Iklan Sosial
 
Rabu, 7 November 2018 | 14:44:59
Travel

Tim Percepatan Bahari Menilai Sail to Bintan 2018 Bikin Semakin Mendunia

Sebarkan:
okezone.com
Penyambutan para yachter di Bintan

BINTAN - Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata menilai bahwa menggiring Wonderful Sail Indonesia ke Sail to Bintan 2018 merupakan cara yang cerdas. Karena bukan hanya bermanfaat untuk jumlah kedatangan Wisatawan Mancanegara (Wisman) namun juga bisa membranding destinasi Bintan ke mata internasional melalui para Yatcher dunia tersebut.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Asep Djembar Muhammad. Kata Asep, sesuai dengan arahan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa selain terus menggenjot 10 destinasi prioritas Kementrian Pariwisata (Kemenpar), semua elemen di Kemenpar juga harus memikirkan tiga pintu masuk utama wisatawan. Tiga pintu masuk tersebut adalah Jakarta, Batam dan Bintan, serta Bali.

"Ini memang jumlahnya sedikit. Tidak sampai ratusan. Tapi para Yatcher ini punya komunitas dunia. Orangnya itu-itu saja tapi komunitasnya besar. Mereka semua berangkat dari Darwin Australia. Biar mereka semua memviralkan kegiatannya dan mengetahui bahwa Bintan punya destinasi yang indah dan luar biasa," kata Asep ketika ditemui saat meninjau acara tersebut di Bintan, 6 November 2018.

Cara cerdas juga dilakukan oleh Dinas Pariwisata Bintan berkolaborasi dengan industri serta Kemenpar. Pada tanggal 6 November puluhan Yachter bersandar di Marina Bintan Resort, Marina Bantan Belani, Bintan. Di tanggal tersebut semua peserta diajak untuk mengekslorasi keindahan Lagoi Bay. Mengunjungi Bazaar, Rumah Imaji, dan mengexplore keindahan Lagoi Bay yang menawan dan indah tersebut.

"Saat Gala Dinner saya mengucapkan selamat datang kepada semua peserta. Saya berharap mereka mengabarkan hal indah ini ke seluruh yatcher dunia. Sehingga Bintan juga semakin mendunia, dan kita semua bisa bertemu kembali di Wonderful Sail to Indonesia di tahun-tahun mendatang,"kata pria asli Bandung ini.

Frank-Ulrih, yachter asal Jerman yang juga menjadi leader dari peserta Wonderful Sail to Indonesia di Tanjungpinang dan Bintan ini, mengatakan telah menantikan keikutsertaanya di Wonderful Sail to Indonesia sejak tahun lalu. Ia sangat tertarik dengan kegiatan berlayar mengunjungi berbagai pulau di Indonesia.

Indonesia dikatakannya merupakan negara yang menarik. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pulau dan perairan yang sangat menarik untuk disinggahi para pelayar. Keindahan bawah laut, budaya dan potensi wisata lainnya membuat ia sangat tertarik mengikuti Wonderful Sail to Indonesia.

"Apa yang menjadi ekspektasi saya, 100 persen benar apa adanya," ujar Frank.

Wonderful Sail to Indonesia adalah reli wisata layar yang berlangsung selama lima bulan dari Juni hingga November 2018, melintasi sepanjang 7.000 kilometer perairan nusantara. Para pelayar masuk melalui entry port debut di Kabupaten Maluku Tenggara dan exit port di Bintan, Kepulauan Riau.

Selama perjalanan itu para peserta singgah di 53 destinasi di wilayah perairan Indonesia. Tanjungpinang adalah destinasi terakhir sebelum akhirnya para peserta akan masuk ke exit port di Bintan.

"Memang dari seluruh perjalanan kami, terlalu banyak undangan untuk acara seremonial. Tapi ternyata, semua itu adalah hal yang menyenangkan. Kami tidak akan pernah melupakannya, karena semuanya sangat menarik bagi kami," ujar Frank.

