Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 12 Oktober 2018 | 11:18:26
Politik

Puji Prabowo, Berkarya Samakan Trump dengan Bung Karno-Lincoln-Gandhi

Sebarkan:
Detik.com
Priyo Budi Santoso.
Jakarta - Partai Berkarya membela capres Prabowo Subianto soal slogan yang mirip milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Berkarya menilai tak ada yang salah dengan slogan 'Indonesia First, Make Indonesia Great Again'.

"Ini justru menunjukkan ciri khas kepemimpinan Prabowo yang punya karakter dan patriotik. Ini yang membedakannya dengan gaya pemimpin lain yang 'biasa-biasa saja'," ujar Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso kepada detikcom, Jumat (12/10/2018).

Lewat slogan yang mirip dengan 'America first, make America great again' itu, Prabowo disebut ingin memompa kembali semangat patriotisme bangsa. Menurut Priyo, tak ada yang salah meski slogan itu mirip dengan kampanye Trump.

"Prabowo ingin memompa kembali semangat patriotisme membangun kejayaan nusantara yang hebat dan dihormati: make Indonesia Great again. Bahwa ini ada kemiripan dengan slogan Presiden Trump yang mengantarkan kemenangannya, ya nggak apa-apa. Masa dilarang?" tuturnya.

Priyo lalu menyebut sejumlah pimpinan negara besar yang kerap dikutip oleh para orator. Salah satu yang disebutnya termasuk Proklamator dan Presiden RI pertama, Soekarno.

"Presiden Lincoln, Kennedy, Jendral Mac Arthur, Mahatma Gandhi, Bung Karno, Hatta, Pak Harto, sering kali dikutip slogan-slogannya dalam pidato-pidato politik para orator," kata Priyo.

"Mereka orang besar pada zamannya. Aneh saja kalau ada yang sentimen terhadap hal-hal lumrah seperti ini. Maju terus pak Prabowo," imbuh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu.

Sebelumnya, Prabowo membahas slogan kampanye Trump itu saat berbicara di Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (11/10).

"Begitu AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan perang dagang, tidak ada free trade (perdagangan bebas). Kenapa mereka mengatakan, 'America first, make America great again,' dia mengatakan, 'The important sign is American job,'" kata Prabowo, siang tadi.

"Kok bangsa ini tidak berani mengatakan, bagi bangsa Indonesia, 'Indonesia First, Make Indonesia Great Again'. Mengapa pemimpin Indonesia tak ada yang berani mengatakan yang penting adalah 'pekerjaan bagi rakyat Indonesia'," sambungnya.


(detik.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 26 Juni 2019 | 02:00:41

Grebek Kampung Narkoba di Bagansiapiapi, Bandar Sabu di Amankan

BAGANSIAPIAPI-Personil Satuan Narkoba (Satnarkoba ) Polres Rokan Hilir berhasil menggrebek kampung narkoba di  Kelurahan Bagan Hulu Bagansiapiapi  Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Selasa (25/06)
Rabu, 26 Juni 2019 | 01:15:17

Panipahan Membara, 20 Rumah Ludes Terbakar

ROKAN HILIR-Panipahan Membara, diperkirakan sekitar 20 rumah warga ludes terbakar dilalap sijago merah  Rabu (26/06) sekitar pukul 00 45. Wib. Sedikitnya 20 rumah warga  hagus terbakar tinggal puing-p
Selasa, 25 Juni 2019 | 21:32:25

Disparporabud Inhil Lakukan Pelatihan Manajemen Homestay

TEMBILAHAN - Dinas Pariwisata, Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan pelatihan SDM Bidang Pariwisata tentang Manajemen Homestay Dana Alokasi Khus
Selasa, 25 Juni 2019 | 21:18:52

Beredar Kabar Ada Calon Bupati Dan Wakil Bupati Bengkalis Jalur Independen

BENGKALIS - Kabupaten Bengkalis sebentar lagi akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2020-2025. Sejumlah nama- nama mulai bermunculan, karena hal itu  merupakan hak set
 
Berita Lainnya
Selasa, 25 Juni 2019 | 21:18:52

Beredar Kabar Ada Calon Bupati Dan Wakil Bupati Bengkalis Jalur Independen

BENGKALIS - Kabupaten Bengkalis sebentar lagi akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2020-2025. Sejumlah nama- nama mulai bermunculan, karena hal itu  merupakan hak set
 
Selasa, 25 Juni 2019 | 09:13:21

Gerindra Belum Jawab soal Rekonsiliasi, TKN Jokowi: Sabar Saja

JAKARTA - Partai Gerindra mengaku belum bisa memberikan jawaban terkait tawaran rekonsiliasi dari Joko Widodo (Jokowi). Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan rekonsiliasi me
 
