Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:10:00
Politik

Deretan orang yang berani terang-terangan lawan Prabowo

Sebarkan:
Merdeka.com
JAKARTA - Prabowo Subianto dikenal sebagai orang kuat di republik ini. Kini Prabowo menjadi Ketua Umum Partai Gerindra yang memimpin barisan partai oposisi pemerintah. Prabowo juga merupakan salah satu pemegang kunci politik negeri ini.

Di masa lalu Prabowo dikenal sebagai perwira militer dengan karir cemerlang. Dia pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus dan menorehkan aneka prestasi di medan tempur.

Prabowo punya banyak kawan setia. Namun ada juga yang berani menantangnya terang-terangan. Siapa saja mereka?


Oesman Sapta Odang

Oesman Sapto Odang dikenal sebagai seteru Prabowo Subianto dalam perebutan kursi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia periode 2010-2015. Saat itu Prabowo menggelar Munas HKTI di Bali, namun OSO juga menggelar Munas HKTI tandingan.

Kedua-duanya diangkat sebagai ketua umum oleh HKTI masing-masing. Karena itu ada istilah HKTI OSO dan HKTI Prabowo. Keduanya pun saling menggugat secara hukum dan merasa paling berhak mengusung bendera HKTI.

Dalam proses gugat menggugat itu, Oesman dikenal tidak gentar melawan Prabowo yang merupakan bekas jenderal Orde Baru. Pada Pilpres 2014 lalu, HKTI di bawah Oesman Sapta menyatakan mendukung Jokowi-JK, pasangan rival Prabowo-Hatta.

Oesman merupakan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi dan perhotelan. Kini dia menjadi Ketua Umum Partai Hanura menggantikan Wiranto.

Basuki Tjahaja Purnama

Hubungan Prabowo dan Ahok bisa dibilang pernah mesra. Keluarga Ahok pernah diundang makan bersama dengan Prabowo di kediamannya di Hambalang Bogor. Sayang, momen itu nampaknya hanya menjadi kenangan kedua belah pihak.

Ahok telah memutuskan keluar dari Partai Gerindra pada akhir 2014 lalu. Kekisruhan ini berawal dari pembahasan UU Pilkada. Gerindra ingin kepala daerah dipilih DPRD, sementara Ahok menolak usulan partainya itu.

Pasca Joko Widodo menang Pilpres 2014, Ahok jadi gubernur DKI selama 2 tahun tanpa embel-embel partai politik di tubuhnya.

Peristiwa itu ternyata menjadi salah satu momen pahit bagi Prabowo. Dia menyesal telah memilih Ahok dan memenangkan mantan Bupati Belitung Timur itu di Jakarta lima tahun lalu.

"Kita sudah cari yang paling terbaik, kali ini bener deh. Gue minta maaf deh pernah ngakuin yang dulu itu. Maafin deh yah, jangan liat ke belakang," sesal Prabowo saat kampanye memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Jalan Jembatan Bandung, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Selasa (31/1).

Tidak cuma itu kekesalan Prabowo kepada Ahok. Dia juga mengomentari kepemimpinan Ahok selama di Jakarta. Menurut dia, Indonesia butuh kepemimpinan yang sejuk, tidak tukang marah dan maki-maki orang, apalagi terus menyalahkan anak buah.

"Jangan marah-marah negara kita butuh kesejukan sekarang, ini dikit-dikit marah jelek-jelekin, maki-maki. Kalau kita cari kesalahan semua salah pasti," ungkap Prabowo.


La Nyalla Mattalitti

La Nyalla Mattalitti tiba-tiba bersuara lantang menentang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lantaran batal diusung sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur. Menurutnya, salah satu penyebab kegagalannya karena tidak sanggup memenuhi 'mahar politik' berupa uang ratusan miliar yang diminta Prabowo.

Kepada wartawan La Nyalla mengungkit jasanya untuk Prabowo pada dua kali pemilihan presiden yakni pada 2009 dan 2014. Dia mengaku mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk kebutuhan Pilpres. La Nyalla juga menggerakkan semua elemen di Jatim mulai dari Kadin, Pemuda Pancasila, KONI, Hipmi dan lainnya, untuk memenangkan Prabowo.

La Nyalla mengaku kecewa dengan Gerindra. Sebab, rekomendasi yang diberikan Presidium alumni 212 tidak dijalankan. Salah satu rekomendasi itu adalah mengusung La Nyalla sebagai cagub di Pilgub Jatim.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantahnya. Dia memberikan penjelasan terkait batalnya Gerindra mengusung La Nyalla di Pilgub Jatim. Menurutnya, batalnya pengusungan La Nyalla bukan karena mahar politik tapi berdasarkan musyawarah dengan koalisi partai lain.

Riza menegaskan, pihaknya tidak bisa memaksakan partai koalisi untuk mendukung pilihan Gerindra. Sebab koalisi, kata dia, harus dihormati segala pendapat dan keputusannya.

"Teman-teman koalisi lain punya pilihan lain harus hormati. Sehingga Gerindra sendiri jadinya, kemudian memutuskan dukung Gus Ipul. Saya yakin La Nyalla memahami," ujarnya.

