Iklan Sosial
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:39:39
Politik

Gerindra Masih Setengah Hati Serahkan Kursi Wagub DKI ke PKS

Sebarkan:
okezone.com

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan hingga saat ini masih bekerja sendirian. Pasalnya, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih berkutat dalam drama perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta, sepeninggalan Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Gerindra mempersilakan PKS untuk mengajukan calon pengganti Sandiaga Uno, dengan catatan terlebih dahulu mengikuti proses fit and proper test di hadapan tim yang dibentuk Gerindra dan PKS.

Menanggapi hal itu, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, menilai Gerindra masih setengah hati menyerahkan kursi wakil gubernur DKI kepada PKS. Sekaligus menyiratkan adanya unsur kepentingan dari Gerindra.

"Seharusnya kan kalau sudah diserahkan ke PKS, maka PKS yang punya gawe, yang punya keputusan, yang punya otonom," kata Emrus saat dihubungi di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Emrus menduga, Gerindra akan memanfaatkan kader-kader PKS yang memiliki visi yang sama, mengingat hampir semua partai, tak terkecuali PKS, memiliki banyak faksi. Gerindra, kata Emrus, dalam konteks ini berkepentingan mengegolkan calon PKS yang memiliki visi yang sama.

"Kalau Gerindra ikut dalam fit and propertest, itu sama saja memberi peluang Gerindra untuk menentukan siapa calon dari PKS," sambungnya.

Kepentingan lain dalam dialektika politik Gerindra dan PKS, Emrus menduga, adalah sharing power pengelolaan aset-aset di Pemprov DKI.

Sebab, sebagaimana diketahui, Provinsi DKI Jakarta memiliki aset melimpah. APBD-nya saja mencapai Rp83,26 triliun, berdasarkan APBD Perubahan yang disahkan September lalu. DKI juga memiliki lebih dari 20 BUMD yang menjadi pundi-pundi rupiah bagi Ibu Kota.

Emrus mengatakan, bisa saja ada kepentingan ekonomi dalam perebutan kursi wagub DKI, jika hal ini dihubungkan dengan perebutan posisi wakil gubernur pengganti Sandiaga.

"Tidak mungkin ikutnya satu calon wakil gubernur, tanpa diberikan semacam otonomi atau wewenang, misalnya dalam pengelolaan katakanlah unit-unit usaha," ujarnya.

"Ini sharing power dalam pengelolaan aset," pungkasnya.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 16 Januari 2019 | 22:30:30

Atong Pengusaha Galangan Kapal di Dakwa Dugaan Perambahan Hutan

UJUNGTANJUNG-Sidang perdana Tong alias Atong (48) Pengusaha galangan Kapal Bagansiapiapi digelar Rabu (16/01/2019) pukul 13.35 Wib. Atong warga Jalan SGB Bagansiapiapi  di dakwa dengan Kasus atas dugaan Pe
Rabu, 16 Januari 2019 | 20:27:47

Program Kerja Mabes TNI Prioritaskan Modernisasi Alutsista dan Kekuatan Integratif

JAKARTA-Program kerja Mabes TNI tahun 2018 disusun dengan diprioritaskan modernisasi alutsista dan penggunaan kekuatan integratif, sedangkan Mabes Angkatan memiliki program prioritas yaitu modernisasi Alutsista
Rabu, 16 Januari 2019 | 20:22:00

Bakamla RI Wujudkan Indonesian Coast Guard

BATAM-Guna menunjang tugas pokok Bakamla RI dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut di wilayah yurisdiksi nasional, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. bertekat mewujudkan sebuah cita-cit
Rabu, 16 Januari 2019 | 20:19:23

Menko Maritim RI Panen Raya di Kampung Bungaraya Siak

SIAK - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja dan panen raya di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Rabu pagi (16/1/2019).
 
