Iklan Sosial
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:17:54
Politik

Negative Campaign Obor Jokowi Mati, Elite PD: Ini Tahun Politik!

Sebarkan:
Detik.com
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean.
JAKARTA - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyoroti politisasi obor Asian Games yang mati saat dibawa Presiden Joko Widodo. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean menilai negative campaign sah dilakukan pada tahun politik.

"Saya sendiri bingung harus bersikap menertawakan Raja Juli Antoni atau harus bersedih karena mendapati Sekjen PSI ini ternyata belum jadi politisi," ujar Ferdinand kepada detikcom, Sabtu (18/8/2018).

Ferdinand, yang partainya menjadi salah satu pendukung Prabowo Subianto ikut memviralkan obor Jokowi itu. Dia mengkaitkannya dengan pergantian presiden jelang Pilpres 2019.

"Saya pikir dengan mengomentari twit politik saya dengan komentar mempolitisasi, artinya memang Raja Juli belum paham politik itu apa. Tapi ngga apa-apa mungkin Raja Juli Antoni sedang memperdalam ilmu tentang politik," kata dia.

Ferdinand mengingatkan, saat ini sudah memasuki tahun politik sehingga wajar terjadinya politisasi. Ia juga menilai Jokowi pun akan melakukan politisasi dengan posisinya sebagai petahana.

"Saat ini bangsa kita sudah memasuki tahun politik. Justru setelah masuk tahun politik, Jokowi lah yang semakin banyak mempolitisasi setiap langkah tindak tanduknya demi kepentingan politik dan elektabilitas," ucap Ferdinand.


Menurutnya, narasi negatif dalam berpolitik boleh dilakukan untuk menjatuhkan lawan. Itu disebut Ferdinand sebagai seni dalam politik.

"Raja Juli juga harus paham, bahwa politik itu adalah seni mengangkat diri dan seni menjatuhkan lawan. Bahkan politik boleh dan sah menggunakan narasi negatif untuk menjatuhkan lawan. Yang tidak boleh itu menggunakan kampanye hitam alias fitnah," sebutnya.

Ferdinand mengakui menggunakan negative campaign dalam hal obor Jokowi yang mati. Dia tak merasa ada yang salah dalam tindakannya tersebut.

"Narasi politik saya seperti dalam twit itu adalah masuk dalam narasi negative campaign, dan tidak salah. Jadi sebaiknya Raja Juli Antoni lebih banyak lagi belajar politik. Di tahun politik, bahkan semut berderet pun bisa jadi narasi kampanye," tutur Ferdinand.

Dia lalu balik menyerang kubu Jokowi. Menurut Ferdinand, Jokowi banyak melakukan gimmick-gimmick politik untuk memperoleh pencitraan positif.

"Sebaiknya Rajajuli ingatkan Jokowi agar tidak terlalu banyak bernain gimmick. Harus dikurangi meski itu sah saja. Jokowi bahkan sering mempolitisasi apapun demi elektabilitas," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menyesalkan politisasi matinya obor Asian Games yang dibawa Jokowi. Peristiwa tersebut banyak dijadikan meme dan diviralkan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial.

Salah satu yang ikut mempolitisasi obor mati tersebut adalah Ferdinand. Ia juga memention soal gempa Lombok, NTB. Pro Jokowi menyayangkan hal tersebut.

"Soal obor yang dibesar-besarkan wujud nyata kegagapan kubu Prabowo terhadap kenyataan Jokowi sangat kuat secara politik," ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 10:09:37

Presiden Barcelona Sesalkan Kepergian Ronaldo dari Madrid

BARCELONA ? Hengkangnya megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018 nyatanya menjadi sesuatu yang disesalkan oleh Presiden Barcelona, Josep Bartomeu. Pasal
Rabu, 19 September 2018 | 10:05:56

Buruan Simak! Ini Tata Cara Pendaftaran CPNS 2018

Jakarta - Pemerintah akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 pada Rabu, (19/9/2018). Salah satu Kementerian yang dipastikan akan membuka pendaftaran CPNS 2018 ialah Kementerian Badan
Rabu, 19 September 2018 | 10:02:37

Klopp Akui Liverpool Kerepotan Hadapi Neymar dan Di Maria

LIVERPOOL ? Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku tidak mudah menaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) di laga perdana Grup C Liga Champions 2018-2019 yang berlangsung di Stadion Anfield, Rabu (19/9/2018)
Rabu, 19 September 2018 | 09:58:03

