Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 20 September 2018 | 14:25:08
Politik

Timses: Cari Kelemahan Jokowi Sulit, Sama dengan Cari Prestasi Prabowo

Sebarkan:
Detik.com
Maman Imanulhaq.
Jakarta - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq memberi imbauan kepada pendukung untuk tidak menjelek-jelekan pihak lawan, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun ia menyisipkan satu sindiran dalam pernyataannya.

"Kalau ditanya, apa bedanya Pak Jokowi dan Pak Prabowo? Jawabannya sederhana, sulit mencari kelemahan Pak Jokowi seperti sulit mencari prestasinya Pak Prabowo," ujar Maman di sela Deklarasi relawan Nusantara untuk Jokowi di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

Bukan tanpa alasan Maman memberi pernyataan seperti itu. Ia mengingatkan Jokowi sudah menjabat sebagai presiden sehingga telah memberikan bukti kinerjanya.

"Karena Jokowi sudah Presiden, dan akan jadi presiden untuk 2 periode yang akan datang," ujar Maman.

Politikus PKB ini lalu memberikan anjuran kepada para relawan Jokowi-Ma'ruf. Maman meminta para relawan dan pendukung tidak berkampanye dengan cara negatif.

"Saya minta, saya titip relawan Jokowi tidak perlu kampanye yang menjelek-jelekkan pihak sana, ini adalah pesta rakyat, ini kegembiraan dan persaudaraan. Kalau mau kampanye tolong tunjukkan saja prestasi Jokowi, bukan mencari kesalahan orang lain," ucapnya.

Maman juga memberikan pesan agar para relawan turun ke daerah-daerah. Selain itu para relawan juga diminta menjaga TPS di tempat tinggalnya masing-masing saat pemungutan suara Pilpres 2019 nanti.

"Gunakan sosial medianya. Relawan Jokowi tidak akan sampai membuat hoax, relawan tidak boleh menebarkan kebencian. Kita tetap satu, Indonesia. Janji memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin? Janji tidak akan ada yang main 2 kaki? Yuk tunjukkan eksistensi kita, relawan Jokowi bersatu, untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin," ucap Maman kepada relawan.

Anggota DPR itu juga menyerukan agar para relawan terus meramaikan kampanye Jokowi-Ma'ruf hingga selesai masa kampanye. Maman menyebut, jangan sampai euforia dukungan diberikan hanya saat awal-awal kampanye saja.

"Dari ngambil nomor urut sampai hari tenang ada 195 hari, saya tidak ingin kita hari ini ramai, tiba-tiba sampai akhir nggak ada suara lagi. Pertarungan kita ada di Januari, Februari, Maret, maka tolong Nusantara untuk Jokowi, agendakan dalam setiap bulan itu satu acara," tutupnya.


(detik.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 20 Juni 2019 | 21:16:37

HUT Ke 69 Kodam I/BB, Ketua DPD IWO Inhil Harapkan Sinergitas Wartawan Dan TNI Kian Terjalin

TEMBILAHAN - Pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke - 69 Kodam I/Bukit Barisan, Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Kabupaten Inhil, Muridi Susandi mengharapkan sinergitas antara wartawan dan TNI kian terjalin. Hara
Kamis, 20 Juni 2019 | 21:00:52

Kejaksaan Negeri Inhu Terima Berkas Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti Tindak Pidana Pemilu

INHU - Kejaksaan Negeri IndragirI Hulu (Inhu), menerima berkas pelimpahan tersangka, dan barang bukti tindak pidana pemilu dari Penyidik Kepolisian Resot Indragiri Hulu dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gamk
Kamis, 20 Juni 2019 | 19:54:16

Kebakaran Hanguskan 1 Rumah dan Gudang di Tembilahan, Bupati Inhil Ungkapkan Keprihatinannya

TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengungkapkan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menghanguskan 1 unit rumah dan gudang di jalan Tanjung Harapan, Tembilahan hari ini, Kamis (20/6/2019) si
Kamis, 20 Juni 2019 | 19:50:55

Babinsa Berprestasi di Inhil ini Kembali Terima Penghargaan dari Pangdam I/BB

MEDAN Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadhilah memberikan piagam penghargaan Babinsa Berprestasi Terbaik kepada Serka Arafat, Kamis (20/6/2019).Serka Arafat yang merupakan Babinsa Desa Bakau Ace
 
Berita Lainnya
Kamis, 20 Juni 2019 | 11:44:05

TKN Jokowi Sindir Saksi Prabowo di Sidang MK: Tak Meyakinkan

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyindir para saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dihadirkan dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Menurut TKN, para saksi sama
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 10:43:51

PBB Sesalkan Hairul Bocorkan Materi 01 di MK: Padahal Dia Setuju Pro Jokowi

JAKARTA - Direktur Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengungkapkan jika Internet of Things (IoT) dapat menjadi peluang bisnis baru yang be
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 10:32:26

Calegnya Ungkap Materi Pelatihan TKN di MK, PBB: Pecundang!

