Jumat, 20 September 2019 | 12:23:38
sosial

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam Punah

detik.com

Sebarkan:
detik.com
Penajam Paser Utara - Penajam Paser Utara (PPU) telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu lokasi Ibu kota baru. Kabupaten ini sendiri punya bahasa asli suku Paser. Namun kabarnya, bahasa ini terancam punah.

Kabar terkait ancaman kepunahan bahasa Paser ini kami dengar langsung dari Paidah Riansyah, sejarawan suku Paser, yang juga Ketua Laskar Pertahanan Adat Suku Paser. Dia menyebut bahasa Paser ini hampir punah, seperti halnya bahasa dayak Benoa.

"Menurut penelitian kemarin, bahasa Paser dan bahasa Dayak Benoa yang hampir punah. Karena jarang kan digunakan anak-anak," kata Paidah.

Dia mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Paser ini memang jarang sekali digunakan di Penajam Paser Utara yang masih tergolong kawasan kota. Namun, penggunaannya di daerah pedalaman masih kerap digunakan.

"Kalau di daerah yang ramai ini (kawasan kota) jarang. Kalau daerah pedalaman masih digunakan," tuturnya.

Selain itu, kata dia, umumnya anak-anak Suku Paser memang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Biasanya, mereka baru bisa berbahasa Paser ketika beranjak dewasa karena baru mempelajarinya.

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam PunahFoto: Paidah (Wahyu Setyo Widodo/detikcom)

Paidah juga memberikan contoh ujaran bahasa Paser kepada kami seperti 'isik kabar?' yang artinya 'apa kabar?' dan 'guen' yang artinya 'baik'. Karena terancam punah, Paidah mengatakan bahwa bahasa Paser Pemkab PPU sudah menyetujui bahasa Paser untuk masuk mulok kurikulum sekolah.

Ibu yang Tidak Tahu Bahasa Ibu Tanah Lahirnya

Saat kami berkunjung ke Pasar Penajam pada Selasa (9/10), kami mencoba mewawancarai beberapa orang di sana soal pengetahuan terkait bahasa Paser. Dari beberapa orang yang kami temui, mereka mengaku tidak tahu bahasa Paser. Bahkan, untuk mengucapkan satu kosa kata saja mereka tak bisa.

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam PunahFoto: Adisa (Ardan Adhi Chandra/detikcom)


Ketidaktahuan akan bahasa Paser itu salah satunya dialami oleh Adisa, seorang pedagang ikan. Adisa merupakan orang suku Bugis yang lahir dan hidup di PPU. Adisa mengaku dia tidak tahu bahasa Paser. Bahkan, menurutnya, bahasa asli PPU adalah Bahasa Bugis.

"Ndak tahu (bahasa Paser)," jawabnya ketika kami tanya soal bahasa Paser.

Kami pun lantas bertanya bahasa asli PPU. Dia justru menjawab bahasa Bugis.

"Bahasa asli sini apa, Bu?" tanya kami.

"Ya, Bahasa Bugis," jawabnya singkat.

Anak-Anak SD yang Belum Pernah Mendengar Bahasa Paser

Pada Rabu (11/9) kami lantas berkunjung ke salah satu SDN 010 Sepaku yang ada di desa Sepaku. Anak-anak berseragam putih merah nampak sedang mengikuti kegiatan belajar di kelasnya masing-masing.

Kami pun mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk masuk ke dalam kelas untuk bertanya kepada mereka soal bahasa Paser. Hasilnya, tak satu pun anak yang tahu apa itu bahasa Paser.

"Jadi, siapa di sini yang tahu bahasa Paser?" tanya kami.

Semuanya terdiam sembari menunjukkan wajah polos dan menggeleng-gelengkan kepala. Mereka benar-benar tak mengenal bahasa asli dari tempat yang mereka tinggali ini.

Kami kemudian bertanya, "Jadi, apa bahasa asli di sini?"

"Bahasa Jawa...," jawab mereka serempak.

Mutia, selaku Wakil Kepala Sekolah SDN 010 Sepaku menjelaskan kepada kami bahwa bahasa Paser ini memang tak diajarkan di SDN ini. Pasalnya, sekolah yang kami kunjungi ini umumnya diisi oleh anak-anak dari keluarga transmigran Jawa.

"Jadi, di sini bahasa Paser tidak diajarkan. Saya memang pernah mendengar wacana itu dari Pemkab kalau bahasa Paser ini mau di masukkan mulok. Tapi untuk saat ini yang masuk mulok malah bahasa Inggris," tuturnya kepada kami.

