iklan Situs
 
Kamis, 12 Oktober 2017 | 12:26:50
Politik

Nusron Wahid makin galak kritik Golkar era Setya Novanto

Sebarkan:
merdeka.com
 Nusron Wahid kerap berseberangan dengan penguasa Partai Golkar. Bahkan, hal itu terjadi sejak partai beringin dipimpin oleh Aburizal Bakrie (Ical).

Pada Pemilu 2014 lalu, Nusron pilih dukung Jokowi-Jusuf Kalla ketimbang Prabowo-Hatta. Kala itu, partainya tegas mendukung Prabowo. Sayang, Nusron malah deklarasi dukung Jokowi.

Hingga akhirnya, Ical memutuskan untuk memecat Nusron, dan dua koleganya Agus Gumiwang serta Poempida Hidayatulloh yang juga dukung Jokowi. Status anggota DPR yang dipilih 200 ribu rakyat pun terpaksa hilang sekejap karena pilihan politik.

Tapi, setelah Jokowi menang Pilpres, Nusron diganjar hadiah berupa jabatan Kepala BNP2TKI. 

Setelah peralihan kekuasaan dari Ical ke Setya Novanto, nama baik Nusron direhabilitasi. Statusnya sebagai kader partai beringin pun dikembalikan.

Seolah tak kapok, Nusron lagi-lagi berulah. Dia mengkritik habis-habis Golkar di bawah kendali Novanto. Bahkan secara terang-terangan, dia tak sepakat partainya dipimpin Novanto yang tengah terjerat kasus e-KTP. Meskipun, status tersangka sudah digugurkan oleh hakim praperadilan.

"Selepas legal formal itu. Pada satu sisi kita harus menghormati keputusan pengadilan. Tapi pada sisi lain kita enggak bisa buta pada aspirasi dan jeritan rakyat. Keinginan rakyat butuh sosok partai yang clean government. Partai yang cut of position dari perilaku yang koruptif. Partai apapun itu," kata Nusron usai rapat pleno di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin 2 Oktober lalu.

Tidak cuma itu, Nusron juga kembali menyindir tentang internal partai yang justru terlihat seolah mendukung perilaku koruptif. Salah satu bentuk nyata adalah mendukung Pansus angket KPK. Dia tak setuju dengan hal itu. Bahkan mendesak Fraksi Golkar untuk menghentikan pansus angket KPK di DPR.

"Makanya itu menjadi question mark bagi publik bahwa ada something wrong. Ada sesuatu yang salah dalam grand design di internal Golkar dalam rangka komitmen pemberantasan korupsi. Masak kita mau melakukan pemberantasan korupsi malah kita mendukung hak angket KPK," ujar Nusron di DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu, (11/10) kemarin.

Selain itu, Nusron berharap, para kader Golkar wajib memiliki kesadaran dalam hal pemberantasan korupsi. Bukan malah bekerja sama untuk melakukan korupsi.

"Tapi selanjutnya harus ada kesadaran yang masif dari kader-kader Golkar untuk cut off position dari perilaku-perilaku koruptif. Ini kan banyak, ada yang eksekutif kayak saya. Ada yang di legislatif. Ini harus punya komitmen yang sama untuk anti terhadap tindakan korupsi. Jangan malah berbondong dan berjamaah korupsi," kata Kepala BNP2TKI ini.

Lebih galak lagi, Nusron menolak jika koleganya Yorrys Raweyai dipecat dari pengurus Partai Golkar. Diketahui, Yorrys copot dari Korbid Polhukam karena kerap menentang Novanto, bahkan berupaya melengserkan orang nomor satu di Golkar itu.

"Situasi sekarang ini kita enggak boleh memecat orang, nambah orang boleh, karena kita butuh pendukung. Sejelek jeleknya orang itu punya pendukung, mau 10 ribu, seribu, dua ribu, tiga ribu, sementara kita butuh pengikut," tuturnya.

"Ini kalau dipecat kan kecewa, keluarganya kecewa, temannya kecewa, koleganya kecewa, nanti enggak jadi milih lagi. Sikap saya seperti itu," tambahnya.

Nusron menjelaskan, seharusnya yang diberhentikan partai adalah anggota yang terbukti melakukan korupsi. Dan hal tersebut akan menjadi kekuatan baru untuk meraih suara dan memenangkan Pemilu mendatang.

"Yang harus dipecat itu orang yang sudah terbukti melakukan tindakan korupsi. Itu harus dipecat, idealnya. Saya sampaikan apa adanya. Namanya restrukturisasi, revitalisasi itu dalam rangka proses menambah kekuatan demi pemenangan pemilu mendatang. Tapi sudah diputuskan seperti itu. Kita lihat nanti seperti apa," tukasnya. 
(merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:41:08

Ungkap Suap Mantan Gubernur Gatot Pujo, KPK Akan Periksa 46 Anggota DPRD Sumut

MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil sebanyak 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009–2014 untuk dimintai keterangan dalam kasus suap yang menyeret mantan Gubernur Sumut, Gat
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:36:56

OSO dituding minta mahar ke calon kepala daerah

Wasekjen Hanura versi Munaslub Jaktim, Dadang Rusdiana mengatakan, ketidakpuasan para kader terhadap kepemimpinan Osman Sapta Odang telah sejak lama. Pilkada 2018 merupakan puncak mereka untuk menyatakan mo
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:34:39