JAKARTA - Calon legislatif Partai Bulan Bintang (PBB), Hairul Anas Suaidi, yang dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang MK bersaksi dengan menceritakan materi pelatihan tim kampany
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 10:16:43

Gerindra Bela Anies yang Disebut Pintar Ngomong soal IMB oleh Ahok

JAKARTA - Partai Gerindra membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disebut pintar ngomong oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Partai Gerindra, Anies t
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 09:19:38

Haris Azhar Tolak Jadi Saksi di MK, PDIP: Pukulan Balik ke 02

JAKARTA - Salah satu saksi yang diajukan tim hukum capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haris Azhar, menolak bersaksi pada persidangan gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konsti
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 09:13:43

PDIP Setuju Ahok soal Pergub Tak Bisa Jadi Dasar IMB di Pulau Reklamasi

JAKARTA - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengaku setuju dengan ucapan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal terbitnya izin mendirikan bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi. Menurut PDIP
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 09:02:43

Gerindra Nilai Haris Azhar Berimbang soal HAM Jadi Alasan Tak Bersaksi di MK

JAKARTA - Advokat yang juga pegiat hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar menolak jadi saksi di sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) karena, salah satunya, persoalan HAM ya
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 10:46:46

Jokowi Hadiri Rakernas PDIP

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri Rakernas PDIP hari ini. Dia datang menggunakan batik dan disambut pejabat partai.Pantauan detikcom di DPP PDIP, Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Rabu (19/6
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 10:05:13

Gelar Rakernas Tertutup, PDIP: Kontemplasi Politik Perlu Keheningan

JAKARTA - PDI Perjuangan hari ini menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) untuk membahas persiapan Kongres V PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Rakernas digelar tertutup untuk me
 
Selasa, 18 Juni 2019 | 14:26:19

Dewi Juliani Bakal Ramaikan Pilkada Rohil?

ROKANHILIR - Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Masing - masing Partai Politik sedang mempersiapkan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rokan Hilir tahun 2020 mendatang. Para tokoh pun tidak sedikit yang
 
Selasa, 18 Juni 2019 | 09:05:07

DPP PAN Gelar Rapat Siang Ini, Bahas Sikap Politik?

BOGOR - Waketum PAN Bima Arya Sugiarto menyebut partai tempatnya bernaung menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019. Bima Arya mengatakan keputusan MK tersebut akan menjadi ruj
 
Senin, 17 Juni 2019 | 21:45:59

Sidang Perdana M Apriyandi,Ini Eksepsi Penasehat Hukum Terdakwa

Tanjungpinang-Pengadilan Negeri Tanjungpinang menggelar sidang dugaan tindak pidana pemilu terhadap Caleg Gerindra terpilih Dapil Tanjungpinang Timur M Apriyandy,Senin (17/6) siang.Kuasa Hukum terdakwa (M Apriy
 
Senin, 17 Juni 2019 | 14:17:14

PDIP Tepis Isu Megawati akan Mundur dari Kursi Ketua Umum

JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) menepis isu akan mundurnya Megawati Soekarnoputri dari kursi ketua umum menyusul rencana Kongres ke-V yang dipercepat. PDIP menegaskan Megawati masih dibutuhkan hingg
 
Senin, 17 Juni 2019 | 14:04:49

Demokrat DKI Tak Mau Buru-buru soal Usul Interpelasi Reklamasi ke Anies

JAKARTA - Partai Demokrat DKI Jakarta menilai wacana hak interpelasi atas Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau reklamasi masih belum waktunya. Demokrat tidak mau terburu-b
 
Senin, 17 Juni 2019 | 13:49:59

Resmi Jadi Ketua Komisi III, Azis Syamsuddin Optimistis Rampungkan RUU KUHP

JAKARTA - Azis Syamsuddin resmi dilantik menjadi Ketua Komisi III DPR RI. Ia mengatakan langkah pertama yang akan dilakukannya adalah menggelar rapat bersama pimpinan Komisi III. "Yang pertama mekanismenya
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top