Berita Lainnya
Rabu, 16 Januari 2019 | 17:01:22

Tepis Label Anti-Islam, Maruf Akan Sisipkan Ilmu Agama di Debat Capres

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani mengatakan, Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan menyisipkan perspektif keagamaan dalam debat capres-cawapres tahap pert
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:24:12

Fahri Sebut Prabowo Bak Sukarno, Karding Ibaratkan Nyalon Ketua OSIS

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyamakan gaya orasi Prabowo Subianto dengan Presiden RI pertama, Sukarno. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Ka
 
Senin, 14 Januari 2019 | 13:45:39

PKS Singgung Tim Gabungan Novel Baswedan: Telat, Semoga Tak Politis

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut pembentukan tim gabungan untuk mengusut teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terlambat. Dia juga berharap tida
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:23:27

Ketua DPR Sambut Usulan PKS soal RUU Perlindungan Tokoh Agama

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan pembentukan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan DPR akan terbuka bagi siapapu
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:13:27

Soal Tes Baca Alquran, BPN: Kami Siap Ikut Kalau KPU yang Mengadakan

JAKARTA - Ikatan Dai Aceh (IDA) berencana menagih respons kedua pasangan capres-cawapres soal undangan tes baca Alquran. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan hany
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:28:39

PKS Mau Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama, PKB Singgung Habib Bahar

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. PKB mengatakan hukum di Indonesia sudah secara komprehensif mengatur perlindungan k
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:17:06

Prabowo: Kalau Mau Ganti Presiden, 17 April Kita Harus Menang

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diteriaki 'ganti presiden' saat berpidato dalam acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta di Roemah Djoeang Prab
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 16:00:53

Tim Prabowo Bantah Ubah Visi Misi Jiplak Jokowi: Kubu Sebelah Hoax

JAKARTA - Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso membantah pihaknya menjiplak visi-misi Jokowi-Ma'ruf. Dia mengatakan tudingan dari kubu capres cawapres nomor urut 01 itu sebagai hoax."Kat
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 15:02:27

Revolusi Moral Amien Rais Disindir TKN Jokowi, PAN: Monggo Balas Kritik

JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mau membuat buku berjudul 'Taubat' untuk membalas buku 'Revolusi Moral' Amien
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:32:32

Prabowo Sandi Ganti Visi Misi, PSI Ibaratkan Bus di Tengah Jalan Mendadak Ubar Jalur

JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ikut mengomentari keputusan Prabowo-Sandi mengubah visi dan misi sebagai kandidat capres-cawapres. Dia mengibaratkan langkah tersebut ba
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:28:54

Dapat 9,9% dalam Survei, Golkar Bicara Punya Caleg Kuat di Daerah

JAKARTA - Golkar masih yakin bisa menang Pemilu 2019 meski disebut berada pada posisi ketiga dalam survei terbaru yang dirilis Alvara Research Center. Alasannya, Golkar punya caleg kuat di ber
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:00:59

PAN Minta Bawaslu Objektif Terkait Pose Satu Jari Bima Arya

JAKARTA - PAN meminta Bawaslu Kota Bogor objektif dalam pemeriksaan pose satu jari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat hadir di kegiatan cawapres Ma'ruf Amin. PAN yakin Bima Arya tak melanggar aturan t
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 16:56:05

Jokowi Rela Tidak Disukai Asal Hidup Rakyat Bisa Diperbaiki

JAKARTA- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bunyi sila kelima dalam Pancasila itu benar-benar ingin diwujudkan Joko Widodo (Jokowi) ketika terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014 lalu dalam m
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 11:49:32

Moeldoko Soal Tagline Prabowo-Sandi Diubah: Fotokopi Lebih Mudah Daripada Berpikir

JAKARTA - Penggantian dan pengubahan tagline serta visi misi capres dan cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno dari 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi' menjadi 'Indonesia Menang' meman
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 11:35:43

Revisi Visi Misi Ditolak, Tim Prabowo: Itu Bukan Buat KPU tapi Rakyat

JAKARTA - KPU menolak revisi visi misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meski sempat mempublikasikan lewat situs mereka. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak masalah dengan penolakan KPU."Tid
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top