(merdeka.com)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:23:03

Bupati Rohul Ngaku Tak Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi

Jakarta - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Sukiman memenuhi undangan Bawaslu Riau. Usai diperiksa, Sukiman menyatakan dirinya tak hadir di deklarasi dukungan Jokowi di Pekanbaru, beberapa minggu lalu."Deklarasikan
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:44:30

PPP soal Dana Saksi Rp 3,9 T: Tujuannya untuk Pemilu yang Fair

Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR telah membahas usulan dana saksi parpol sebesar Rp 3,9 triliun untuk Pileg 2019. PPP menyatakan dana saksi itu diperlukan demi terwujudnya pemilu yang berkeadilan."J
Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:43:12

Kerap Ikut Kampanye Sandi, Zulkifli Hasan: Logistik PAN Kurang

Jakarta - Ketum PAN Zulkifli Hasan kerap ikut cawapres Sandiaga Uno berkampanye ke daerah-daerah. Alasan Zul ikut Sandi kampanye ke daerah lain karena logistik PAN kurang.Zul awalnya menjawab pertanyaan m
Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:11:53

NasDem Tolak Dana Saksi Rp 3,9 T dari APBN: Masa Porsi Rakyat Direbut

Jakarta - Komisi II DPR mengusulkan dana saksi Pileg 2019 diambil dari APBN. NasDem menolak keras usulan itu yang angkanya mencapai Rp 3,9 triliun merujuk pernyataan Badan Anggaran DPR. "Jika akhirnya pemer
 
Berita Lainnya
Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:23:03

Bupati Rohul Ngaku Tak Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi

Jakarta - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Sukiman memenuhi undangan Bawaslu Riau. Usai diperiksa, Sukiman menyatakan dirinya tak hadir di deklarasi dukungan Jokowi di Pekanbaru, beberapa minggu lalu."Deklarasikan
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:44:30

PPP soal Dana Saksi Rp 3,9 T: Tujuannya untuk Pemilu yang Fair

Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR telah membahas usulan dana saksi parpol sebesar Rp 3,9 triliun untuk Pileg 2019. PPP menyatakan dana saksi itu diperlukan demi terwujudnya pemilu yang berkeadilan."J
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:43:12

Kerap Ikut Kampanye Sandi, Zulkifli Hasan: Logistik PAN Kurang

Jakarta - Ketum PAN Zulkifli Hasan kerap ikut cawapres Sandiaga Uno berkampanye ke daerah-daerah. Alasan Zul ikut Sandi kampanye ke daerah lain karena logistik PAN kurang.Zul awalnya menjawab pertanyaan m
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:11:53

NasDem Tolak Dana Saksi Rp 3,9 T dari APBN: Masa Porsi Rakyat Direbut

Jakarta - Komisi II DPR mengusulkan dana saksi Pileg 2019 diambil dari APBN. NasDem menolak keras usulan itu yang angkanya mencapai Rp 3,9 triliun merujuk pernyataan Badan Anggaran DPR. "Jika akhirnya pemer
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:43:44

Prabowo The Winter Soldier, TKN: Jokowi Dekat dengan Rakyat

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma-ruf Amin mengomentari sebutan The Winter Soldier untuk capres nomor urut 01 Prabowo Subianto. TKN menyebut saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:22:43

Fadli Zon Bela Ahmad Dhani: Masak Ngomong Idiot Jadi Tersangka?

Jakarta - Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik oleh Polda Jatim. Fadli Zon mengkritik penetapan status tersangka kompatriotnya di Gerindra ini."Saya kira hukum jadi nggak netr
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:05:02

PAN Setuju 100 Persen Biaya Saksi Pemilu 2019 Dibiayai APBN

Jakarta - Komisi II DPR mengusulkan saksi partai Pileg 2019 dibiayai APBN. Ketua MPR Zulkifli Hasan sepakat dengan usulan itu."Saya setuju 100 persen," kata Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Ka
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:53:13

Setuju Saksi Partai di Pileg Dibiayai APBN, Fahri: Agar TPS Aman

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyetujui usul Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali agar saksi partai Pileg 2019 dibiayai APBN. Pembiayaan saksi dengan APBN dianggap bisa membuat persaingan an
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:20:37

Menuju Senayan, Joto Bangun Hadir Sebagai Jurkam

ROKANHILIR - Joto Bangun anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir dari Partai Hanura maju sebagai Caleg DPR RI dalam pemilu tahun 2019 dari Partai Hanura dengan Nomor Urut 5. Saat i
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:59:10

Siap Kombinasikan Susu dan Ikan Lele, Tim Prabowo: Tak Perlu Impor

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyindir program 'Gerakan Emas' Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak realistis. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sand
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:19:02

Ketua Muhammadiyah Amiruddin Jadi Jurkam Kampanye Caleg

ROKANHILIR - Ir. H. Amiruddin MM Ketua Badiklat (Badan Pendidikan dan Pelatihan) DPC Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) Kabupaten Rokan Hilir yang juga maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Riau Nomor Urut 2 d
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:47:10

Mardani: Anak Sekolah Tak Boleh Teriak 2019 Ganti Presiden

Jakarta -Viral anak-anak sekolah mengampanyekan 2019 ganti presiden. Inisiator gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera menyebut kasus itu menjadi perhatian."Kasus #2019GantiPresiden dan anak sekol
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:56:55

Cutra : Partai Hanura Akan Membawa Perubahan

ROKANHILIR-Cutra Andika SH Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Rokan Hilir dalam kampanye yang dilaksanakan di Kepenghuluan Bagan Sapta Permai Kecamatan Bagan Sinembah pada tanggal 14 Oktober 2018 menyampaikan te
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:58:01

Gaya kampanye PKS: Diserang kubu Jokowi, tak dibela koalisi Prabowo

Pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman menuai kontroversi dalam konsolidasi nasional partainya di Hotel Bumi Wiyata, Minggu (14/10) lalu. Sohibul menyerukan tentang gaya kampanye para kadernya menghadapi P
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20:10

PSI: Gerindra Jangan Politisasi Peluru Nyasar di Gedung DPR

Jakarta - Anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw tak percaya peluru yang melesat ke ruangannya di Gedung DPR karena salah sasaran latihan anggota Perbakin. PSI meminta Gerindra untuk tak mempolitisasi mas
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top