepakatan itu, semua biaya akomodasi pengungsi di Indonesia menjadi tanggunan UNHCR.

Maka setelahnya, dibangunlah kamp-kamp pengungsian di Pulau Galang. Hingga beberapa tahun setelahnya, jumlah manusia perahu di Pulau Galang terus bertambah. Apalagi, kala itu manusia perahu yang ke Malaysia ditolak karena kebijakan pengalihan jurusan, sehingga jumlah manusia perahu di Pulau Galang meningkat hingga 16.500. Manusia perahu di Pulau Galang pun hidup hampir dua dekade.

Namun, pada tahun 1994 Pemerintah Indonesia ingin mengosongkan Pulau Galang, karena ingin membangun kawasan itu untuk industri khusus. TNI pun membantu sekitar 8.500 manusia perahu untuk pulang ke negara asalnya, melalui jalur laut dan udara. Sisanya, pergi mencari suaka ke negara lain.

Berpuluh tahun ditinggalkan, kini kamp-kamp untuk manusia perahu sudah rusak. Namun, tempat ibadah Buddha peninggalan mereka masih bisa ditemukan jejaknya. Pulau Galang dianggap sebagai salah satu bukti catatan humanisme pemerintah Indonesia era Soeharto.

Selain penanganan pengungsi dari Vietnam yang monumental, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini Indonesia juga bersikap simpatik menangani pengungsi Rohingya. Indonesia telah mengirimkan sejumlah bantuan ke pengungsi Rohingya.

Sikap Indonesia menuai pujian. Sekjen PBB Antonio Guterres memuji peran Menlu RI Retno Marsudi dalam melakukan diplomasi ke kedua negara tersebut.


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:52:39

Personel Korami 02/TP Patroli Gabungan Cipta Kondisi

TANAH PUTIH- Babinsa Koramil 02/TP, Koramil 03/Bgs dan Koramil 05/RM melaksanakan Patroli Gabungan Cipta Kondisi  Kesiapsiagaan  bersama Polri, ASN dan Komponen masyarakat di Mapolres Rohil Banjar XII
Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:48:35

Babinsa Koramil 02/TP Hadiri Musrenbang Kepenghuluan

TANAH PUTIH- Babinsa Koramil 02/TP Serda Yohanes Wahyudi Yanta menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di Kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir dalam rangka
Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:46:40

Babinsa Koramil 02/TP Patroli Cipta Kondisi

TANAH PUTIH- Jajaran Koramil 02/ TP melaksanakan patroli bersama anggota Polres Rohil dan Polsek Tanah Putih. Sabtu (19/10/2019).Ini merupakan salah satu kegiatan Patroli Cipta Kondisi untuk pengamanan Proses P
Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:31:01

Satgas Batalyon Infanteri 411 Kostrad Gelar Nobar Bersama Warga Pedalaman Papua

MERAUKE-Untuk lebih mempererat tali silaturahmi serta menciptakan kebersamaan dengan warga yang berada di perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG), personel Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri Me
 
Berita Lainnya
Kamis, 17 Oktober 2019 | 09:56:23

4 Gaya Seksi Luna Maya Berburu Senja, Jadi Pengen Nemenin

BERBURU senja menjadi salah satu aktivitas seru saat liburan. Luna Maya pun senang melakukannya, seperti foto terbarunya saat berburu senja di Lombok.Luna Maya selalu tampil seksi dan penampilannya tetap c
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 09:04:49

10 Desa Terindah di Dunia, 2 Ada di Indonesia

Siapa bilang desa itu membosankan? Desa kerap diidentikkan dengan kesan kuno, membosankan, atau tak tersentuh kecanggihan teknologi. Tetapi lain ceritanya kalau mampir ke desa-desa terindah di dunia ini.Mulai d
 
Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:47:28

Hanya Dihuni 6 Penduduk, Flatey Dinobatkan sebagai Pulau Terindah di Dunia

Predikat pulau terindah di dunia berhasil disabet oleh Pulau Flatey di Islandia. Daftar ini dikeluarkan oleh situs Big 7 Travel yang mengadakan polling kepada pembaca serta tur perjalanan profesional.
 