Selasa, 25 Juni 2019 | 09:02:51

Disebut Pantas Ditawari Gabung Kabinet Jokowi, Gerindra: Potensi Kami Besar

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran gabung ke kabinet di periode 2019-2024. Gerindra menilai pandangan
 
Senin, 24 Juni 2019 | 16:47:50

Mahkamah PAN Minta Zulkifli Jadi Mediator Rekonsiliasi Pilpres

JAKARTA - Ketua Mahkamah PAN Yasin Kara mendorong agar partai berlambang matahari putih itu menjadi mediator rekonsiliasi nasional. Dia meminta Ketum PAN Zulkifli Hasan berinisiatif memediasi pa
 
Senin, 24 Juni 2019 | 11:11:31

Pro Kontra PPDB Zonasi di Mata Ortu: Ribet hingga Kurangi Macet

JAKARTA - Kebijakan jalur zonasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menimbulkan pro dan kontra. Orangtua murid di Jakarta punya pendapat sendiri. Dianti, orang tua calon siswa yang mendaftar di SMA
 
Senin, 24 Juni 2019 | 09:55:03

Gerindra Singgung Kepentingan Bangsa soal Peluang Bergabung ke Jokowi

JAKARTA - Wasekjen PAN Faldo Maldini menyebut ada kemungkinan Partai Gerindra bergabung dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi) di periode 2019-2024. Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid mengatakan kebijaka
 
Senin, 24 Juni 2019 | 09:41:54

Faldo Sebut Gerinda Mungkin Gabung Jokowi, TKN: Di Politik Semua Bisa Terjadi

JAKARTA - Wasekjen PAN Faldo Maldini berbicara soal kemungkinan Gerindra bergabung dalam kabinet Jokowi di periode 2019-2024. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding mengatak
 
Senin, 24 Juni 2019 | 09:32:05

Gerindra DKI Setuju dengan Anies soal Reklamasi Bukan Pulau

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai reklamasi adalah pantai, bukan pulau. Anggota DPRD DKI fraksi Partai Gerindra, Syarif mengaku setuju dengan pernyataan Anies Baswedan itu."Ya pe
 
Senin, 24 Juni 2019 | 09:27:34

PDIP DKI ke Anies: Reklamasi Itu Pulau Bukan Pantai

JAKARTA - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengaku tidak setuju dengan Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyebut reklamasi adalah pantai, bukan pulau. Menurut PDIP, reklamasi merupakan pulau."Pulau la
 
Sabtu, 22 Juni 2019 | 16:38:40

PDIP Jateng: Kongres V di Bali Ajang Pengesahan Mega Kembali Ketum

SEMARANG - Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, meyakinkan ada alasan kuat kader di daerah masih menginginkan Megawati Soekarnoputri memimpin PDI Perjuangan. Kongres V di Bali 8 Agustus
 
Jumat, 21 Juni 2019 | 10:17:02

Andi Arief Kritik KPU dan Saksi Ahli Prabowo: Edan!

JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengkritik dua kubu yang telah bersaksi di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Andi Arief menyoroti kesaksian saksi kubu 02, Jaswar Koto, dan langkah
 
Jumat, 21 Juni 2019 | 10:12:58

Jokowi Ulang Tahun Ke-58, PDIP: Semoga Terus Berdedikasi bagi Rakyat

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) genap berusia 58 tahun hari ini. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengucapkan selamat ulang tahun serta berharap Jokowi bisa terus menjadi pemimpi
 
Jumat, 21 Juni 2019 | 09:39:03

BPN: Biarlah Proses Rekonsiliasi Mengalir, Moeldoko Jangan Mengganggu

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berharap rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019 terlaksana sebelum putusan sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Badan Pemenangan Nasional (
 
Jumat, 21 Juni 2019 | 09:14:24

Sekjen Partai Demokrat Tepis Adanya KLB

JAKARTA - DPP Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan memastikan tidak ada kongres luar biasa (KLB) seperti yang disuarakan sejumlah kader senior partainya. Hinca mengatakan kongres Partai Demokrat akan dila
 
Jumat, 21 Juni 2019 | 06:22:33

Keterangan Saksi Tak Bisa Buktikan Uang Bersumber dari M Apryandy

Tanjungpinang-Sidang Perkara Pidana Pemilu dengan Terdakwa M.Apryandy Kembali digelar di PN Tanjungpinang, Selasa.18.6.3.2019.Sidang kedua ini telah memasuki pemeriksaan pokok perkara,setelah Majelis Hakim yang
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top