Kah' di Tiap Ujung Kalimat

Bahasa Paser terancam punah. Rumpun-rumpun bahasa dari beragam suku di PPU bercampur aduk jadi satu. Namun, ada satu ujaran dari salah satu rumpun bahasa yang telah menyerap dalam percakapan tiap orang di PPU.

Bahasa itu adalah bahasa Banjar, untuk ujaran 'kah'. Dalam buku berjudul 'Kesantunan berbahasa pada masyarakat Banjar' karya Rissari Yayuk, dijelaskan bahwa kata 'kah' seperti kata penegasan kalimat tanya. Kah adalah kata komplementer.

Hampir tiap orang yang kami temui di PPU selalu menambahkan kata 'kah' dalam setiap percakapannya. Tak peduli apa pun logat bahasa mereka.

Eksistensi Bahasa Paser

Untuk mengukur apakah sebuah bahasa itu dianggap punah atau tidak, UNESCO menetapkan sembilan indikator. Yakni, transmisi bahasa antargenerasi, jumlah penutur absolut, proporsi penutur dengan jumlah penduduk keseluruhan, kecenderungan dalam ranah penggunaan bahasa, daya tanggap terhadap ranah baru dan media, materi untuk pendidikan bahasa dan keberaksaraan, kebijakan bahasa oleh pemerintah dan institusi--termasuk status resmi dan penggunaanya, sikap masyarakat penutur terhadap bahasa mereka dan jumlah dan kualitas dokumentasi bahasa

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) punya ukuran tersendiri untuk mengukur eksistensi sebuah bahasa daerah. Yakni dengan menggunakan parameter yang disebut dengan dialektometri. Status eksistensi bahasa Paser sendiri bisa dilihat di data pokok kebahasaan dan kesastraan yang ada di laman resmi Kemendikbud.

Berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Pasir (Paser) merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%-100% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, misalnya dengan bahasa Basap, bahasa Benuaq, bahasa Bulungan, bahasa Punan Merah, bahasa Dusun, dan bahasa Long Lamcin.

Dalam data tersebut, bahasa Paser disebut merupakan termasuk salah satu bahasa yang memiliki jumlah penutur yang cukup besar di Kalimantan Timur. Kelestarian bahasa ini masuk kategori aman, meskipun statusnya masih belum terkonservasi.

Namun, tentu saja, di tengah meresapnya berbagai rumpun bahasa dalam percakapan orang-orang PPU, bahasa Paser mestinya tetap harus hidup. Seperti halnya bahasa Betawi yang tetap hidup di Jakarta, Ibu kota kita saat ini.

Namun, tentu saja, di tengah meresapnya berbagai rumpun bahasa dalam percakapan orang-orang PPU, bahasa Paser mestinya tetap harus hidup. Seperti halnya bahasa Betawi yang tetap hidup di Jakarta, Ibu kota kita saat ini.

Jadi, bagaimanakah nasib bahasa Paser ketika Ibu kota dipindahkan ke PPU?

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 18 Oktober 2019 | 08:46:25

Dalam Hitungan Jam, Curanmor di Bagan Batu Ini Dibekuk

ROKANHILIR - Berbekal rekaman kamera pengintai atau CCTV, hanya dalam waktu 7 jam setelah beraksi Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah berhasil membekuk pelaku pencurian sepeda motor. Informasi yang dirangkum spir
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:48:04

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi

PEKANBARU - Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan su
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:38:51

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Wujudkan Lingkungan Asri di Gereja Kampung Karubate

PAPUA- Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY melaksanakan pembersihan bersama warga di Gereja GIDI Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:35:39

Panglima TNI: Marwah dan Nama Baik NKRI Dipertaruhkan Dalam Pelantikan Presiden RI

JAKARTA- Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Dengan demikian, seluruh komponen bangsa harus turut serta dalam menjamin k
 
Berita Lainnya
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:48:04

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi

PEKANBARU - Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan su
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:20:36

Koramil 05/Sail Melaksanakan Gotong Royong di Rumah Ibadah Vihara Wira Sakti

PEKANBARU- Danpos Tenayan Raya Peltu F. Siburian dan Babinsa Kelurahan Bambu Kuning beserta personil  Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pekanbaru  melaksanakan kegiatan Humanis gotong-royong di Vihara Wira S
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:10:26

Para Ustadz dan Tokoh di Simpang Kanan Ramai - Ramai Dukung Pelantikan Presiden

ROKANHILIR - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2019 nanti, para Tokoh Agama, Pemuda dan Masyarakat Kecamatan Simpang Kanan memberikan dukungan.Tidak hanya dukun
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 12:35:00

