Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:00:36

Abaikan Himbauan Bupati, Galian C Menjamur di Siak, Para Pengusaha Seperti Kebal Hukum

Laporan : Rudi

Sebarkan:
Rudi
Tampak aktifitas Galian C di Siak yang diduga tidak memiliki izin.
SIAK - Aktivitas penambangan tanah timbun (kuari) tak berizin alias ilegal, semakin merajalela di Kabupaten Siak, Riau. Tak hanya di Kecamatan Tualang dan Kotogasib, aktivitas yang merusak lingkungan ini juga merajalela di Dayun.

Himbauan yang disampaikan oleh Bupati Siak yang merupakan Gubernur Riau terpilih ini agar para pengusaha Galian C mengurus izin dianggap angin lalu, bahkan dugaan pembangkangan yang dilakukan para pengusaha Galian C ini seperti kebal hukum.

Pantauan Spiritriau.com di lapangan, sedikitnya ditemukan penambangan tanah timbun di empat titik. Di antaranya sisi kiri jalan lintas Siak-Dayun (biasa warga menyebut jalan baru), KM 72 jalan lintas Dayun-Perawang terdapat dua titik di sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian, di KM 73 jalan lintas Dayun-Siak. Di setiap titik, terlihat satu unit alat berat sedang beroperasi memasukan tanah ke truk. Sedangkan puluhan truk lainnya, standby menunggu giliran.

Informasi yang dirangkum di lapangan menyebut, ternyata tanah timbun yang berada di KM 73 digunakan untuk membangun jembatan di KM 19 Kampung Paluh dan di Kampung Sungai Pinang. Sedangkan tanah timbun di KM 72, digunakan untuk pembangunan jalan nasional dari Simpang Doral ke Pelabuhan Buton.

"Saya cuma jaga di sini bang, yang punya usaha kuari ini Pak Slamet. Kalau di KM 72 ada dua titik, yang punya Pak Zahar dan Pak Hendra," kata salah seorang petugas di Jalan Baru kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, saat Spiritriau.com menanyakan terkait izin galian C ini kepada salah seorang petugas di KM 73, dia menolak memberikan keterangan. 

"Saya cuma operator alat berat, alat ini disewa Rp 1,5 juta per hari. Kalau tak salah, tanah ini untuk bangun jembatan dan jalan di Buton," katanya.

Di lapangan, terlihat enam unit truk tronton yang sudah siap menampung tanah timbun dari eskavator. Kemudian setelah muatan penuh, tronton berangkat menuju lokasi pembangunan jembatan dan jalan. Di lokasi KM 73 ini, jaraknya sekitar 2 km dari badan jalan. Berbeda dengan KM 72, di mana aktivitas ilegal ini bisa dilihat dari jalan lintas.

Andi, salah seorang warga Dayun mengaku kesal dengan aktivitas tanah timbun di daerahnya. Selain merusak jalan, kegiatan ini terkesan tidak ada pengawasan dari pihak terkait. Sehingga, bekas galian tanah timbun merusak lingkungan. 

"Aneh saja saya lihat bang, kok polisi terkesan diam saja, padahal kegiatan tanah timbun ini berada dekat dengan Mapolres Siak. Bahkan, saya dengar dari warga, pengusaha tanah timbun ini juga dibekingi polisi," ujarnya.

Di tempat terpisah, Wakapolres Siak Kompol Abdullah Hariri membantah tudingan warga, jika aktivitas penambangan tanah timbun di Dayun dibekingi aparat kepolisian. "Coba tanya ke warga itu, siapa oknum polisi yang berani mengamankan kegiatan tanah timbun itu. Kalau bukti kuat dan namanya lengkap, hari ini langsung saya tindak. Tak benar itu," ujar Wakapolres.

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinanan B di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Fahrizal sebelumnya menjelaskan, sejak kewenangan pengurusan perizinan mineral dan batu bara (minerba) dialihkan ke provinsi sekitar awal tahun 2017, belum ada perusahaan yang mengurus izin untuk Kabupaten Siak. 

"Setahu saya, sampai saat ini belum ada pengusaha galian C yang mengurus izinnya di Siak, " kata Fahrizal.

