Iklan Sosial
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13
Politik

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

Sebarkan:
Okezone.com

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri dan TGH Zainul Majdi alias TGB di dalam ceramahnya yang diunggah di media sosial.

"Oleh karena itu saya kira kita akan mengambil langkah hukum dalam hal ini mungkin partai saya akan mengambil langkah hukum untuk memproses ini," kata Karding di Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Karding menuturkan, kader-kader NU ataupun PKB tak terima penghinaan terhadap Ma'ruf. Dirinya tak mengira ada orang yang mengaku sebagai kiai tapi mencela sesama muslim. Hal tersebut amat memecah belah kondisi umat Islam jelang kontestasi politik nanti.

"Nah kok ada mengaku kiai ngomongnya kasar, ngomongnya menyerang sesama Muslim, menyerang kiai, menyerang tokoh masyarakat. Kami susah meredam masyarakat di bawah. PKB, NU, santri-santri pada marah," imbuh dia.

Menurut dia, seharusnya orang seperti Ustaz Yahya tidak boleh ada di Indonesia lantaran dapat merusak persatuan dan persaudaraan Indonesia.

"Orang-orang seperti ini tidak boleh ada di Indonesia karena itu merusak persatuan, persaudaraan, dan sebagainya," ucap Karding.

Karding mengaku belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan merupakan pendukung bakal capres-cawapres Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

"Saya belum sampai ke sana, tapi kalau itu benar karena kami minta itu ditertibkan, kalau enggak kami akan mengambil tindakan hukum, akan kami laporkan ke kepolisian," tukasnya.

Seperti diketahui, video Youtube yang diunggah pada 11 September 2018, dari kanal Cahaya Tauhid berisi caci maki oleh Ustaz Yahya Waloni kepada KH Maruf Amin, Tuan Guru Bajang dan Megawati Soekarnoputri.

Yahya Waloni dalam video itu menyebut, Kiai Maruf orang tua yang haus kekuasaan, TGB disebut sebagai Tuan Guru Bajingan, dan Megawati didoakan cepat mati karena dituding telah merusak Islam. Bahkan, Yahya Waloni mencaci bahwa tingkat intelegensia Megawati di bawah rata-rata.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 20 Januari 2019 | 17:07:00

KBRI Beirut Siap Mendukung Pelaksanaan Umroh Personel Konga XXIII-M

LEBANON-Kesempatan untuk melaksanakan Ibadah Umroh bagi personel yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian seakan terbuka lebar,  terlebih bagi personel TNI yang sedang melaksanakan tugas misi perdama
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:06:52

Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja

Bak permata tersembunyi, begitu pula kehadiran Vihara Lalitavistara di Cilincing, Jakarta Utara. Vihara yang berlokasi di Jalan Krematorium Cilincing ini memiliki sejarah panjang karena dibangun sejak abad 11.A
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:00:32

Di Balik 80 Juta Bisa Apa

Kalimat 80 juta bisa dapat apa seketiga me­nyebar bak se­rangan fajar. Semua din­ding-dinding akun media sosial apa­pun itu dibanjiri oleh kalimat tersebut. Kalimat ta­nya yang se­mua orang akhirnya tahu m
Minggu, 20 Januari 2019 | 09:44:00

Bandara Changi Singapura Segera Miliki Air Terjun Dalam Ruang Tertinggi di Dunia

Singapura mungkin satu-satunya kota di dunia di mana penduduk setempat bepergian ke bandara untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Pada 2019 ini, bangunan yang menghubungkan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Ch
 
Berita Lainnya
Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:56:31

Internal Dikomentari, PPP: Amien Rais Tampil Seperti Politisi Galau

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi angkat bicara soal sikap Amien Rais yang mencampuri urusan internal PPP. Saat itu Amien Rais mengatakan bahwa PPP terancam tidak lolos parliamentary
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:47:07

TKN: Catatan yang Dibawa Jokowi-Maruf Berisi Data, Bukan Narasi

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyatakan Jokowi-Ma'ruf tak hanya berpatokan pada teks saat bicara di debat pilpres perdana. Jokowi-Ma'ruf
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 13:29:32

BPN Soal Debat Capres: Prabowo Pakai Isi Kepala, Jokowi Pakai Teks

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan perbandingan antara pasangan jagoannya dengan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Prabowo disebut debat menggunakan isi kepala, s
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:19:47

KPU Mau Evaluasi Debat, Tim Jokowi: Kami Siap Format Apa Saja

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendukung KPU untuk mengevaluasi debat perdana capres-cawapres yang digelar 17 Januari lalu. TKN Jokowi-Ma'ruf menyatakan
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 14:43:41

Gerindra Jelaskan Maksud Pernyataan Korupsi Nggak Seberapa Prabowo

JAKARTA - Pernyataan Prabowo Subianto soal 'korupsi nggak seberapa' caleg Gerindra banyak dikritik. Partai Gerindra menjelaskan maksud pernyataan sang ketum itu."Maksud Pak Prabowo itu yang tak se
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:50:46

Gerindra: Prabowo Brilian, Jawaban soal Eks Napi Tipikor Bak Doktor Hukum!

JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman memuji penampilan calon presiden Prabowo Subianto dalam debat capres 2019 perdana yang digelar semalam. Menurut Habiburokhman, Prabowo bersama cawapres
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 15:55:37

Sandi: Cara Prabowo Sikapi Persoalan Hukum-HAM Beda dengan Jokowi

JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno menyebut debat perdana Pilpres 2019 krusial. Sandiaga mengklaim dalam debat perdana nanti akan terlihat perbedaan cara menyikapi persoalan hukum, HAM, korupsi dan ter
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 09:05:42

Amien Rais Ancam Gempur KPU, Sekjen Gerindra: Wajar, Itu Warning

JAKARTA - Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai wajar ancaman Amien Rais yang bakal menggempur KPU jika ada kecurangan dalam Pemilu 2019. Menurutnya, hal itu hanyalah warning. "Itu kan peringatan dar
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 17:01:22

Tepis Label Anti-Islam, Maruf Akan Sisipkan Ilmu Agama di Debat Capres

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani mengatakan, Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan menyisipkan perspektif keagamaan dalam debat capres-cawapres tahap pert
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:24:12

Fahri Sebut Prabowo Bak Sukarno, Karding Ibaratkan Nyalon Ketua OSIS

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyamakan gaya orasi Prabowo Subianto dengan Presiden RI pertama, Sukarno. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Ka
 
Senin, 14 Januari 2019 | 13:45:39

PKS Singgung Tim Gabungan Novel Baswedan: Telat, Semoga Tak Politis

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut pembentukan tim gabungan untuk mengusut teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terlambat. Dia juga berharap tida
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:23:27

Ketua DPR Sambut Usulan PKS soal RUU Perlindungan Tokoh Agama

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan pembentukan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan DPR akan terbuka bagi siapapu
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:13:27

Soal Tes Baca Alquran, BPN: Kami Siap Ikut Kalau KPU yang Mengadakan

JAKARTA - Ikatan Dai Aceh (IDA) berencana menagih respons kedua pasangan capres-cawapres soal undangan tes baca Alquran. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan hany
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:28:39

PKS Mau Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama, PKB Singgung Habib Bahar

JAKARTA - PKS ingin memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. PKB mengatakan hukum di Indonesia sudah secara komprehensif mengatur perlindungan k
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:17:06

Prabowo: Kalau Mau Ganti Presiden, 17 April Kita Harus Menang

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diteriaki 'ganti presiden' saat berpidato dalam acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta di Roemah Djoeang Prab
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top