Iklan Sosial
 
Jumat, 10 Agustus 2018 | 10:07:37
Travel

Festival Lembah Baliem Jadi Situs Budaya Papua

Sebarkan:
Liputan6.com
Festival Lembah Baliem situs budaya Papua.

WAMENA - Festival Lembah Baliem 2018 resmi dimulai di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Selasa (7/8/2018) pukul 10.00 WIT. Event yang menjadi situs besar budaya Papua ini menampilkan beragam kekayaan budaya Suku Hubula secara megah. 

Opening ceremony-nya pun unik dan spesial. Menjadi acara pembuka adalah ritual memanah babi dan melempar sege atau tombak khas Suku Hubula. Sege ini dilempar pada obyek berupa batang pisang oleh tokoh pemerintahan dan instansi terkait di Papua.

Festival Lembah Baliem pun berhasil menarik minat para wisatawan mancanegara (wisman).

"Saya sering datang ke banyak tempat, tapi tidak ada yang seperti di Lembah Baliem ini. Di sini sangat luar biasa. Saya bahkan sudah sembilan kali ke Afrika, tapi masih lebih mengesankan di Lembah Baliem. Di sini semuanya sangat otentik. Saya baru pertama ke sini dan sangat takjub dengan semuanya. Kami suka dengan baju adat mereka yang unik dan lengkap dengan aneka asesorisnya. Cara mereka hidup juga luar biasa, terutama cara bertaninya," ujar wisatawan Malaysia, Mah To, Selasa (7/8/2018).

Usai opening ceremony, para pengunjung menonton pertunjukan Atraksi Nikah Adat dari Aslot Group. Agenda ini memberi menarik perhatian semua pengunjung karena pernikahan adat di Suku Hubula sudah sangat jarang dilaksanakan.

"Kami datang bersama 13 orang lainnya ke Lembah Baliem hanya untuk melihat pertunjukan-pertunjukan di ini. Semuanya ada filosofinya dan ini yang kami suka," ucap To.

Atraksi Nikah Adat disajikan secara detail. Dimulai dari ilustrasi masa pingit calon mempelai wanita maksimal 2 minggu. Selama menjalani fase ini, kaum wanita diajarkan manajemen berumah tangga oleh ibunya. Usai dipingit, pesta pernikahan dimulai dengan membayar mas kawin berupa noken, kapak batu, kulit biayerak, dan babi.

Setelah itu, beragam Tarian Perang khas Suku Hugula ditampilkan. Menjadi pembuka, Tarian Perang khas Distrik Wama. Tarian ini menceritakan terjadinya perang karena pencurian babi oleh suku lain. Simulasi perang dilakukan natural dengan lesatan anak panah tapi diarahkan ke atas. Kedua suku akhirnya berdamai setelah babi dikembalikan kepada pemiliknya.

"Saya enjoy menikmati sajian budaya di sini. Saya memang sengaja datang untuk festival ini. Secara basic, saya suka dengan culture seperti ini. Di sini ada banyak culture yang disajikan. Saya benar-benar terkesan. Ini adalah kedatangan saya yang pertama di Lembah Baliem," kata wisatawan asal Swiss, Freddy Goetsch.

Simulasi Tarian Perang dilengkapi dengan aksi perwakilan Distrik Welesi. Menjadi tuan rumah, mereka menyajikan tiga sisi kehidupan dari masyarakat adat di sana. Cerita diawali kisah seorang gadis Welesi yang menanti jodohnya di Honai atau rumah adat Hubula hingga momen yang ditunggu datang. 

Cerita pun berlanjut dengan seorang kepala adat yang memiliki dua orang istri. Namun, ketua adat ini lebih sayang terhadap istri mudanya hingga menimbulkan kecemburuan. Kisah konflik peperangan dimulai saat ada anak gadis yang berangkat ke ladang diganggu oleh pria suku lain.

Menyempurnakan sajian, Distrik Welesi menutup pertunjukan dengan Tarian Etae atau Ebetay. Ini adalah tarian yang dibawakan dengan berlari secara melingkar. Lalu, kelompok lain berdiri di tengah sambil berteriak.