Frank yang berlayar bersama istrinya, Dorsi, mengatakan, selama perjalannya mengarungi perairan Indonesia, ia melihat kayanya budaya yang dimiliki Indonesia. Ia juga melihat dan merasakan langsung ramah dan hangatnya sambutan masyarakat Indonesia.

"Kami datang dari budaya dan agama yang berbeda, tapi disini kami jadi mengerti budaya kalian. Indonesia adalah destinasi wisata yang sangat baik," kata dia.

Frank bahkan tidak ragu untuk menyebut bahwa Indonesia adalah laiknya surga bagi wisatawan. "Indonesia is heaven for us," ujar Frank.

Sehari sebelumnya, puluhan peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 juga digoda keindahan Indonesia lainnya. Para Wisman itu terpesona dengan keindahan alam dan budaya di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Salah satunya keragaman yang ada di Pulau Penyengat.

Mereka menikmati berbagai sajian mulai dari kuliner, keindahan arsitektur melayu serta sejarah kerajaan Melayu yang banyak tersimpan di Pulau Penyengat. Tidak ketinggalan keindahan Masjid Sultan Riau atau yang juga dikenal dengan Masjid Pulau Penyengat. Konon, masjid yang dominan dengan warna kuning itu dibuat dengan menggunakan putih telur sebagai perekat bangunan.

Puluhan kapal yacht dari berbagai negara yang membawa 40 wisatawan mancanegara memasuki wilayah perairan Tanjungpinang sejak Sabtu 3 November 2018 malam. Mereka melempar jangkar di dekat Pelabuhan Sri Bintan Pura. Selain beristirahat, mereka juga memanfaatkan waktu turun ke darat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Mulai dari logistik hingga kebutuhan kapal.

Baru pada Minggu 4 November 2018 peserta diajak menelusuri berbagai destinasi di Kota Tanjungpinang dalam tur yang disiapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan didukung Kementerian Pariwisata.

Sekitar pukul 09.00 WIB, para wisatawan peserta Wonderful Sail to Indonesia berkumpul di dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura. Dengan menggunakan tiga pompong (perahu kayu bermesin tempel), para peserta berangkat ke Pulau Penyengat melalui dermaga Balai Adat Pulau Penyengat.

Sesampainya di sana, peserta disambut Wali Kota Tanjungpinang Syahrul bersama Plt Kadisbudpar Kota Tanjungpinang Raja Kholidin serta jajaran terkait. Mereka berjalan menyusuri Balai Adat Penyengat (replika rumah adat Melayu) sebagai tujuan pertama. Di bangunan dengan arsitektur Melayu yang jadi tempat atau balai pertemuan warga ini, para wisatawan disambut dengan Tari Gazal.

Mereka juga dikenakan Tanjak (ikat kepala) yang jadi lambang kewibawaan masyarakat Melayu serta syal yang diberikan langsung Walikota dan jajaran terkait. "It's so beautiful," ujar salah seorang peserta saat melihat kemegahan Balai Adat Penyengat.

Ketika memasuki bangunan, para peserta semakin terpesona dengan meriahnya warna kuning, merah dan hijau yang menjadi ciri keindahan budaya Melayu. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga dengan seksama melihat baju khas Melayu yang dipajang di dalam balai adat.

Sebagian dari mereka juga dengan serius membaca cerita sejarah atau sekelumit informasi tentang Pulau Penyengat. Sebelum kemudian para peserta diajak duduk bersama, menikmati makanan khas dengan suguhan tarian dan musik melayu.

Setelah dari Balai Adat, peserta kemudian berkeliling ke berbagai tempat di Pulau Penyengat. Seperti Makam Raja Abul Rahman, Istana Kantor Raja Ali, Makam Engku Putri, Makam Raja Ali Haji dan terakhir Masjid Pulau Penyengat.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zainal Prawira menjelaskan Wonderful to Sail Bintan 2018 ini dihadiri dari beberapa Sail di antaranya adalah Sail Indonesia, Wonderful Sail 2 Indonesia, Sail Bintan yang notabene Yacht dari Singapore. Luki juga gembira menyambut kehadiran wisatawan mancanegera peserta Wonderful Sail to Bintan 2018.