Menolak Mundur, OSO Dinilai Rugikan Hanura di Tahun Politik

Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang dilaksanakan Partai Hanura kubu Sarifuddin Sudding di Bambu Apus, Jakarta Timur, merupakan langkah tepat.
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:32:22

UNS Borong Penghargaan Anugerah Humas Kemristekdikti 2018

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih tiga kategori penghargaan dalam Anugerah Humas 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemri
 
Berita Lainnya
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:36:56

OSO dituding minta mahar ke calon kepala daerah

Wasekjen Hanura versi Munaslub Jaktim, Dadang Rusdiana mengatakan, ketidakpuasan para kader terhadap kepemimpinan Osman Sapta Odang telah sejak lama. Pilkada 2018 merupakan puncak mereka untuk menyatakan mo
 
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:34:39

Menolak Mundur, OSO Dinilai Rugikan Hanura di Tahun Politik

Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang dilaksanakan Partai Hanura kubu Sarifuddin Sudding di Bambu Apus, Jakarta Timur, merupakan langkah tepat.
 
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:22:42

Wiranto: Saya mendukung Hanura dipimpin orang yang berkualitas dan bermoral

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengakui adanya desakan agar dirinya kembali menempati posisi ketua umum. Dia menyebutkan hal ini saat partai yang didirikannya pada tahun 2006 itu digu
 
Jumat, 19 Januari 2018 | 11:55:36

Hadiah Umroh, Airlangga Hadiri Deklarasi AYO

PEKANBARU-Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dipastikan menghadiri Deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno (AYO), Ahad (21/1/2018) pagi, di area Car
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 10:53:22

PAN Pelalawan Bertekad Menangkam Syam-Edy

PELALAWAN-Dalam rapat konsolidasi dan koordinasi Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Pelalawan yang diikuti oleh 12 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Pelalawan yang digel
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 08:27:26

Punya Harta Rp 62 M, Intip Deretan Mobil Mewah Ketua DPR Bamsoet

Jakarta - Bambang Soesatyo atau Bamsoet resmi menjabat sebagai Ketua DPR RI. Dia menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Sebelum menjadi Ketua DPR, Bamsoet merupakan Ketu
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 08:21:49

OSO: Wiranto Minta Jadi Ketum Hanura Lagi, Saya Kasih

Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO akan mempersilakan bila Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto ingin kembali jadi ketua umum. OSO menyebut, jabatan itu memang pemberian dar
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 08:16:41

OSO: Tanpa Keputusan Saya, Munaslub Hanura Ilegal

JAKARTA - Konflik internal Partai Hanura kian meruncing hingga terjadi peristiwa saling pecat antara Ketua Umum dan Sekjennya. Wacana diadakannya Munaslub dari pihak Sekjen untuk memilih ketua umum baru p
 
Senin, 15 Januari 2018 | 18:09:28

Ketua KPU Inhil, Syarat Calon Bupati dan Wakil Bupati Masih Ada Yang Belum Lengkap

TEMBILAHAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Suhaidi mengatakan, syarat calon ternyata masih ada yang belum memenuhi."Dalam bakal calon Bupati ini memiliki dua syara
 
Senin, 15 Januari 2018 | 14:04:15

Ali Azhar : Pilihlah Yang Layak Didukung dan Diharapkan

PEKANBARU- Ali Azhar bakal calon Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersedia mendampingi Ramli Walid dikarenakan beberapa indikator. Senin (15/1/2018)."Ada hal indikator yang membuat saya ingin mend
 
Minggu, 14 Januari 2018 | 12:58:49

Cek kesehatan di Hari kedua, Begini Kata Firdaus

PEKANBARU- Pasangan bakal calon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau, Firdaus-Rusli Efendi telah melaksanakan cek kesehatan di hari kedua di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad Pekanbaru. Dari pantau Spi
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:22:10

Bantah diminta mahar Prabowo, Emil mengaku modal sendiri di Pilwalkot Bandung

JAKARTA - Bakal Cagub Jabar Ridwan Kamil menegaskan tak ada mahar politik diminta ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai syarat mendapatkan rekomendasi seperti diungkapkan mantan ketum PSSI La Nyall
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:10:00

Deretan orang yang berani terang-terangan lawan Prabowo

JAKARTA - Prabowo Subianto dikenal sebagai orang kuat di republik ini. Kini Prabowo menjadi Ketua Umum Partai Gerindra yang memimpin barisan partai oposisi pemerintah. Prabowo juga merupakan salah satu peme
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:08:25

Membela Prabowo dari serangan La Nyalla soal duit politik

JAKARTA - Nyanyian La Nyalla Mattalitti terkait Pilgub Jatim 2018 mendatang membuat suhu politik tanah air bergejolak. Ketua Kadin Jatim ini membeberkan kegagalannya untuk bertarung melawan Saifullah Yusuf
 
Rabu, 10 Januari 2018 | 22:35:31

Resmi Daftar ke KPU Riau, AYO Dapat Tambahan Dukungan

PEKANBARU- Pasanga Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau AYO (Andy-Suyatno) resmi maju dalam pilkada serentak 2018 setelah serah terima dokumen syarat pendaftaran di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pr
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top