Iklan Sosial
 
Jumat, 9 November 2018 | 15:48:40
Politik

Timses Jokowi Soal Politik Genderuwo: Mungkin Salah Satunya Prabowo

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menafsirkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal politik genderuwo. Karding menduga ucapan itu ditujukan salah satunya ke capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

"Politik itu semestinya buat politik itu tenang, nyaman, bergembira dan senang hati mendapatkan pendidikan. Itu yang disindir oleh Pak Jokowi. Jadi kalau, Pak Prabowo sering melontarkan pesimisme, pernyataan yang agitator dan propagandis terkait hal-hal yang menakutkan," kata Karding kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

"Mungkin salah satu yang disebut, yang dimaksud salah satunya Pak Prabowo," sambungnya.

Selain itu, Karding menyebut politikus yang menebar ketakutan dalam berpolitik adalah yang dimaksud dengan politik genderuwo. Menurutnya, Jokowi sedang mengajak masyarakat untuk memiliki optimisme.

"Rakyat mesti diberi pendidikan politik, mesti diberi pernyataan-pernyataan yang bisa dicerna oleh akal sehat sesuai dengan adat kebudayaan kita dan tentu memiliki makna optimisme ke depannya," ucap politikus PKB ini.

Sebelumnya, ungkapan politik genduruwo disampaikan Presiden Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah hari ini. Dalam kesempatan itu, dia menyebut saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar enggak ya?" kata Jokowi.

Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai politikus 'genderuwo'.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," tegasnya.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:57:00

2 Hari Berturut-turut, Puluhan Pelajar SMP di Sumbar Kesurupan

BATUSANGKAR - Puluhan pelajar SMP Negeri 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kesurupan, Rabu (16/1) pagi. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah terpaksa dihentikan karena selur
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:53:53

Google Hapus Aplikasi yang Minta Izin Akses SMS

JAKARTA - Ketika Anda meng-install sebuah aplikasi, maka aplikasi Android itu bisa saja meminta izin kepada Anda. Misalnya, meminta izin untuk mengakses pesan atau foto di ponsel Anda. Hal yang mencuri
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:45:30

Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Dalam Mobil di Banyumas

BANYUMAS - Warga Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jateng, dikagetkan dengan penemuan mayat di dalam mobil. Leher mayat tersebut terikat dan tergantung di dalam mobil.Menurut K
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:39:59

Berulangkali Tertunda, Thailand Batal Gelar Pemilu pada Februari 2019

BANGKOK - Pemilihan umum untuk mengakhiri pemerintahan militer di Thailand yang telah lama tertunda akan kembali mundur dari jadwal pelaksanaan semula. Pejabat Komisi Pemilihan Umum Thailand mengatakan, p
 
Berita Lainnya
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:24:12

Fahri Sebut Prabowo Bak Sukarno, Karding Ibaratkan Nyalon Ketua OSIS

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyamakan gaya orasi Prabowo Subianto dengan Presiden RI pertama, Sukarno. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Ka
 
Senin, 14 Januari 2019 | 13:45:39

PKS Singgung Tim Gabungan Novel Baswedan: Telat, Semoga Tak Politis

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut pembentukan tim gabungan untuk mengusut teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terlambat. Dia juga berharap tida
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:23:27

Ketua DPR Sambut Usulan PKS soal RUU Perlindungan Tokoh Agama

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan pembentukan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan DPR akan terbuka bagi siapapu
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:13:27

Soal Tes Baca Alquran, BPN: Kami Siap Ikut Kalau KPU yang Mengadakan

JAKARTA - Ikatan Dai Aceh (IDA) berencana menagih respons kedua pasangan capres-cawapres soal undangan tes baca Alquran. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan hany
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:28:39

PKS Mau Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama, PKB Singgung Habib Bahar

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. PKB mengatakan hukum di Indonesia sudah secara komprehensif mengatur perlindungan k
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:17:06

Prabowo: Kalau Mau Ganti Presiden, 17 April Kita Harus Menang

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diteriaki 'ganti presiden' saat berpidato dalam acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta di Roemah Djoeang Prab
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 16:00:53

Tim Prabowo Bantah Ubah Visi Misi Jiplak Jokowi: Kubu Sebelah Hoax

JAKARTA - Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso membantah pihaknya menjiplak visi-misi Jokowi-Ma'ruf. Dia mengatakan tudingan dari kubu capres cawapres nomor urut 01 itu sebagai hoax."Kat
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 15:02:27

Revolusi Moral Amien Rais Disindir TKN Jokowi, PAN: Monggo Balas Kritik

JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mau membuat buku berjudul 'Taubat' untuk membalas buku 'Revolusi Moral' Amien
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:32:32

Prabowo Sandi Ganti Visi Misi, PSI Ibaratkan Bus di Tengah Jalan Mendadak Ubar Jalur

JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ikut mengomentari keputusan Prabowo-Sandi mengubah visi dan misi sebagai kandidat capres-cawapres. Dia mengibaratkan langkah tersebut ba
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:28:54

Dapat 9,9% dalam Survei, Golkar Bicara Punya Caleg Kuat di Daerah

JAKARTA - Golkar masih yakin bisa menang Pemilu 2019 meski disebut berada pada posisi ketiga dalam survei terbaru yang dirilis Alvara Research Center. Alasannya, Golkar punya caleg kuat di ber
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:00:59

PAN Minta Bawaslu Objektif Terkait Pose Satu Jari Bima Arya

JAKARTA - PAN meminta Bawaslu Kota Bogor objektif dalam pemeriksaan pose satu jari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat hadir di kegiatan cawapres Ma'ruf Amin. PAN yakin Bima Arya tak melanggar aturan t
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 16:56:05

Jokowi Rela Tidak Disukai Asal Hidup Rakyat Bisa Diperbaiki

JAKARTA- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bunyi sila kelima dalam Pancasila itu benar-benar ingin diwujudkan Joko Widodo (Jokowi) ketika terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014 lalu dalam m
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 11:49:32

Moeldoko Soal Tagline Prabowo-Sandi Diubah: Fotokopi Lebih Mudah Daripada Berpikir

JAKARTA - Penggantian dan pengubahan tagline serta visi misi capres dan cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno dari 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi' menjadi 'Indonesia Menang' meman
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 11:35:43

Revisi Visi Misi Ditolak, Tim Prabowo: Itu Bukan Buat KPU tapi Rakyat

JAKARTA - KPU menolak revisi visi misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meski sempat mempublikasikan lewat situs mereka. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak masalah dengan penolakan KPU."Tid
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 10:53:58

Tim Jokowi: Visi Misi Prabowo-Sandi Dirombak Total, Tak Hanya Revisi

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik perubahan visi misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut TKN Jokowi-Ma'ruf, tak setuju dengan klaim Badan Pemen
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top