Sebelum mengeluarkan izin galian C,lanjut Fahrizal, pihak perusahaan harus mengantongi rekomendasi dari kepala daerah. Biasanya kewenangan itu diserahkan ke instansi terkait. 

"Tentu syaratnya harus ada rekomendasi, biasanya yang mengeluarkan itu bupati atau walikota. Atas dasar rekomendasi ini kita bisa mengeluarkan izin minerba itu, termasuk di dalamnya galian C dan kuari," ujar Fahrizal. 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak Syamsurizal Budi mendesak Pemkab Siak agar segera menertibkan aktivitas penambangan galian C yang tak ada izin (ilegal). Selain meresahkan warga, kegiatan ini akan merusak lingkungan. 

"Kalau memang tak pernah Pemprov Riau mengeluarkan izin, berarti aktivitas galian C ini harus ditertibkan. Pemkab harus bertindak, jangan sampai masyarakat yang turun," kata legislator asal Partai Demokrat ini.

Bupati Siak Syamsuar sebelumnya juga sudah mengimbau pengusaha galian C agar mengurus izin sebelum menjalankan usaha di Siak. Jika pengusaha tetap ngotot beroperasi tanpa ada izin usaha, Gubernur Riau terpilih ini berjanji akan menertibkan semua aktivitas ilegal itu.

"Kalau belum ada izin, jangan dulu beroperasi. Urus dulu izin usahanya di provinsi, baru laksanakan kegiatan. Kalau tak mau ditegur secara lisan, tentu akan kita tertibkan," ujar Syamsuar. (roy)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 19 Januari 2019 | 21:30:36

Ini dia Nama Wartawan Rohil Yang Sudah Ikuti UKW

UJUNGTANJUNG- Ketua PWI Rohil, Nopri Sandi, meminta seluruh anggota kompak menjalankan roda organisasi secara bersama-sama sesuai dengab PDRT PWI. Bahkan Sandi juga mengajak semua anggota PWI untuk ikut Uji Kom
Sabtu, 19 Januari 2019 | 20:44:11

PWI Rohil Bangkit, Noprio Sandi Gelar Rapat Besar Ini dia Hasilnya

UJUNGTANJUNG-Perasatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir secara bersam-sama bangkit membesarkan nama organisasi,karena selama ini diketaui  masih belum maksimal melakukan terobosan. Untuk
Sabtu, 19 Januari 2019 | 19:02:14

Jumat Barokah Kapolres Rohul Sambangi Warga Kaum Duafa

ROKAN HULU - Kepala Polisi Resor Rokan Hulu (Kapolres-Rohul), Daerah Riau AKBP Muhamad Hasyim Risahondua SIK, M.Si didampingi jajarannya gelar giat jumat barokah,Polisi peduli bersama Kaum Duafa dan Fakir Miski
Sabtu, 19 Januari 2019 | 16:59:18

Hasil NBA: Cousins Akhirnya Debut, Warriors Kalahkan Clippers

LOS ANGELES - DeMarcus Cousins comeback setelah lama absen karena cedera dan melakoni debutnya di Golden State Warriors saat mengalahkan Los Angeles Clippers 112-94.Pada gim NBA 2018/2019 yang dihelat di Stap
 
Berita Lainnya
Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:02:26

Bayi Ditemukan Tewas Tak Wajar di Tangerang, Sekujur Tubuh Penuh Luka

TANGERANG - Kwina Lasita Ramadhani, bayi 1,5 tahun ditemukan tewas dengan kondisi tak wajar. Lokasi penemuan di Kampung Gebang, RT 04/RW 03, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 13:58:53

Seorang Karyawati di Gunungkidul Ditemukan Meninggal di Kamar Mes

GUNUNGKIDUL - Seorang karyawati di Gunungkidul, Tan Lan Hwa Angela (53) ditemukan meninggal di dalam mes yang ditempatinya. Diduga Angela meninggal karena penyakit.Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 13:54:55