Mereka berasal dari banyak negara. Seperti Australia, Amerika, Swiss, Prancis, Selandia Baru, Jerman dan lainnya. "Pemerintah daerah menyambut dengan baik para wisatawan ke Bintan. Diharapkan para wisatawan dapat menikmati kekayaan alam yang kami miliki. Tentu kami sangat berharap kehadiran para wisatawan kembali ke Bintan," ujar dia.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata, Masruroh, mengatakan Kementerian Pariwisata mendukung acara ini sebagai Sail to Indonesia dimana salah satunya singgah di Kota Bintan. Menurutnya Bintan merupakan daerah strategis yang dapat menjadi pintu masuk bagi para yachter internasional. Dukungan dan kerjasama yang baik dari masyarakat tentunya akan membuat para yachter merasa nyaman dan memilih Bintan sebagai lokasi mereka singgah kedepannya. "Bangun Hospitality yang bagus. Buat Wisman tidak melupakan destinasi kita dan terus ingin kembali berwisata ke negara kita," kata Arief Yahya.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 16 Januari 2019 | 22:30:30

Atong Pengusaha Galangan Kapal di Dakwa Dugaan Perambahan Hutan

UJUNGTANJUNG-Sidang perdana Tong alias Atong (48) Pengusaha galangan Kapal Bagansiapiapi digelar Rabu (16/01/2019) pukul 13.35 Wib. Atong warga Jalan SGB Bagansiapiapi  di dakwa dengan Kasus atas dugaan Pe
Rabu, 16 Januari 2019 | 20:27:47

Program Kerja Mabes TNI Prioritaskan Modernisasi Alutsista dan Kekuatan Integratif

JAKARTA-Program kerja Mabes TNI tahun 2018 disusun dengan diprioritaskan modernisasi alutsista dan penggunaan kekuatan integratif, sedangkan Mabes Angkatan memiliki program prioritas yaitu modernisasi Alutsista
Rabu, 16 Januari 2019 | 20:22:00

Bakamla RI Wujudkan Indonesian Coast Guard

BATAM-Guna menunjang tugas pokok Bakamla RI dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut di wilayah yurisdiksi nasional, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. bertekat mewujudkan sebuah cita-cit
Rabu, 16 Januari 2019 | 20:19:23

Menko Maritim RI Panen Raya di Kampung Bungaraya Siak

SIAK - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja dan panen raya di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Rabu pagi (16/1/2019).
 
Berita Lainnya
Rabu, 16 Januari 2019 | 16:37:45

Dibangun dengan Lumpur, 6 Masjid Ini Tetap Berdiri Kokoh hingga Sekarang

MASJID merupakan tempat ibadah umat islam, keberadaan dianggap suci dan mulia. Selain, memiliki fungsi sebagai tempat beribadah, dalam arsitektur dunia, masjid juga memiliki peran sebagai salah satu penen
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 09:15:56

Pesona Mandeh, Raja Ampatnya Sumatera Barat

SUMATERA Barat, daerah ini terkenal dengan kelezatan rendangnya yang luar biasa. Bahkan kelezatannya itu diakui dunia, terbukti dari beberapa survei yang membuktikan bahwa rendang menjadi makanan terenak
 
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:46:49

Meresapi Keindahan Coban Ciblungan di Kabupaten Malang

Berkunjung ke Kota Malang tentu belum lengkap kalau tak digenapi dengan wisata alam. Sudah puas main di pusat kota, geser sedikit ke wilayah kabupaten. Ke Purwoharjo misalnya. Di sana ada Coban Ciblungan yang f
 
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:42:03

Pesona Ranu Kumbolo, Persinggahan Fotogenik di Jalur Pendakian Semeru

Bagi para pendaki, Gunung Semeru merupakan salah satu puncak di Jawa yang wajib untuk disambangi. Prestasi tertinggi adalah mencapai puncak Mahameru. Namun tak sedikit pula wisatawan yang memilih jalur pendakia
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:26:49