Kemendagri Sudah Serahkan Kepada Pemkab Rohul Permendagri Tapal Batas Riau-Sumatera Utara

ROKANHULU - Setelah sekitar 20 tahun permasalahan tapal batas antara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas), Padang Lawas Utara (Paluta) Provinsi Sumatera Utara (
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
 
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:46:52

PSI Desak Anies Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik keras Partai Gerindra karena mengusulkan nama M Taufik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendes
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:41:14

PKS: Pujian SBY ke Jokowi Tak Harus Diartikan Main Dua Kaki

Jakarta - Pujian Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kinerja Presiden Joko Widodo dinilai PKS sebagai hal wajar. PKS menyebut ungkapan itu tak harus dimaknai PD berma
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:07:58

SBY Terharu Masyarakat Masih Mengingatnya Ketika Jadi Presiden

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rakyat masih mengingatnya sebagai Presiden keenam RI. Ia pun merasa terharu ketika bertemu masyarakat dan masih mengingat ki
 
Senin, 17 September 2018 | 15:59:03

Timses Jokowi: Kami Takkan Hasilkan Kader-kader Kardus!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut relawan dan unsur-unsur dalam timses akan bekerja secara militan. Timses Jokowi menjamin tidak akan mencetak kader-kader
 
Senin, 17 September 2018 | 15:55:48

Gerindra Masih Buka Peluang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya masih membuka peluang untuk mencalonkan kadernya yang menyandang status mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg)
 
Senin, 17 September 2018 | 15:49:21

Pemberitaan Asia Sentinel Menyudutkan SBY, Sekjen Demokrat Bilang Ada yang Menunggangi

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut munculnya artikel Asia Sentinel lantaran ada yang menunggangi jelang perhelatan politik seperti Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang. Sebab, pember
 
Senin, 17 September 2018 | 15:18:45

Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin

JAKARTA - Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Se
 
Senin, 17 September 2018 | 15:09:05

Timses Jokowi: Urusan Pecah Belah Itu Keahlian yang di Sana

Jakarta - Tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menanggapi pernyataan GNPF Ulama soal memilih cawapres ulama sama saja memecah belah umat. Timses Jokowi menegaskan tidak punya keahlian un
 
Senin, 17 September 2018 | 15:06:02

Ijtimak dukung Prabowo, PDIP klaim Jokowi sudah jalankan program keumatan

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan Joko Widodo (Jokowi) telah menjalankan pakta integritas seperti yang diteken bersama pasangan Prabowo-Sandiaga tanpa d
 
Senin, 17 September 2018 | 11:00:06

Ijtimak Ulama II Dukung Prabowo, PKB: Representasinya Kecil

Jakarta - Ijtimak Ulama II menghasilkan keputusan mendukung bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PKB menilai GNPF-U merupakan kelompok kecil yang tak mewakili ulama se-Indonesia."Sa
 
Minggu, 16 September 2018 | 17:43:11

Bawaslu Temukan 746 DPT Ganda Pileg dan Pilpres Tahun 2019, KPU Rohul Langsung Bersihkan

ROKANHULU - Hiruk Pikuk elit politik nasional, soal tidak akuratnya data pemilih Pemilu 2019, serta kecurigaan masih banyaknya pemilih ganda yang masuk dalam pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh Indonesia
 
Sabtu, 15 September 2018 | 11:29:21

Loncatan Mengejutkan Ridwan Kamil

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat loncatan politik. Dari semula mendukung Prabowo Subianto, kini Ridwan Kamil mendukung Joko Widodo (Jokowi).Pria 46 tahun ini semula diusung Gerindra saat m
 
 
 
Terpopuler

2

15 Sep 2018 09:58 | 257 views
Politik
Bawaslu Rohil Berkunjung, Ini Sambutan Cutra Andika

3

15 Sep 2018 10:02 | 198 views
Politik
Jaka Abdillah Apresiasi Langkah Konkrit Partai Hanura

4

15 Sep 2018 11:29 | 131 views
Politik
Loncatan Mengejutkan Ridwan Kamil

5

17 Sep 2018 15:18 | 128 views
Politik
Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin
 
 
 
 
 
 
Top