Detik-detik 4 Warga Probolinggo Tewas Diduga Tersengat Listrik Saat Hujan

PROBOLINGGO - Empat warga Jalan Kalijaga, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tewas diduga akibat serangan listrik saat hujan lebat, Jumat (18/1) malam. Begini kronologinya.Diungkapkan Sumit, s
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 13:36:52

Polisi Tangkap Penyebar Hoax Ijazah Jokowi Palsu

JAKARTA - Polisi menangkap seorang pria bernama Umar Kholid Harahap (28) yang diduga menyebarkan berita bohong (hoax) ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) palsu. Umar ditangkap dini hari tadi, tepatnya pu
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:40:32

4 Warga Probolinggo Tewas Diduga Tersengat Lsitrik Saat Hujan

PROBOLINGGO - Empat warga Jalan Kalijaga, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tewas setelah tersengat aliran listrik. Korban tersengat listrik saat berada di dalam masing-masing
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:36:45

Banjir Bandang Terjang Sebuah Desa di Mojokerto

MOJOKARTO - Banjir bandang menerjang Dusun Watusari, Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Material lumpur bercampur batu dan pepohonan memutus jalan desa dan merusak empat rumah. Se
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:32:59

Ganggu Istri Orang, Pemuda Mualaf Tewas Ditusuk dengan Linggis

SAROLANGUN - Seorang pemuda mualaf, Elia Putra, tewas dibunuh di Desa Siliwangi, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Jambi, karena dituduh mengganggu istri orang bernama Lis. Pelaku ditusuk dengan li
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:22:52

Diduga Frustasi, Ismai Gantung Diri di Ruang Penyimpanan Keranda Mayat

MALANG - Tubuh Ismai (55) ditemukan tergantung di ruang penyimpanan keranda jenazah yang terletak di belakang sebuah musala. Seorang warga yang kebetulan melintas, mendapati jenazahnya tergantung dengan s
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 15:40:44

Selamatkan Cucu dari Pemerkosaan, Nenek Tewas Dibunuh

TAPANULI UTARA - Dermina boru Simanjuntak (75) alias Oppu Sudiono, penduduk Desa Sigotom Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, tewas dibunuh pelaku diduga akan me
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:44:22

Pelaku Penusukan Istri di Magetan Ditangkap Setelah Kabur ke Hutan

MAGETAN - Pelaku penusukan seorang isteri hingga tewas di Magetan ditangkap. Pelaku yang tak lain suaminya, Lanjar (35) tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Polisi masih memeriksa suami Id
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:39:36

Tewas Tergiling Mesin, Jasad Sariman Kondisinya Tak Berbentuk

BEKASI - Sariman (35) tewas tergiling mesin saat bekerja di tempat pengolahan limbah plastik di Bantargebang, Kota Bekasi. Jasad Sarnami ditemukan dalam kondisi hancur dan tidak berbentuk."Jadi
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:29:21

Satu Muncikari Penting Diciduk, Jaringan Prostitusi Artis Bakal Terkuak?

SURABAYA - Pascapenetapan artis Vanessa Angel sebagai tersangka kasus penyebaran konten asusila, satu-persatu oknum yang diduga kuat terlibat dalam jaringan prostitusi online diproses oleh kepolisian.Salah satu
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:07:21

Seorang Pria Tewas Tergilas Mesin Giling Limbah Plastik di Bekasi

BEKASI - Sariman (35) tewas mengenaskan di tempat kerjanya di tempat pengolahan limbah plastik di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Sariman tewas setelah tubuhnya masuk ke dalam mesin gilinga
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 16:11:53

Kalah Judi, Kades Ini Dikabarkan Gadaikan Mobil Operasional Desa

SIDOARJO - Kades Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, dikabarkan nekat menggadaikan mobil operasional desa. Pemicunya gara-gara kalah judi. Kini pihak kecamatan memerintahkan perangkat desa
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 15:50:40

Kecanduan Main Game Online, Pelajar Jambret HP Ibu-ibu

PEKANBARU - Dua orang remaja ditangkap setelah menjambret handphone milik seorang ibu. Mereka kerap beraksi untuk mendapatkan uang demi main game online di warnet."Dua pelaku ini, tercatat sebel
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top