Sensasi peperangan lalu dilanjutkan oleh Distrik Asso Tipo. Mereka menyajikan Tarian Perang dengan pemicu sengketa wilayah dua suku berbeda. Namun, semua diselesaikan damai.

"Saya juga baru pertama datang Lembah Baliem dan langsung jatuh hati dengan semua yang ada di sini. Tapi, saya memang tidak bisa lama. Setelah festival ini selesai, saya langsung pulang. Pengalaman di sini sudah lengkap. Sebab, kemarin saya ke Suroba dan Napua. Hanya untuk foto-foto, apalagi di sana saya juga bertemu dengan warga dengan baju adat," ujar wisatawan Italia, Vinico Seoncerle.

Selain menyajikan Tarian Perang dengan beragam latar cerita, Festival Lembah Baliem juga menggelar Karapan Babi.  Ada juga permainan tradisional Puradan, yaitu keterampilan membidik objek bergerak dengan melemparkan sege atau tombah khas Suku Hubula.

Melengkapi sejarah, opera sejarah Wamena ditampilkan. Tarian ini berkisah kedatangan pemerintah Belanda ke wilayah Lembah Baliem. Mereka bertemu dengan salah satu ketua adat yang sedang membawa anak babi. Lalu, komunikasi pun terjadi. Belanda menanyakan apa yang sedang dibawa, lalu dijawab 'wam-ena' oleh ketua adat. Wam-ena berarti anak babi dalam bahasa Suku Hubula.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, ikut memuji pelaksanaan Festival Lembah Baliem 2018.

"Festival Lembah Baliem ini kelasnya sudah dunia. Ada banyak wisman yang menunggu momentum ini. Kami tentu gembira dengan respons wisatawan di sana. Kemasan dari festival ini memang luar biasa dengan beragam budaya yang ditampilkan. Enjoy Lembah Baliem," ucapnya.

 

(liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:17:16

Kwarcab Pramuka Inhil Gelar Apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke - 57

TEMBILAHAN - Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil menggelar Apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke - 57 di lapangan upacara Gajah Mada, Tembilahan, Sabtu (18/8/2018) pagi.Apel besar tersebut dipi
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:14:14

HM Wardan : Kemerdekaan Adalah Sebuah Anugerah Bagi Bangsa Indonesia

TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan menyebut, kemerdekaan sebagai sebuah anugerah yang diberikan Allah SWT bagi segenap bangsa Indonesia.Pernyataan itu dikemukakan Bupati Inhil, HM Wardan pada acara
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:05:45

Turun Langsung Padamkan Api di Balai Jaya, Kompol Vera : Kasus ini sedang kita Selidiki

ROKANHILIR-Kebakaran lahan yang menghanguskan sekitar 2 hektar lahan gambut di Dusun Rumbia II Rt 17 Rw 03 Kepenghuluan Balam Sempurna Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir berhasil dipadamkan.Pada proses
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:35:11

Meriahkan HUT RI Ke - 73, KNPI Rohul Gelar Open Tournament Futsal

ROKANHULU - Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke - 73 Tahun 2018 Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menggelar Open Tournament Futsal.Open tourname
 
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:10:41

Cantiknya Air Terjun Waimarang di Sumba Timur

AIR Terjun Waimarang memiliki keindahan alami yang dapat memanjakan para wisatawan. Letaknya ada di Kabupaten Sumba Timur kurang lebih 2 jam dari Kota Waingapu.Bicara tentang wisata di Pulau Sumba memang
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47:25

Bangga, 3 Pulau Indonesia Jadi Pulau Terbaik di Dunia

BELUM lama ini, Indonesia kembali mendapatkan pengakuan internasional. Kali ini, penghargaan diberikan langsung oleh salah satu situs travel kenamaan dunia, Travel and Leisure. Dalam situsnya, travelandle
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:28:42