Rabu, 9 Oktober 2019 | 08:37:20

Pulau Terbaik di Dunia Jatuh kepada Siargao Filipina

 Jakarta - Jika Anda merencanakan liburan, Anda mungkin ingin menuju ke Siargao di Filipina. Belum lama ini, tempat itu terpilih sebagai pulau terbaik di dunia oleh pembaca majalah Conde Nast Tra
 
Rabu, 9 Oktober 2019 | 08:32:32

Mengintip Penginapan Langganan Susi Pudjiastuti di Kabupaten Natuna

Natuna - Pariwisata tengah jadi salah satu sektor yang digerakkan di Kabupaten Natuna. Kemunculan deretan penginapan jadi satu dari sekian banyak realisasi dari wacana tersebut. Siapa s
 
Rabu, 9 Oktober 2019 | 08:08:50

Hati-Hati Jebakan Promo Tiket, Bukannya Untung Malah Buntung

Traveling kini sudah bukan hal mewah terutama buat generasi milenial. Keterbatasan bujet pun bisa disiasati dengan promo tiket yang sering ditawarkan oleh online travel agent atau aplikasi-aplikasi pemesanan ti
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:44:09

Indonesia Tembus Rangking 40 Dunia dari 141 Negara Soal Wisata

Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara dunia yang terkenal akan sektor pariwisata. Keanekaragaman adat, budaya, suku dan tradisi yang dimiliki Indonesia, membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:39:42

Pembangunan Pusat Informasi Pemerintah Siapkan Rp11,7 Triliun

Pusat Informasi Pariwisata (Tourism Information Center/TIC) merupakan fasilitas pendukung untuk membantu wisatawan menerima informasi seputar destinasi yang hendak mereka kunjungi. Namun hingga saat ini, pemban
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:21:39

10 Objek Wisata yang Sempat Cetak Rekor Dunia, Salah Satunya Punya Indonesia

Dunia ini penuh dengan keajaiban dan keindahan alam yang patut dieksplorasi. Rasanya kurang lengkap kalau kamu mengaku sebagai traveller sejati, tetapi yang kamu kunjungi cuma kota-kota besar di luar negeri.Ses
 
Senin, 30 September 2019 | 08:59:21

Enoshima Sea Candle, Salah Satu Mercusuar Terindah di Dunia

 Jika Anda menengok daftar mercusuar terindah atau mercusuar dengan pemandangan paling spektakuler yang diterbitkan situs-situs perjalanan, mungkin Enoshima Sea Candle bakal berada di dalamnya. Struktur di
 
Sabtu, 28 September 2019 | 11:51:07

Kemeriahan Festival Layang Lakbok Art & Culture di Ciamis

Ciamis - Kabupaten Ciamis memiliki festival tahunan yang sangat menarik untuk diikuti. Festival Layang Lakbok Art & Culture 2019 di Blok Kuntul, Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, digelar
 
Sabtu, 28 September 2019 | 09:35:33

5 Objek Wisata Alam Jabodetabek Bernuansa Asri

Cari tempat wisata alam di Jabodetabek yang bernuansa asri? Meskipun termasuk kawasan metropolitan, sebenarnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi punya beberapa objek wisata alam yang cukup menye
 
Jumat, 27 September 2019 | 16:38:54

6 Wisata Tebing Fotogenik di Indonesia, Mulai Tebing Koja sampai Brown Canyon

Wisata tebing sebenarnya bukan hal baru bagi pecinta traveling. Amerika Serikat misalnya, punya Grand Canyon yang menampilkan pemandangan menakjubkan ngarai dan lembah.Indonesia pun memiliki sejumlah objek wisa
 
Jumat, 27 September 2019 | 15:15:35

Pantai GWD Banyuwangi Raih Indonesia Sustainable Tourism Award

Banyuwangi - Pantai Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi menyabet Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 dari Kementerian Pariwisata. Yakni untuk kategori Tata Kelola Destinasi Wisata.Penghargaan ini
 
Jumat, 27 September 2019 | 09:36:01

Maskapai Ini Bagi-Bagi Kursi Gratis, Yakin Mau Melewatkannya

Siapa yang tak suka jika bisa jalan-jalan ke berbagai destinasi impian, dengan biaya hemat. Apalagi jika perjalanannya cukup jauh, biaya maskapai yang terjangkau tentu sangat membantu. Nyatanya, ada lho maskapa
 
 
 
Terpopuler

1

17 Okt 2019 09:04 | 105 views
Travel

10 Desa Terindah di Dunia, 2 Ada di Indonesia

 
 
 
 
Top