Hadirkan Live Musik di Pesawat, Netizen Kritisi Garuda Indonesia

MASKAPAI penerbangan Garuda Indonesia kembali membuat sebuah terobosan terbaru. Demi memberikan pengalaman penerbangan yang tak terlupakan, Garuda meluncurkan sebuah program menarik yang mereka sebut deng
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:19:19

Jelajahi Ujung Timur Pulau Bali, Ungkap Mistis Raja Karangasem

WISATA Bali ternyata tak hanya berpusat di kawasan selatan saja dengan hamparan pantai indah. Eksotisme Pulau Dewata ternyata benar-benar tersebar bak berlian yang ditaburkan sang pencipta di pulau terseb
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:10:26

Hawaii Punya Pantai Pasir Hitam Baru Akibat Letusan Gunung Berapi

SIAPA yang tak pernah mendengar Hawaii? Sebuah kepulauan yang cukup dikenal banyak orang karena sering dijadikan destinasi liburan. Hawaii identik dengan tarian hula-hula dan pantai dengan ombak-ombaknya ya
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 08:58:13

3,4 Juta Wisatawan Kunjungi Solo, Ini Destinasi Favoritnya

SOLO menjadi salah satu kota favorit untuk berlibur. Selama Januari-Oktober 2018, tercatat lebih dari 3,4 juta wisatawan mengunjungi Solo, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Berdasarkan data
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 17:02:37

Dalam Perda BAZNAS Ogan Hilir Sumsel Kunker di Siak

SIAK - Belum genap sebulan lalu, Baznas Siak kedatangan tamu dan menerima kunjungan Baznas Kabupaten Berau Kaltim, dan kab.Karimun Kepri, sekarang Baznas Kabupaten Siak kembali Terima kunker Komisioner Baznas d
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 09:17:26

Intip 4 Rekomendasi Tujuan Bulan Madu dari Kimberly Ryder, Romantis!

BULAN madu merupakan sebuah ritual wajib yang biasa dilakukan para pengantin baru. Tak jarang, demi melewati malam pertama bersama pasangan baru, banyak orang sampai rela pergi ke luar kota demi menghabiska
 
Rabu, 9 Januari 2019 | 05:44:50

Syamsuar Resmikan Objek Wisata BJ Go Green di Sabak Auh

SIAK - Bupati Siak H. Syamsuar yang merupakan Gubernur Riau terpilih, telah meresmikan sejumlah kegiatan dan objek wisata di Kecamatan Sabak Auh, Senin (8/1/2019) kemarin. Adapun sejumlah kegiatan dan obje
 
Selasa, 8 Januari 2019 | 09:18:45

Mahesa Lawung, Ritual Kubur Kepala Kerbau untuk Buang Sial

UPACARA adat Mahesa Lawung merupakan tradisi turun-temurun sejak era dinasti Mataram dengan cara mengubur kepala kerbau di hutan Krendowahono Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mahesa Lawun
 
Senin, 7 Januari 2019 | 09:12:53

Eksotisnya Terasering Panyaweuyan di Dataran Tinggi Majalengka

SOROT mata lelaki tua yang duduk di depan rumahnya seketika berubah. Secara seksama ia memerhatikan kedatangan sebuah mobil berplat D. Dari bunyinya, terdengar mobil ini sedang berusaha menaklukkan tanjakan
 
Minggu, 6 Januari 2019 | 12:18:06

11 Tempat Wisata di Pangandaran dengan Pemandangan Eksotis, Tak Cuma Green Canyon

Jakarta Tempat wisata di Pangandaran selalu menarik untuk dikunjungi. Pangandaran sebagai wilayah bagian selatan dan barat Pulau Jawa ini memang terkenal akan objek wisata yang begitu indah. Mulai dari ke
 
Sabtu, 5 Januari 2019 | 11:32:10

Subang, Negeri 1.000 Air Terjun

SUBANG - Liburan akhir pekan di Subang? Mungkin ada yang bertanya ada apa di sana. Jawabannya adalah air terjun yang bertebaran di mana-mana.Subang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang cukup
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top