Tari Rejang Sandat Ratu Segara Buka Acara Tanah Lot Art Festival 2018

TARIAN Kolosal Rejang Sandat Ratu Segara akan menjadi pembuka acara Tanah Lot Art & Food Festival 2018 di DTW Tanah Lot, Sabtu (18/8/2018). Ini akan menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, tarian ini mel
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:18:30

Serunya Lomba Suami Merias Istri Rayakan 17 Agustusan di Toraja

UNIK,  lomba suami-suami menghias dan merias istri dengan menutup mata. Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, lomba ini jadi t
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:44:56

Penginapan Terunik di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

SEBUAH perusahaan di luar negeri terkenal dengan penginapan sewaannya yang berkonsep unik. Tidak disangka-sangka sebelumnya oleh para traveler, penginapan tersebut disediakan mulai dari gua di Santorini h
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:40:48

Industri Pariwisata Puji Presiden Joko Widodo

Jakarta Presiden Joko Widodo tidur di tenda pengungsian bencana gempa Lombok. Bukan sekadar empati, merasa senasib dan merasakan sakitnya hidup di pengungsian. Tapi juga cepat membuat keputusan penting,
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:03:06

Bukit Siguntang, Situs Bersejarah di Palembang yang Terabaikan

JAKARTA Bukit Siguntang salah satu petilasan Kerajaan Sriwijaya di Palembang ramai dibicarakan, setelah akun sosial media Ichwan Azhari, seorang warganet yang peduli dengan keberadaan situs bersejarah ter
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 14:37:36

Petualangan ke Pulau Pasumpahan di Sumatera Barat

PADANG - Sumatera Barat tak hanya terkenal dengan Jam Gadang. Ada pulau cantik yang menawarkan petualangan seru, Pasumpahan namanya.Sumatera Barat merupakan daerah tujuan wisata yang menyedot wisatawan lokal
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 09:06:15

Dihuni Roh Jahat, Taman Laut Bunaken Sempat Ditakuti Penyelam dan Nelayan

DI kalangan traveler Taman Laut Bunaken tentu sudah sangat akrab, terlebih bagi para penyelam. Keindahan bawah lautnya membuat taman laut yang ada di Provinsi Sulawesi Utara tersebut, hari ini sedang dipe
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 09:00:20

Aceh Terus Kembangkan Wisata Halal, 10 Hal Jadi Fokus Utama

PADA pergelaran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, dihelat juga seminar yang membahas tantangan dan strategi pengembangan kebudayaan dan kemaritiman Aceh di masa depan. Dalam seminar ini, implementasi konse
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 15:55:59

Tari Topeng Ireng Khas Indonesia Mengguncang Stockholm

Memperkenalkan budaya asli Indonesia kepada dunia dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pementasan tari tradisional di luar negeri. Berlokasi di Kungstrad Garden, Stockholm, Swedia, Kedutaan
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 15:49:50

Sumba, Lombok, hingga Bangka Belitung Masih Jadi Destinasi Incaran Para Pelancong

DIANUGERAHI alam yang indah dan banyak kepulauan, menjadikan begitu banyak tempat yang bisa dikunjungi di Indonesia. Akan tetapi kita tak bisa mengingkari, jika bicara soal destinasi wisata Indonesia, yan
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 10:01:47

7 Destinasi Wisata Pantai yang Ramah untuk Wisatawan Muslim

SEORANG Muslim sebelum memutuskan tujuan wisata biasanya memiliki banyak pertimbangan. Suasana, kondisi, hingga ketersediaan makanan halal dan tempat ibadah. Untuk bisa berlibur dengan tenang dan tetap men
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 09:42:52

Pemkab Kapuas Hulu Akan Kembangkan Pariwisata Berkonsep Ekowisata

SALAH satu strategi pemerintah dalam menaikkan jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara adalah memanfaatkan daerah perbatasan. Indonesia memiliki beberapa daerah perbatasan. Sebut saja di
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 09:39:46

Mengintip Daya Tarik Kampung Cantik Gurusina di Flores

KABAR duka kembali menimpa masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung adat Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, dilaporkan terbakar pada Senin petang 13 Agustus 2
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top