Iklan Sosial
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 16:56:05

Jokowi Rela Tidak Disukai Asal Hidup Rakyat Bisa Diperbaiki

Laporan : Bambang Subagio

Sebarkan:
JAKARTA- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bunyi sila kelima dalam Pancasila itu benar-benar ingin diwujudkan Joko Widodo (Jokowi) ketika terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014 lalu dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Adil bagi rakyat menurut saya adalah bukan sekedar membagikan hadiah atau stimulus rata pada rakyat sehingga yang senang semakin senang dan yang miskin bisa tertawa. Tidak," ujar Jokowi mengutip dalam buku nya yang bertajuk "Jokowi Menuju Cahaya", Kamis (10/1/2019).

Dalam buku karya Alberhiene Endah tersebut dituliskan, adil menurut Jokowi adalah peka melihat persoalan di setiap wilayah, bahkan yang terpencil sekalipun dan berusaha mengantarkan mereka pada keadaan kondusif untuk meraih kehidupan lebih baik.

Lantas, langkah apa yang diambil Jokowi agar keadilan di negeri ini dapat terwujud? Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, Pembangunan yang merata adalah salah satu cara yang diambil Jokowi agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mudah mendapat akses dalam menjalankan roda perekonomian mereka.

Contoh, ketika petani di pedalaman susah menjual hasil buminya lantaran jalan di tempat tinggalnya masih buruk. Pupuk dan bibit yang mereka beli untuk melanjutkan pertanian pun didapat dengan harga mahal lantaran mahalnya biaya logistik. "Saya juga melihat Indonesia yang masih gemar memelihara birokrasi yang ruwet," kata Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi terus melakukan perbaikan dengan memangkas segala perizinan yang menurutnya tidak perlu sehingga perekonomian bisa berjalan dengan cepat. "Yang kita perlukan adalah strategi yang tepat dibarengi niat positif dan kedisiplinan yang teguh. Saya tidak pernah percaya bahwa ada masalah yang tidak mungkin ketemu solusinya," ujarnya.

Reformasi di banyak hal pun dilakukan. Mulai dari memandang pembangunan, budaya kerja, sampai reformasi daalam cara memimpin atau memerintah.
Dalam menciptakan terobosan tersebut, Jokowi sadar kesulitan terberat yang akan menghadangnya adalah mengawali prosesnya. Misalnya, soal infrastruktur. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, masyarakat bisa menembus batas jarak untuk menghidupkan ekonomi. Itu mimpinya. Tapi realisasinya, dirinya paham bahwa pembangunan jalan modern memakan waktu lama dan menyedot dana besar. Sepanjang proses pasti melahirkan banyak protes.

"Risikonya saya bisa tidak disukai atau tidak disetujui. Mana yang saya pilih? Memimpin untuk disukai atau memimpin untuk memperbaiki hidup rakyat? Saya pilih yang kedua," tegasnya.

Semangat Jokowi Perhatikan Rakyat

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menyatakan, komitmen dan perhatian Jokowi terhadap rakyat diwujudkan dalam solusi masalah yang selama ini membelit masyarakat. Jokowi dinilai dapat menyelesaikan masalah listrik yang sering padam, masalah transportasi udara, pupuk yang langka, hingga pengairan pertanian yang sulit.

Sebagai pemimpin bangsa, Presiden Jokowi memang dikenal sangat peduli dengan rakyat, terutama yang tinggal di pedesaan. Jokowi, seolah tak pernah merasa lelah mengunjungi dan berdialog langsung dengan masyarakat desa."Presiden Jokowi tidak kenal lelah mengunjungi masyarakat, apa yang menjadi keluhan langsung dijawab. Beliau perhatian banget terhadap rakyat Indonesia," ujar Rusli Habibie, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, komitmen dan perhatian Jokowi terhadap rakyat di pedesaan telah dibuktikan dengan banyaknya pembangunan infrastruktur di daerah, seperti pembangunan irigasi, jalan, serta listrik.

Rusli mencontohkan  keberhasilan kepemimpinan Jokowi selama empat tahun yang sudah dirasakan langsung  masyarakat khususnya Provinsi  Gorontalo saat ini. Di antaranya, kondisi listrik di Gorontalo sudah surplus 40 Megawatt melalui program 35.000 MW listrik se-Indonesia. Gorontalo ketambahan daya listrik dengan beroperasinya PLTG 100 MW di Paguat yang diresmikan Presiden Jokowi tahun 2016 lalu.