Tolak Unjuk Rasa Anarkis, Tokoh Agama di Rimba Melintang Inginkan Pelantikan Presiden Damai

RIMBAMELINTANG - Masyarakat Kecamatan Rimba Melintang secara terang terangan menolak segala tindakan kekerasan, baik Radikalisme, Terorisme dan unjuk rasa anarkis.Demikian penolakan itu disampaikan para jamaah
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:56:14

Dai di Kecamatan Pujud Ini Tolak Unjuk Rasa dan Dukung Pelantikan Presiden

ROKANHILIR - Tokoh masyarakat yang juga merupakan Dai di Kecamatan Pujud, Sarifullah Rangkuti mengajak seluruh masyarakat untuk menolak unjuk rasa.Hal itu disampaikan Tokoh Agama ini mengingat waktu pelantikan
 
Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:37:07

5 Karya Budaya Rohul Ditetapkan Sebagai WBTB Indonesia

ROKAN HULU -.Dua tahun terakhir, sedikitnya 5 (lima) karya budaya di Kabupaten Rokan Hulu mendapat pengakuan dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudaya
 
Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:29:26

Komunitas Foto Rokan Bantu Keluarga Miskin Warga Rimba Melintang

ROKAN HILIR-Komunitas Foto Rokan  (FR) kali keduanya menyisihkan sebagian rezekinya untuk dibagikan kepada warga kurang mampu. Apa yang dilakukan pencinta seni Fotografi ini mendapat dukungan dari seluruh
 
Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:52:57

Tujuh Kecamatan Di Rohul Dapat BSPS Dari Kementrian PUPR RI

ROKAN HULU - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tahun ini kembali mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.   
 
Senin, 14 Oktober 2019 | 19:32:25

Wabup Said Hasyim Lantik 4 Kades di Kec. Rangsang Pesisir dan Hadiri Pelantikan Pengurus LAM

MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim melantik  4 Kepala Desa di kecamatan Rangsang Pesisir sekaligus menghadiri acara Pelantikan Pengurus LAM kecamatan Rangsang Pesisir, bertempat di Hal
 
Senin, 14 Oktober 2019 | 19:09:16

Rutan Siak Akan di Rehap Tahun ini Dianggarkan Senilai Rp 6,6 Milyar

SIAK - Deputi Bidang dan Penyelesaian Sanggah LKPP Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI Ikak G Patriastomo di dampingi Asisten Admintrasi Umum Jamaluddin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Set
 
Jumat, 11 Oktober 2019 | 16:30:29

Pemkab Inhu Taja Kegiatan Sunat Massal, ini Jadwalnya

INHU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) melalui Bagian Kesra Setdakab Inhu telah menginformasikan jadwal kegiatan sunat massal. Jadwal akan dilaksanakan, yaitu pada tanggal 12 Oktober, tepatn
 
Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:24:47

Surung Pasaribu Sebut Lapas Pasirpangaraian Humanis dan Religius

  ROKAN HULU -  Kepala Devisi Permasyarakatan (Kadiv Pas) Kementerian Hukum dan Ham Wilayah Riau  Surung Pasaribu BC Ip, SH, M. Hum, Ketua Pembina  Pipas Ibu Diah, Ketua Pangguyuban P
 
Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:15:22

LP Pasirpangaraian Adakan Acara Perpisahan Ketua Pangguyuban Pipaswil Riau

ROKAN HULU - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu laksanakan acara Pertemuan & Perpisahan Ketua Pangguyuban Ibu-ibu Permasyarakatan (Pipas) Wilayah Riau Kamis, (10
 
Kamis, 10 Oktober 2019 | 00:03:25

BAZNAS Kab Siak Distribusikan Zakat Tahap III 2019 Sejumlah 4,7 M

SIAK - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kab Siak kembali mendistribusiakn zakat tahap III tahun 2019 senilai 4,7 Milyar lebih.Penyerahan zakat tahap III diserahkan  secara simbolis oleh Bupati Siak Drs H
 
Rabu, 9 Oktober 2019 | 17:59:39

Lestarikan Warisan Budaya, Dekranasda Siak Gelar Festival Batik

SIAK - Hari Batik Nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Oktober dan Hari Jadi Kabupaten Siak ke 20 menjadi momen istimewa bagi pelajar SMA dan Taman Kanak - kanan (TK) Siak. Kegiatan ini yang berlangsun
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top