"PLTU 2×25 MW di Anggrek sedang dalam penyelesaian, di Gentuma sedang dibangun 100 MW lagi. Bandara perintis di Pohuwato sementara dibangun. Irigasi Randangan mampu mengairi sawah 9000 hektar, bibit jagung, pupuk bersubsidi, ternak sapi,"pungkas Habibie (bgs)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 20 Januari 2019 | 17:07:00

KBRI Beirut Siap Mendukung Pelaksanaan Umroh Personel Konga XXIII-M

LEBANON-Kesempatan untuk melaksanakan Ibadah Umroh bagi personel yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian seakan terbuka lebar,  terlebih bagi personel TNI yang sedang melaksanakan tugas misi perdama
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:06:52

Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja

Bak permata tersembunyi, begitu pula kehadiran Vihara Lalitavistara di Cilincing, Jakarta Utara. Vihara yang berlokasi di Jalan Krematorium Cilincing ini memiliki sejarah panjang karena dibangun sejak abad 11.A
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:00:32

Di Balik 80 Juta Bisa Apa

Kalimat 80 juta bisa dapat apa seketiga me­nyebar bak se­rangan fajar. Semua din­ding-dinding akun media sosial apa­pun itu dibanjiri oleh kalimat tersebut. Kalimat ta­nya yang se­mua orang akhirnya tahu m
Minggu, 20 Januari 2019 | 09:44:00

Bandara Changi Singapura Segera Miliki Air Terjun Dalam Ruang Tertinggi di Dunia

Singapura mungkin satu-satunya kota di dunia di mana penduduk setempat bepergian ke bandara untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Pada 2019 ini, bangunan yang menghubungkan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Ch
 
Berita Lainnya
Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:56:31

Internal Dikomentari, PPP: Amien Rais Tampil Seperti Politisi Galau

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi angkat bicara soal sikap Amien Rais yang mencampuri urusan internal PPP. Saat itu Amien Rais mengatakan bahwa PPP terancam tidak lolos parliamentary
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:47:07

TKN: Catatan yang Dibawa Jokowi-Maruf Berisi Data, Bukan Narasi

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyatakan Jokowi-Ma'ruf tak hanya berpatokan pada teks saat bicara di debat pilpres perdana. Jokowi-Ma'ruf
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 13:29:32

BPN Soal Debat Capres: Prabowo Pakai Isi Kepala, Jokowi Pakai Teks

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan perbandingan antara pasangan jagoannya dengan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Prabowo disebut debat menggunakan isi kepala, s
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:19:47

KPU Mau Evaluasi Debat, Tim Jokowi: Kami Siap Format Apa Saja

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendukung KPU untuk mengevaluasi debat perdana capres-cawapres yang digelar 17 Januari lalu. TKN Jokowi-Ma'ruf menyatakan
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 14:43:41

Gerindra Jelaskan Maksud Pernyataan Korupsi Nggak Seberapa Prabowo

JAKARTA - Pernyataan Prabowo Subianto soal 'korupsi nggak seberapa' caleg Gerindra banyak dikritik. Partai Gerindra menjelaskan maksud pernyataan sang ketum itu."Maksud Pak Prabowo itu yang tak se
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:50:46

Gerindra: Prabowo Brilian, Jawaban soal Eks Napi Tipikor Bak Doktor Hukum!

JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman memuji penampilan calon presiden Prabowo Subianto dalam debat capres 2019 perdana yang digelar semalam. Menurut Habiburokhman, Prabowo bersama cawapres
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 15:55:37

Sandi: Cara Prabowo Sikapi Persoalan Hukum-HAM Beda dengan Jokowi

JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno menyebut debat perdana Pilpres 2019 krusial. Sandiaga mengklaim dalam debat perdana nanti akan terlihat perbedaan cara menyikapi persoalan hukum, HAM, korupsi dan ter
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 09:05:42

Amien Rais Ancam Gempur KPU, Sekjen Gerindra: Wajar, Itu Warning

JAKARTA - Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai wajar ancaman Amien Rais yang bakal menggempur KPU jika ada kecurangan dalam Pemilu 2019. Menurutnya, hal itu hanyalah warning. "Itu kan peringatan dar
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 17:01:22

Tepis Label Anti-Islam, Maruf Akan Sisipkan Ilmu Agama di Debat Capres

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani mengatakan, Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan menyisipkan perspektif keagamaan dalam debat capres-cawapres tahap pert
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:24:12

Fahri Sebut Prabowo Bak Sukarno, Karding Ibaratkan Nyalon Ketua OSIS

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyamakan gaya orasi Prabowo Subianto dengan Presiden RI pertama, Sukarno. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Ka
 
Senin, 14 Januari 2019 | 13:45:39

PKS Singgung Tim Gabungan Novel Baswedan: Telat, Semoga Tak Politis

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut pembentukan tim gabungan untuk mengusut teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terlambat. Dia juga berharap tida
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:23:27

Ketua DPR Sambut Usulan PKS soal RUU Perlindungan Tokoh Agama

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan pembentukan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan DPR akan terbuka bagi siapapu
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:13:27

Soal Tes Baca Alquran, BPN: Kami Siap Ikut Kalau KPU yang Mengadakan

JAKARTA - Ikatan Dai Aceh (IDA) berencana menagih respons kedua pasangan capres-cawapres soal undangan tes baca Alquran. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan hany
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:28:39

PKS Mau Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama, PKB Singgung Habib Bahar

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. PKB mengatakan hukum di Indonesia sudah secara komprehensif mengatur perlindungan k
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:17:06

Prabowo: Kalau Mau Ganti Presiden, 17 April Kita Harus Menang

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diteriaki 'ganti presiden' saat berpidato dalam acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta di Roemah Djoeang Prab
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top